ARSIP


      1. Terapi Batuk Pilek di Rumah
      1. Kebiasaan Makan Orangtua Membentuk Kebiasaan Makan Anak
      1. Jangan Lupa Mengulang Imunisasi
      1. Warna-warni Beras yang Menyehatkan
      2. Serat untuk Sehat
      3. Makanan-Makanan Penyembuh
      1. Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak
      1. Kiat Mengatasi Si Kecil Sulit Makan saat Sakit
      1. Panduan Gizi Anak Saat Berpuasa
      2. Gejala Intoleransi Susu
      3. Haruskah Anak Minum Susu Sesuai Usia?
      1. Kubah Biogas ke-5000 bagi Peternak Sapi Perah
      1. Sereal untuk Sarapan Si Kecil
      2. Tips Memilih Udang Segar
      1. Menu Ideal Sesuai Kebutuhan Anak
      1. Bekal seperti apa agar si Kecil tetap berenergi?
      1. Camilan Sehat untuk Anak
      2. Tip Cerdas “Jajan” di Luar
      3. Memprediksi Tinggi Badan Anak
      1. Idealnya Isi Kotak Obat Di Rumah Anda
      1. Terapi Jus Halau Penyakit dan Jaga Kesehatan Tubuh
      2. Kencur Jahe Temulawak Untuk Anak
      1. Makanan Berlemak Untuk Anak
      1. Mengatur Makan Agar Anak Tak Kegemukan
      2. Mengatasi balitan susah makan
      1. Mengenalkan Makanan Padat pada si Kecil
      2. Pentingnya Asam Amino untuk Anak
      1. Porsi Serat Yang Sesuai Untuk Anak
      2. Mengenal Makan Genggam Untuk Anak
      1. Ikan Pangan Unggulan Balita & Segala Usia
      1. Porsi Es Krim Bagi Anak
      2. Manfaat Lemak Bagi Anak
      3. Seberapa Boleh Anak Minum Kopi?
      1. Manfaat Gandum Utuh Bagi Si Kecil
      2. Zat Besi Optimalkan Perkembangan Otak
      1. Tips Membuat Hidangan Yang Menggugah Rasa Lapar Anak
      1. Manfaat dan Mudarat Gula
      1. Panduan Makan Anak
      1. Anak Cerdas dengan Nutrisi Tepat
      2. Anak Cerdas Dengan Nutrisi Tepat
      1. Pentingnya Olahraga dan Kalsium untuk Si Kecil
      1. Snack Lezat & Sehat untuk Anak
      2. Memilih Jajanan Sehat
      1. Bijak Memilih Makanan Jajanan untuk Si Kecil
      2. Sudahkah Anda menjaga Daya Tahan Tubuh si Kecil?
      1. Serat untuk Balita
      2. Mempersiapkan Anak Sehat
      3. Periksalah Komposisi Saat Membeli Susu
      4. Mencukupi Nutrisi Si Kecil, Jangan Abaikan Zat Besi
      5. Anak Kegemukan? Atur Aktivitas Fisik dan Dietnya, Bukan Mengurangi Makannya
      1. Mengapa Nutrisi & Probiotik Sangat Penting Buat Balita?
      1. Menjaga Nutrisi Si Kecil Saat Liburan
      1. Sumber Asam Amino Esensial yang Lengkap dan Bermutu Tinggi
      1. Zat Besi Agar Anak Tumbuh Optimal
      1. Benarkah Nutrisi Memengaruhi Jiwa Anak?
      1. Melatih Anak Konsumsi Zat Besi
      1. Jus Jambu Atasi Demam Berdarah?
      2. Nutrisi Untuk Bantu Meningkatkan Kekebalan Tubuh
      1. Vitamin C Sebagai Antioxidant
      2. Mengatur Nutrisi Anak

ARTIKEL SEJENIS


Promosi

Anak Kegemukan? Atur Aktivitas Fisik dan Dietnya, Bukan Mengurangi Makannya

Ditulis oleh Sahabat Nestlé
Pengasuh rubrik yang terhormat,

Anak perempuan saya usia empat tahun, kata dokter ia termasuk obese atau kegemukan. Apakah susu harus di stop? Mungkinkah anak dapat mencapai berat badan normal, dan bagamana caranya? Terimakasih atas penjelasannya.
Ny. Rosita – Bandung

Ibu Rosita yang terhormat,
Bila dokter yang ibu kunjungi telah mengatakan si Kecil obesitas, hendaknya ibu terus berkonsultasi secara teratur kepadanya guna mendapatkan anjuran, langkah apa yang harus ditempuh agar anak mencapai pertumbuhan dan perkembangan sesuai usianya.

Untuk mengukur kegemukan, Ibu juga dapat menghitung dengan rumus Body Mass Index (BMI) :

BMI = Berat badan (kg)/Tinggi badan (m)2

Keterangan:
Bila BMI
Lebih dari 20 tapi kurang dari 25 berarti berat badan normal
Lebih dari 25 tapi kurang dari 30 berarti kelebihan berat badan
Lebih dari 30 kegemukan

Susu tidak menyebabkan kegemukan.
Prasangka susu itu menggemukkan ternyata keliru. Susu, bila diminum antara dua sampai tiga gelas setiap hari, bukanlah penyumbang kalori berlebihan meski mengandung lemak. Bahkan susu membantu menyumbang kebutuhan gizi harian diantaranya protein dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Konsep keseimbangan energi
Masukan energi dari berbagai makanan yang dikonsumsi dan keluaran energi dari aktivitas tubuh mempengaruhi berat badan anak. Bila masukan energi lebih besar dibanding keluaran energi, berat badan akan bertambah, demikian pula sebaliknya. Untuk menurunkan berat badan dapat diatur dengan nutrisi seimbang (memadai) dan aktivitas fisik yang teratur.

Cara menangani kegemukan pada anak berbeda dengan dewasa, mengingat faktor tumbuh-kembang yang masih terjadi pada usia tersebut. Karena itu cara mengatur menu tetap harus makanan sehat bergizi seimbang atau memadai sesuai kebutuhan, bukan mengurangi jumlah asupannya, dan bukan pula dengan diet ketat. Kelebihan berat dapat ”dibakar” dengan aktivitas fisik, sehingga keluaran energi menjadi lebih besar.

Aktivitas fisik dapat membakar energi bila dilakukan secara teratur 5 kali seminggu secara teratur, minimal satu jam termasuk peregangan (stretching) dan pendinginan. Contoh permainan yang banyak mengeluarkan energi ialah antara lain: Jalan cepat, lompat tali, lempar-tangkap & tendang bola, kayuh sepeda, kejar-kejaran, petak-umpet, galasin, ”engkle” dan sebagainya. Jangan lupa banyak minum air masak.

Sebaliknya, jauhkan anak dari aktivitas pasif, seperti menonton televisi atau bermain komputer dan play stations, main congklak, dan kegiatan lain yang kurang membakar energi.

Tips untuk Anak Kegemukan

  • Siasati agar anak lebih menyukai makan-sehat di rumah.
  • Upayakan memasak makanan dengan cara dipanggang, direbus, ditim, dikukus, diungkep, dioven.
  • Menumis dengan minyak secukupnya, lebih baik daripada menggoreng.
  • Biasakanlah mendahulukan makan sayuran (sup sayuran, sayur bening, urap sayur dsb.) lebih dahulu, sebelum makanan utama.
  • Bila diperkirakan anak kurang konsumsi sayur, tambah konsumsi buahnya.
  • Beri anak camilan sehat misalnya susu sereal, kacang rebus, pisang kukus, buah-buahan.
  • Batasi konsumsi makanan yang tidak bergizi seimbang, fast food misalnya dengan meminta porsi yang lebih kecil.
  • Kendalikan asupan gula, _issal dari makanan dan minuman serba manis.
Tahukah Bunda?
Menurut ahli, anak yang diberi variasi makanan dan sering melihat Anda makan sayuran akan lebih suka sayur. Tawarkan berbagai macam sayur, berulang-ulang dan konsisten, sampai anak Anda mau mencobanya. Cara lain adalah menyelipkan syuran dalam makanan yang disukaianya, misalnya bakso daging yang diberi wortel.