ARSIP


      1. Support System Bagi Ibu Baru
      1. Menjadi Badan Sensor Untuk Anak Sendiri
      1. Solusi Kaya Rasa, Bagaimana Melatihnya?
      1. Memilih Alat Gendong yang Tepat
      1. Mengajarkan Anak Bersyukur Melalui Sedekah
      2. Mengajak Anak Memaknai Dan Belajar Berpuasa
      3. Melatih Toleransi Sejak Dini
      1. Yuk, Minum Susu di Gelas
      2. Bahagia Dengan Satu Orangtua
      1. Ketika Anak Harus Berbagi Kamar
      2. Perbedaan Pendapat dalam Keluarga
      3. Sejauh Manakah Aturan Keluarga Dibutuhkan?
      4. Ajarkan Anak Mencintai Lingkungan
      5. Anak Kreatif Dengan Olah Barang Bekas
      1. Bagaimana Melatih Keasertivan Anak?
      1. Bagaimana Menggunakan Kekuatan Kata-Kata?
      1. Bagaimana Agar Tidak Speechless Di Depan Anak?
      2. Ancaman: Efektif Tapi Kurang Edukatif
      1. Melatih Si Kecil Agar Suka Menolong
      1. Bijak Memahami Aturan Berat Badan Anak
      2. Cara Tepat agar Balita tak Susah Makan
      3. Merawat dan Mengobati Balita Scoliosis
      4. Biasakanlah Si Kecil Agar Sarapan
      1. ‘Istana’ Aman Untuk Si Kecil
      2. Semangat Menegakkan Peraturan Di Rumah
      1. Bermain di Luar Mendorong Perkembangan Anak
      2. Merangsang Penglihatan Bayi dengan Warna
      1. Melatih Empati Si Kecil
      2. Pengaruh Jenis Musik Bagi Si Kecil
      3. Mengenali Tanda-Tanda Bahagia Pada Si Kecil
      4. Mengajarkan Budaya Mengantri
      1. Sejumlah Kiat Memotivasi Balita Yang Pemalu
      2. Tips Mengatasi Anak susah Makan
      1. Mencegah Anak Kekurangan Mikronutrien
      1. Penyebab Anak Picky Eater?
      2. Tips Berbelanja Yang Sehat dan Bernutrisi Di Supermarket Bersama Si Kecil
      1. Tumbuh Kembang Gigi Pada Anak
      2. Waspada Anak Lebih Gampang Kena Batuk di Musim Hujan
      3. Musik dan Kemampuan Kognitif Anak
      1. Bijak Membelikan Gadget Buat si Kecil
      1. Menghadapi Gigi Copot Tanpa Takut
      2. Mengatasi Anak yang Suka Coret-coret Dinding
      3. Mendampingi Buah Hati Sepenuh Hati
      1. Mengajarkan anak berpenampilan sesuai usia
      1. Agar Anak Dapat Mengelola Rasa Takutnya Pada Dokter
      2. Efek lagu bagi perkembangan anak
      1. Mama Lagi Sibuk Naaak, Masak Sih Ke Kamar Mandi Sendirian Tidak Berani ....?
      1. Persiapan Bila Pertama kali Balita Naik Pesawat Udara
      1. Membaca Kerewelan Anak
      1. Mengenali Dehidrasi dan Penanggulangannya
      1. Ketika Si Kecil Sulit Buang Air Besar
      2. Pentingnya Anak Mengunyah Lebih Banyak
      3. Masalah Tidur Si Kecil
      1. Tips P3K Mimisan
      2. Tips P3K Cedera Ringan
      3. Supaya Anak Lebih Tanggap
      1. Melatih Anak Agar Berjiwa Penyayang
      1. Memahami Rengekan Anak
      1. Mendorong Imajinasi Balita
      1. Mengajarkan Disiplin Tanpa Imbalan
      1. Membacakan Cerita Untuk Balita
      1. Waspadai Infeksi Perut Balita
      1. Tabir Surya Untuk Balita, Perlukah?
      1. Kenalkan Musik Sejak Dini
      2. Bepergian bersama si Kecil
      3. Benda favorit – Jendela ke dunia
      4. Membersihkan si Kecil
      5. Latihan ke toilet
      6. Resolusi Tahun Baru Bagi Balita
      1. Lindungi Kulit Balita
      2. Asyiknya Belajar Cerdas Ala DANCOW Dan Pentingnya Pola Makan Sehat Untuk Si Kecil
      3. Menikmati Makanan Probiotik
      4. Kemampuan Bicara Pada Balita
      1. Pertumbuhan Tulang si Kecil
      2. Normalkah Bila Si Kecil Menghisap Jarinya?
      3. Menjawab Pertanyaan Balita Tentang Bagian Tubuh
      4. Imunisasi Tak Hanya Untuk Bayi
      1. Kapan Anak Bisa Diajarkan Tata Krama?
      2. Mengajarkan Toilet Training Pada si Kecil
      3. Kenapa Anak Saya Susah Makan?
      4. Menanamkan Kecintaan Menggambar
      5. Bangkitkan Sisi Kekanak-kanakan Dalam Dirimu
      6. Siap Punya Adik Baru
      7. Pentingnya Kesehatan Kulit dan Nutrisi Bagi Si Kecil
      1. Asyiknya Belajar Cerdas dan Pentingnya Pola Makan Sehat Bagi Si Kecil
      2. Mengatasi Biang Keringat
      3. Stimulasi berbicara dan bahasa dan pentingnya nutrisi untuk daya tahan tubuh si Kecil
      1. Mengajarkan Anak etiket makan
      2. Mengapa Balita Berbohong
      1. Bersosialisasi Untuk Si Buah Hati
      2. Membaca dan Bercerita Untuk Stimulasi Perkembangan si Buah Hati
      3. Memahami Ungkapan Cinta Si Buah Hati
      4. Mengatasi Rengekan & Perilaku Buruk Anak
      5. Membentuk Pola dan Kebiasaan Makan Anak
      1. Hati-Hati Dengan Ucapan Kita pada si Kecil
      2. Melindungi Gigi Si Kecil yang Suka Makan Manis
      1. Mengapa Si Kecil Jadi Penentang?
      2. "Mama, Adik Bayi Keluarnyanya dari Mana, Sih?"
      3. Probiotik Membantu Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh si Kecil
      4. Susu = Sumber Asam Amino Esensial yang Lengkap dan Bermutu Tinggi
      5. Tiada Hari Tanpa Bermain
      6. Daya Tahan Tubuh yang Baik, Kunci Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil
      7. Ekosistem Saluran Cerna pada si Kecil
      8. Apakah Semua Zat Makanan Itu Esensial dan Mencerdaskan?
      9. Bagaimana Mengajarkan Anak Berinteraksi dengan Orang Asing?
      10. Daya Tahan Tubuh Kunci Belajar Optimal
      11. Ingin Sehat? Tidak Cukup Dengan Makan Banyak Saja
      12. Mencegah Si Kecil Mudah Terjangkit Penyakit
      1. Stimulasi Bijak Awal Anak Cerdas
      2. Saluran Cerna Sehat, Daya Tahan Tubuh Optimal
      3. Tips dan Saran Mengasuh Anak Kembar
      4. Mendisiplinkan Anak dengan Cara Menyenangkan
      1. DANCOW Gratis 80 gram
      2. Lomba Foto Aku dan Ayahku
      3. Semarak Hari Raya bersama DANCOW Full Cream
      4. DANCOW Gratis 80 gram
      1. Yang Seru dan Special dari DANCOW BATITA
      2. Manfaat Bergerak dan Bermain pada Anak Balita
      1. Prasekolah itu Menyenangkan
      2. Episode Pertumbuhan Gigi Balita
      1. "Mengajari Si Kecil Minta Maaf"
      2. Nestlé Ideal Kemasan 270g!
      3. Kapankah Tepat Mengikutkan Anak ke Berbagai Perlombaan?
      1. Menjaga Kesehatan Anak Saat Cuaca Tak Menentu
      2. Posisi Membaca dan Kesehatan Mata Anak
      3. Disiplin vs Hukuman
      4. Anakku Gampang Bosan
      5. Pentingnya Pendidikan Sex untuk Anak Balita
      1. Balita Juga Perlu Olahraga
      2. Memahami Perilaku Bersaing Pada Anak Balita
      1. Waspadai cedera kepala
      1. Nutrisi Tepat Untuk Tiap Tahap Pertumbuhan
      2. Prediksi Tinggi Badan dan Pentingnya Kalsium untuk Pertumbuhan Tulang
      3. Pola Asuh yang Sesuai dengan Karakter Anak
      4. Mengompol Pada Anak
      5. Peran Ibu dalam Mengajarkan Balita Rasa Kasih Sayang
      6. Mengenali Anak Berbakat
      1. Menjadi Imaginatif
      2. Saat Belajar Makan Saat Ceria
      3. Buku Bermain Cerdas Ibu & Anak
      4. Gizi Harian Yang Perlu Ibu Tahu
      5. Dampak Sikap Terlalu Melindungi (Over protective) terhadap Perkembangan Balita"
      6. Zat Besi dan Kapasitas Belajar Anak
      7. Demam; Batuk; Pilek
      8. Konsep Membaca dan Menulis Pada Balita
      1. Anak Tidak Bisa Diam Ciri Anak Berbakat?
      2. Mengapa Anak berbohong?
      3. Mengembangkan Bahasa di Rumah
      4. Anak Asma Tidak Boleh Berada di Ruangan Ber-AC?
      1. Cacingan Juga Mengenai Anak Kota
      2. Demam: Teman atau Lawan?
      3. "Tips Menghindari Penculikan Anak"
      4. Tips Agar Si Kecil Tidak Menangis Saat Disuntik
      5. Seminar Nakita 2008
      1. Bonus 80G Untuk Kemasan Khusus dan Harga Tetap
      1. Yoghurt Baikkah untuk Anak?
      2. Jangan Mudah Berkata "Jangan" pada Balita
      3. Kepala Gepeng, Bisa Dicegah?
      4. Cara Menyajikan Buah untuk Konsumsi Bayi
      1. Snack Sehat buat Bayi
      2. Bolehkah Makanan Bayi Diberi Perasa?
      3. A to Z Nutrisi Untuk Buah Hati
      4. Kapan Anak Boleh Makan Fast Food?
      5. Sekilas Mitos & Fakta Gula Pasir
      6. Bayi Tidak Dibedong, Kakinya Bengkok?
      7. Mencukur Rambut si Kecil
      1. Baikkah Menggunakan Popok Sekali Pakai?
      2. Merangsang Kemampuan Bicara Bayi
      3. Gejala Gangguan Pernapasan pada Bayi
      4. Bolehkah Bayi Diajak Jalan-jalan di Pantai?
      5. Musik Bukan Sekedar Pengantar Tidur
      6. 4 Infeksi Kulit yang sering pada Anak
      7. Nestlé Cerelac Ibu Cemerlang 2007
      8. SAKSIKAN "DUNIA BUNDA" DI LAYAR TELEVISI ANDA!
      9. Belajar dari Alam
      1. Lomba Foto "Abadikan Aksimu"
      2. Bila kata kasar muncul dari mulut mungil
      3. Kapan Mulai Memberi makanan Pendamping ASI
      4. Demam, Apa yang harus dikerjakan?
      5. Membiasakan Anak Memakai Car Seat
      6. Makanan Padat Apa Saja yang Diperbolehkan?
      7. Apa Kata Ahli Tentang Pengobatan Tradisional untuk Anak?
      8. Membentengi Anak Agar Terhindar Diare
      9. Apa Arti Tangisan Bayiku?
      1. Bila Anak Mimisan
      2. Membentengi Pencernaan Anak Lewat ASI
      3. Perlukah Bayiku Mengkonsumsi Vitamin Tambahan?
      4. Mungkinkah Anak Sakit Maag?
      5. Mengajarkan Si Kecil Sopan Santun
      6. Nutrisi yang Menjaga Kesehatan Bayi Semasa Bereksplorasi
      7. Mempersiapkan Bayi Pada Makanan Padat Pertamanya
      1. "Pengaruh Suara Ibu Pada Bayi"
      2. Cuaca Ekstrim, Bentengi Tubuh Si Kecil
      3. Jangan Sepelekan Ruam Popok
      4. Bagaimana Melatih Motorik Bayi?
      5. Belajar Menulis Huruf Dan Angka Yuk!
      6. "Anakku lebih Suka Bermain Sendiri, Gejala Antisosial ?"
      7. Benarkah Kehujanan Bikin Sakit?
      8. Kiat Mendorong Anak Menjadi Aktif
      9. Pentingnya Pijat Bayi
      10. Benarkah Renang Menambah Tinggi Badan?
      11. Merangsang Kemampuan Motorik Anak
      12. Temukan Bakat Anak Cerdas Gerak
      13. Anak Anda Terlalu Sering Nonton TV?
      14. Menyiasati anak sulit makan
      15. Mengembangkan Sikap Mandiri pada Anak
      16. Pentingnya Faktor Lingkungan dalam Mendukung Perkembangan Anak
      17. Bermain dan Belajar dalam Dunia Anak
      1. Menumbuhkan Rasa Empati si Kecil
      2. Senang sih senang…tapi anak jangan digoyang keras-keras, bisa berbahaya.
      3. “Kok Si Kecil Lebih Sayang baby sitternya daripada Saya?”
      4. “Kalau Kakak Cemburu Pada Adiknya”
      5. Disiplin tanpa Menghukum
      6. Nutrisi Yang Baik Untuk Menstimulasi Keingintahuan Anak
      7. Ayahku si raja Dongeng: menjadi Story teller Untuk Anak
      8. Mengatasi Kolik Bayi
      9. Ayo Renang
      10. Merawat Mahkota Si Kecil
      11. Aduuuhh, Gigiku Lepas
      12. Mengajak Si Kecil Minum Obat
      1. Bentengi Pencernaan Anak Dengan ASI
      2. "Ikatan Emosi (Bonding) dengan Bayi Anda"
      3. Mengatasi Panas setelah Imunisasi
      4. Sebagai Minuman Alternatif Si Kecil, Jus Perlu Dibatasi
      5. Mengapa Anak Saya Sering Sakit?
      6. Bayi Perlu Variasi Rasa
      7. Kenapa pusar anakku bodong?
      8. Membatasi Konsumsi Berlebih Gula untuk Anak
      9. Hati-hati menggunakan baby-walker
      10. Bila Pipi Anak Merah
      11. Gangguan Pencernaan pada Bayi
      12. Siapa Bilang Gigi Susu Tak Perlu Dirawat?
      13. Pencegahan dan Pengobatan Diare pada Anak
      14. Jenis Makanan Sapihan
      1. Tips Menghadapi Anak yang Selalu Ingin Dikabulkan Permintaannya
      2. Cermat Dalam Menghukum Anak
      3. Tips Memelihara Binatang bagi Si Kecil
      4. Bolehkah Si Kecil Mengisap Jari?
      5. Mencari Dokter yang Tepat Untuk Si Kecil
      6. Tips Menghadapi Anak yang Suka Berteriak
      1. Tips Menghadapi Anak yang Tertutup
      2. Mendekor Kamar Anak, Jadi Lebih Asyik
      3. Mengatasi dan Mendeteksi Gangguan Tulang pada Anak
      4. Tips Mengatasi Balita yang Mau Menang Sendiri
      5. Mengapa Sembelit Pada Bayi?
      6. Trik Rumah Rapi dengan si Balita
      7. Dekorasi Kamar untuk Balita
      8. Tata Ruang Kreativitas Anak
      9. Perlukah si kecil tidur siang ?
      10. Ikatan Batin Orang Tua dan Bayi
      11. Apa Isi Lemari Obat Rumah Anda?
      12. Jika Berat Badannya Tidak Juga Bertambah

ARTIKEL SEJENIS


    1. Rencana Tahunan Buat Si Kecil
    2. Pulihkan Kondisi dengan Berolahraga
    3. Pilihan Olahraga Yang Menyenangkan
    4. Tips Menata Meja Kerja
    5. Menghadapi Gigi Copot Tanpa Takut

Promosi

Mengenal Makan Genggam Untuk Anak

Ditulis oleh Dr. Handrawan Nadesul

Makanan genggam (finger food) perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran setiap anak. Ada bentuk dan cara khusus bagaimana makanan genggam dikemas, dan disajikan bagi anak. Seperti apakah?

DALAM proses perkembangannya, anak membutuhkan bantuan dan dukungan ibu. Juga dalam hal ihwal makan, serta kesukaan anak akan makanan. Hanya apabila ibu menjadi bijak pada ihwal yang satu ini, maka selain anak menyukai segala jenis makanan, pada saat yang sama anak juga mampu makan sendiri. Karena itu ibu dibutuhkan agar bukan saja bijak memperkenalkan jenis makanan baru—sebagai awal dari kecintaan anak terhadap makanan—juga sebagai pelatihan bagaimana anak dimampukan untuk makan sendiri.

Berkenalan dengan makanan

Berbeda dengan jenis makanan genggam orang dewasa, pemberian makanan genggam pada balita memberi manfaat lebih. Bagi orang dewasa makanan genggam tentu dipilih lebih karena kepraktisannya belaka. Sementara pada balita lebih untuk proses pembelajaran.

Banyak ibu yang mengeluh anak sukar makan dan menolak bila diberikan jenis makanan tertentu. Sebagian besar karena sejak awal anak tidak memperoleh kesan pertama yang indah terhadap makanan. Rasa amis, atau trauma oleh rasa yang tidak nyaman, dapat membuat anak membenci jenis makanan tertentu sampai dewasa.

Kalau saja ibu menyajikannya dengan nyaman, mengemasnya dalam bentuk yang baik, terlebih cita rasanya juga baik, maka anak dapat memiliki kesan indah terhadap suatu jenis makan. Dan kalau kesan indah anak terhadap semua jenis makanan yang ibu tawarkan sama, maka dengan cara demikian anak akan menyukai makanan apa saja sampai usia dewasa.

Dalam ajang memperkenalkan makanan baru itulah, makanan genggam ikut menjadi bagian di antaranya. Tentu tidak semua jenis makanan bisa mewakili proses pembelajaran anak mampu makan sendiri. Sifat makanan dan jenis makanan yang layak buat anak, membatasi jenis makanan apa saja yang tergolong makanan genggam. Selain apakah cocok untuk usia anak, perlu pula dipertimbangkan apakah suatu jenis makanan bisa cocok untuk digenggam.

Di Barat, jenis makanan genggam memilih sosis, kue pie, keju, spring roll dan sejenis itu. Mengapa? Oleh karena jenis makanan tersebut memungkinkan untuk anak genggam. Karena itu tentu yang harus kita berikan bukan yang berjenis bubur, agar-agar, atau kacang-kacangan.

Selain kelayakan jenis makanan dan bentuknya yang cocok buat balita, perlu dipertimbangkan pula apakah suatu jenis makanan tidak membahayakan bila digenggam balita. Jenis kacang-kacangan pasti tidak diperbolehkan, karena selain balita belum mampu mengunyahnya, akan ada bahaya tersedak.

Belajar makan sendiri

Sudah disebut, makanan genggam juga bagian dari pembelajaran anak mampu makan sendiri. Walau kebanyakan jenis makanan genggam bersifat sebagai makanan penggugah (appetizer), tapi buat kita di Timur, bisa juga sebagai menu pokok, seperti kalau kita memilih ubi rebus, pisang rebus, atau kue sagu.

Jangan lupa, kita memiliki kekayaan jenis bebuahan. Pisang dapat dijadikan sebagai perkenalan pertama makanan genggam. Setelah dipotong-potong sebesar balita bisa memasukkan ke mulutnya, disajikan di piring sebagai makanan genggam. Begitu juga pilihan alpokat, roti gandum, buah pear, brokoli dan wortel rebus, serta biskuit. Banyak jenis kudapan masuk di kelompok makanan genggam. Tentu tetap memperhatikan apakah jenis kudapan itu cocok buat usia balita yang harus bebas dari zat tambahan makanan (food additive).

Pertanyaannya kemudian, kapan anak mulai diberikan makanan genggam? Jawabannya tidak ada batas tegas umur berapa. Begitu jemarinya mulai nampak melakukan gerakan mencengkeram (pincer grasp), berarti sudah bisa mencengkeram sesuatu untuk digenggamnya.

Pertimbangan lain, barang tentu untuk mengunyah makanan genggam yang rata-rata agak keras, persyaratannya anak sudah memiliki sejumlah gigi.

Persoalan timbul, lantaran tidak setiap balita sama responnya terhadap pemberian makanan genggam. Ada yang tertarik, ada pula yang pasif saja. Balita yang tertarik untuk apa pun makanan genggam yang disodorkan kepadanya, akan memanfaatkan proses pembelajaran memperoleh beragam jenis makanan, dan lebih cepat mampu makan sendiri.

Ketika tahapan ini dimulai, kecemasan ibu bisa muncul. Karena dalam perjalanan balita mulai diberikan makanan genggam, ibu harus siap meja makan menjadi kotor dan berantakan. Biarkan anak mulus menempuh proses belajar makan sendirinya, hingga akhirnya ia sudah mahir makan menggunakan sendok garpu dengan cara yang benar.

Selain ibu harus memperhatikan seberapa besar makanan genggam disajikan, yakni sebesar balita memungkinkan memasukkannya ke mulut, serta sesuai pula dengan ukuran genggaman tangannya. Ibu juga harus memperhatikan ukuran makanannya tidak terlalu besar, namun juga tidak kekecilan. Di samping juga tidak boleh terlampau keras untuk dikunyah.

Satu hal lain yang tidak boleh diabaikan yaitu, kebersihan tangan sendiri. Lebih dari sepuluh penyakit infeksi masuk tubuh lewat jemari tangan yang tidak suci hama. Maka seraya anak diajarkan kebiasaan berpola hidup bersih, bentuk pula kebiasaan mencuci tangan sebelum memegang makanan genggamnya. Begitu pula setiap kali habis memegang makanan apa saja. Dengan cara demikian sekaligus akan terbentuk perilaku kebersihan sebagai pelajaran awal berperilaku hidup sehat.***