Promosi

Sate Khas Senayan

Ditulis oleh Reinhart Poli

Restoran ini memposisikan dirinya sebagai resto yang menyajikan hidangan Indonesia yang umum ataupun biasa kita temui dirumah dengan rasa yang lezat. Sejarah resto ini sudah ada sejak tahun 1974  bermula dengan nama Satay House didaerah seputaran Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta. Masih satu grup dengan perusahaan yang memiliki gerai apotik dan peralatan kesehatan; ternyata keberadaannya makin kuat dengan lebih dari 15 gerai termasuk tipe express dan Tesate. SKS (sate khas Senayan) menawarkan 100% hidangan Indonesia dan yakinlah: masakan Indonesia itu sudah terkenal lezat juga sehat karena dibuat dari bahan segar dan banyak sayuran hampir disemua jenis masakan. Ini salah satu hal yang jadi pertimbangan untuk hidup lebih baik dan lebih sehat…walau bersantap diluar rumah; bisa kok…

Hari menjelang Minggu sore, pilihan yang menjawab semua selera tua juga muda adalah hidangan Indonesia. Berlokasi di Salemba, resto yang memiliki lebih dari 100 kursi ternyata masih lumayan penuh. Tapi kami mendapat tempat tanpa harus lama menunggu dan segera memesan hidangan dari buku menu yang sangat ekstensif karena pilihan banyak masakan yang sangat beragam. Tapi yang menyenangkan ialah, harga yang pantas. Sayapun memutuskan untuk memesan beberapa hidangan andalan seperti: sate ayam bumbu Blora, gado-gado, sate cumi, tahu telur dan  minuman; agar lebih meringankan kerja pencernaan. Teh es tawar dan es kopi tetes jadi pilihan dan ditutup dengan es cendol.

Tidak lama kemudian sate ayam Blora tersaji dihadapan. Rupanya sate disajikan dengan bara api yang panas, tentunya minus asap. Tampilan yang unik, dibanding hanya sate yang diletakan dengan saus diatas piring seperti pada umumnya. Ternyata saus satepun juga berbeda, tidak terlalu banyak kacang dan rasanya pedas. Dikombinasikan dengan sate daging ayam (tersedia pilihan kulit) yang sudah diberi rempah, rasanya memang sangat lezat. Sate cumi-cumipun sama, pilihan pendamping ada lontong dan nasi hangat; keduanya menjadi paduan yang imbang untuk rasa terbaik daging hasil bakaran.

Hidangan lain yang dipesan juga telah datang yaitu, gado-gado dan tahu telor, keduanya menggunakan bahan segar. Sayuran pada gado-gado dimasak pas, tidak terlalu empuk ataupun mentah, ditambah saus kacang yang ringan. Rasa secara keseluruhan memang lebih ’kalem’ dibanding misalnya gado-gado yang biasa saya nikmati. Kalem berarti rempah dan bumbu yang tidak kuat, terkadang membuat rasa pedas atau manis yang dominan. Juga jumlah saus kacang tidak terlalu banyak sehingga rasa asli sayuran tidak tertutup, ini adalah fungsi ideal dari saus dimakanan. Dengan hadirnya kerupuk aci dan emping, semakin menambah nilai otentik hidangan Indonesia asli.

Sedang untuk tahu telur, tampil sederhana, bisa dibilang polos karena saya memesan tanpa taburan bubuk kacang diatasnya. Tumpukan tauge segar dan telur yang didadar dengan potongan tahu diberi saus kecap. Rasa manis, gurih dan ditambah tauge tidaklah terasa berat sebagai lauk. Sayapun menikmatinya dengan dipadu masakan yang sebelumnya. Hanya kali ini saya rasa, nasi hangat lebih ideal menemani dibanding potongan lontong beras karena saus kecapnya. Jika dibanding dengan outlet yang sate khas Senayan yan glain, semua menu akan terasa sama dengan kualitas yang juga sama.

Sate khas Senayan menggunakan konsep ’central kitchen’, satu dapur menyediakan hidangan untuk semua gerai diseluruh Jakarta. Ini juga yang membuat resto ini tidak membuka cabang diluar Jakarta; walau cabang terakhir terletak di Alam Sutera, Serpong (Banten). Kesimpulannya adalah semua bahan segar dan tampilah seragam baik rasa dan porsi selalu jadi jaminan resto yang juga satu grup dengan Tesate, Tamani, Popeyes dan tentunya Sate khas Senayan express yang teryata juga memiliki layanan catering.

Sekarang tiba giliran untuk menikmati sesuatu yang manis sebagai penutup hidangan utama, setelah sebelumnya es teh tawar telah mendampingi sesi bersantap. Segelas es cendol jadi pilihan, hanya saja kali ini terlalu manis karena batu es yang kurang banyak. Sedang es tetes kopi yang mirip dengan es kopi a la Thai menjadi jawaban atas harapan untuk menutup makan siang menjelang sore itu. Total waktu bersantap rupanya cukup singkat, hanya terdapat waktu tambahan karena pramusaji lupa membawa pesanan tahu telor. Secara keseluruhan, hidangan resto SKS (sate khas senayan) dapat diandalkan untuk direkomendasikan karena kelezatannya. SKS sesuai harapan akan hidangan nasional; hanya saja tidak perlu dibandingkan dengan hidangan a la rumahan. Soal selera, saya serahkan kepada preferensi lidah masing-masing individu, termasuk Anda. Selamat bersantap!

Restaurang remarks:

Food/makanan                     :           45

Value/harga makanan        :           4/5

Ambience/suasana             :           3/5

Service/layanan                   :           3/5