ARSIP


      1. Resolusi Sehat Tahun Baru
      2. Manfaat Pilates bagi Wanita
      1. Memahami Olahraga Low Impact dan High Impact
      1. Camilan Sehat Saat Berolahraga
      1. Cegah Cedera Saat Berolahraga
      2. Olahraga Tepat untuk Kesehatan Jantung
      1. Agar Anak Aman Saat Olahraga
      1. Kapan Waktu yang Tepat Untuk Olahraga Saat Puasa?
      1. Yoga Bersama Keluarga
      1. Jalan Cepat Bikin Sehat
      1. Yuk, Main Di Luar!
      1. Porsi Tepat Berolahraga
      1. Olahraga Yang Membuat Bahagia
      2. Lebih Banyak Bergerak, Lebih Nyaman
      1. Olahraga yang Aman Bagi Penderita Osteoporosis
      1. Tetap Olahraga di Kamar Tidur
      1. Cara ‘Lembut’ Untuk Sehat
      2. Post Injury Exercise
      3. Olahraga Seru Saat Car Free Day
      4. Olahraga Saat Puasa Itu Harus!
      1. Olahraga Seru Bersama Keluarga
      1. Kegel: Senam Untuk Semua
      2. Miliki Perut Rata Segera
      1. Pulihkan Kondisi dengan Berolahraga
      2. Pilihan Olahraga Yang Menyenangkan
      3. Olahraga jauhkan stress
      1. Olahraga Minim Cedera
      2. Permainan yang Membakar Kalori
      1. Olahraga Minim Cedera
      2. Bugar dengan Tai Chi
      1. Mendongkrak Metabolisme Tubuh
      1. Melawan Rasa Takut Berolahraga
      1. Menjajal Olahraga Beregu
      1. Belajar Berenang dengan Aman
      1. Olahraga dalam Keseharian
      1. Terobsesi Memiliki Tubuh Langsing
      1. Serunya Bersepeda Bersama Keluarga
      2. Empat Rahasia Sukses Berolahraga
      1. Tetap Berolahraga Saat Puasa
      1. MILO Junior Indonesia Open

ARTIKEL SEJENIS


    1. Makan Tiga Kali Porsi Berbeda, Mengapa?
    2. Konsumsi Buah Sebelum atau Sesudah Makan?
    3. Protein Ikan untuk Otak Anak
    4. Yuk Ajari Asisten Rumah Tangga Menjadi Pakar Kuliner di Rumah
    5. Bagaimana Menggunakan Kekuatan Kata-Kata?

Promosi

Yuk, Main Di Luar!

Ditulis oleh Prevention

Beberapa orang berpikir bahwa mereka perlu berolahraga bila mereka gemuk, begitu pula dengan anak-anak. Bagaimana menghentikan kebiasaan terlalu banyak nonton TV dan berhenti mengemil lalu mulai kegiatan di luar ruangan?

 

Pesatnya perkembangan teknologi informasi menawarkan berlimpah kemudahan, baik yang mengarah pada kebaikan seperti akses terhadap informasi dan pengetahuan, dan juga yang mengarah pada hal yang dapat berdampak kurang baik pada proses tumbuh kembang anak, seperti hiburan, games, dll. Hiburan tersebut dapat menghipnotis anak-anak kita sehingga mereka enggan ke luar rumah dan asyik di depan gadget yang dimilikinya .

Tidak hanya itu, sekarang ini kita juga mengenal istilah globalisasi makanan (food globalization) dimana berbagai jenis makanan dari berbagai belahan dunia dapat dengan mudah kita peroleh. Sehingga, hiburan (gadget) dan makanan (cemilan) telah menjadi kesatuan yang terpisahkan dari pola hidup dan keseharian anak.

Bahayakah kebiasaan tersebut?

Jika berlanjut melebihi proporsi seharusnya, sudah pasti kebiasaan tersebut dapat berakibat buruk. Misalnya:

-  Obesitas  / gangguan kesehatan

-  Kerentanan terhadap penyakit

-  Kurang oksigen yang masuk ke otak karena kurang gerak

-  Mentalnya tidak terlatih menghadapi realitas

-  Kemampuan emosional dan sosialnya tidak berkembang sesuai kenyataan

-  Dan lain-lain.

Anak-anak butuh bergerak seoptimal mungkin untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan kawan sebayanya sebagai sarana untuk pengembangan-diri.

Tapi, ini tidak berarti kita harus mengharamkan gadget, ngemil, atau menikmati hiburan layar kaca lho Bunda! Sehingga, yang dibutuhkan untuk membentuk pola hidup anak adalah menanamkan keseimbangan.

Mengatur keseimbangan pola hidup si kecil

Simak yuk Bunda hal yang sebaiknya Bunda lakukan untuk untuk mengatur keseimbangan pola hidup si kecil!

-  Membuat aturan yang telah kita disepakati dengan anak-anak, misalnya berapa jam boleh bermain dengan gadget. Namanya anak-anak, tentu butuh kontrol, butuh monitor, butuh pendekatan dengan cara yang beragam. 

-  Membuat program riil yang bisa dijalankan anak, seperti naik sepeda seminggu 3 kali atau yang lain. Intinya, jangan hanya menyuruh dan mengeluh lalu memarahi karena cara ini tidak akan efektif untuk mendidik si kecil. 

-  Mendukung usaha anak untuk latihan mengontrol diri, misalnya tidak berlebihan memberi uang jajan, tidak menyediakan makanan yang berlebihan di kulkas, dll.

-  Jangan memanjakan anak dengan ruangan yang terlalu nyaman dan menarik untuk bermain dengan gadget. Begitu kita sediakan ruangan, gadget, dan cemilan yang mengasyikkan, sudah pasti anak-anak kita tergoda untuk berlama-lama. Buatlah seminim dan sesederhana mungkin.

-  Jangan beri anak terlalu banyak privasi. Misalnya menaruh peralatan teknologi di ruangan tertutup dan jarang diakses orang tua. Taruhlah di tempat umum yang bisa dimonitor!

-  Melatih mental anak dengan memberi tanggung jawab sesuai perkembangannya, misalnya merapikan kamar sendiri, dan lain-lain. 

Untuk kita yang hidup di kota, terkadang tempat bermain dan teman bermain harus beli demi keamanan. Ini memang sulit kita hindari, karena itu Bunda harus pintar-pintar untuk memilih yang sesuai keadaan dan kemampuan kita.


 Semoga bermanfaat!