Merasa prihatin dengan tingginya angka mortalitas bayi di akhir abad 19 di Swiss, Henri Nestlé, seorang ahli kimia Jerman yang berdomisili di Vevey, Swiss berhasil menciptakan makanan pendamping bagi bayi yang tidak mendapat cukup ASI. “Farine Lactee” berhasil menyelamatkan banyak jiwa bayi pada saat itu dan Nestlé pun mendapatkan kepercayaan masyarakat. >>
|
| Nestlé dan Minyak Kelapa Sawit |
Nestlé merasa prihatin atas adanya ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan hutan tropis dan lahan gambut di Asia Tenggara yang disebabkan karena penggundulan hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Nestlé berasosiasi dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk mempromosikan pengembangan dan pemanfaatan minyak kelapa sawit yang berkesinambungan. Sebagai anggota RSPO, Nestlé telah memperkuat komitmen untuk menggalang para pemangku kepentingan guna bersama-sama menghentikan ancaman terhadap kelestarian lingkungan yang disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit di Asia Tenggara. Info selengkapnya klik >>
|
|
| Tak Perlu Ragu Mengkonsumsi BEAR BRAND |
Tak Perlu Ragu Mengkonsumsi BEAR BRAND karena kualitas dan keamanan pangan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar lagi. Info selengkapnya klik >>
|
|
| Keterangan Pers dari BPOM |
Berikut ini adalah pernyataan resmi dari BPOM terkait isu produk pangan yang bermelamin. Lebih lanjut klik >>
|
|
| Produk Nestlé di Indonesia, Aman untuk Dikonsumsi |
Nestlé Indonesia memastikan kepada para konsumen bahwa semua produk Nestlé yang diproduksi, diimpor, didistribusikan dan dipasarkan di Indonesia é seperti halnya yang ada di seluruh dunia é adalah aman untuk dikonsumsi. Tidak ada produk Nestlé yang dibuat dari susu yang tercemar melamin. Selengkapnya klik >>
|