ARSIP


      1. Penuhi Kebutuhan Gizi Ibu
      1. Buah Sebagai Pelengkap Menu Keluarga
      2. Kebiasaan Makan Orangtua Membentuk Kebiasaan Makan Anak
      3. Hormon Seimbang untuk Hidup Lebih Sehat
      4. DUKUNG SI KECIL MEMBANGUN SELF IMAGE POSITIF
      5. Resto Review: Mini Love Bites
      6. PENTINGNYA BODY IMAGE POSITIF
      7. Bagaimana Menangani Growing Pains Pada Anak?
      8. Cara Tepat Memilih dan Menyimpan Telur
      9. Mengatasi Anak yang Masih Mengompol
      10. Cara Tepat Mengolah Telur
      1. Berkenalan dengan Antioksidan
      2. Agar Mendapat Manfaat Maksimal dari Makanan yang Kita Santap
      3. Sodium Tidak Sama dengan Garam Dapur
      1. Manfaat Makan Bersama Keluarga
      1. Cegah Dehidrasi saat Berolahraga
      2. Minuman Hangat Berbahan Dasar Rempah
      1. Puasa Ketika Hamil
      2. Kurma, Buah Mungil Kaya Manfaat
      3. Kapan Minum Susu Tinggi Kalsium?
      1. Benarkah Susu Tidak Boleh Dipanaskan?
      2. Mengenal Jenis Susu
      1. Perlukah Cheat Day di Akhir Pekan?
      1. Makan Tiga Kali Porsi Berbeda, Mengapa?
      2. Konsumsi Buah Sebelum atau Sesudah Makan?
      1. Hidangan Sehat & lezat untuk keluarga
      2. Appetizer dan Dessert; Apakah Perlu?
      1. Menyetok Bahan Pangan Solusi Praktis Bagi yang Sibuk
      1. Mengenal Jintan Hitam
      1. Yuk Perbanyak Asupan Kunir
      1. Nutrisi Berbagai Warna Buah dan Sayur-mayur
      2. Makanan untuk Tulang
      3. Pilih Makan yang Sehat & Menyenangkan Saat Berlibur!
      1. Mencermati Bahan Pangan Sumber Protein
      2. Manfaat Makanan Anti Oksidan untuk Wanita
      3. Snack Lezat Untuk Berdiet
      1. Umbi Talas Sumber Karbohidrat Murah Pengganti Nasi
      2. Tempe Makanan Sehat Semua Usia
      3. Manfaat Nutrisi dari Roti
      1. Mama Mia… Lezatnya Pasta Italia
      2. Mengenal Jamur Pangan Lebih Dekat
      3. Makan makanan hasil kebun sendiri
      1. 1001 Manfaat Buah Pepaya
      1. Apa Itu Angel Hair?
      2. I Love Coffee!
      3. Sahur Tidak Makan Nasi?
      4. Mengenal Jus, Smoothie, Lassi dan Milkshake
      5. Tips Makan Sehat di Luar Rumah
      1. Kopi dan Manfaatnya bagi Kesehatan
      2. Tips Agar Dapat Makan Lebih Banyak Sayur
      1. Kapan Perlu Konsumsi Antibiotika?
      1. Coklat Bagi Kesehatan
      2. Serba Serbi Dan Manfaat Mengkonsumsi Teh
      1. Kalsium, Sahabat Tulang Anda
      2. Snack Attack !
      1. 10 Manfaat Lebih Sarapan Sereal Nestlé
      1. Alternatif Pengganti Makanan Pokok
      1. Beragam Itu Lebih Sehat
      2. KOPI dan Manfaatnya bagi Kesehatan
      3. Nestlé dan Minyak Kelapa Sawit
      1. Menabung Kalsium Sebelum 35
      1. Minum Kopi, Mengapa Tidak?
      1. Manfaat Gandum Utuh Bagi Si Kecil
      1. Kegiatan Seru dan Sehat Nestlé Fun Fit Family di Bogor
      1. Memilih dan Menggunakan Minyak Sehat
      1. Gratis Mug & Buku Tulis dari DANCOW Enriched
      1. Serba-Serbi Kopi
      1. Empat Makanan Tersehat di Dunia

ARTIKEL SEJENIS


    1. Mengontrol Manisnya Hidangan Berbuka
    2. Membuat `Bento` Lucu Agar Si Kecil Makan Lebih Semangat
    3. Tips Praktis Menyiapkan Santap Sahur Bersama Keluarga
    4. Tips Menu Sehat dan Aktifitas Seru di Dapur Bersama Si Kecil
    5. Menghasilkan Hidangan Ideal Sesuai Selera yang Praktis

Promosi

Yuk Perbanyak Asupan Kunir

Ditulis oleh Dr. Handrawan Nadesul

Kunir atau kunyit bagian dari bumbu keseharian di dapur kita. Hampir tidak ada masakan yang luput ditambahkan kunir. Dari masakan basah atau menu sayur, sampai menu kering, kunir selalu hadir. Terlebih menu masakan padang, bukan saja nyaris tanpa kunir, melainkan dalam takaran yang sangat banyak. Ia penambah aroma masakan, selain meredupkan bau anyir ikan. Di luar itu kunir juga banyak manfaatnya buat kesehatan. Maka ada baiknya diperbanyak kita mengonsumsinya.

KUNIR tentu tidak dikonsumsi utuh sendiri seperti kalau kita mengonsumsi kacang atau buah. Lebih sering sebagai rempah atau campuran jamu, kalau bukan bumbu pelengkap suatu menu. Tak lazim mengunyah kunir. Sering dipakai sebagai zat warna alami yang lebih menyehatkan ketimbang zat warna kimiawi.

 

Menu mediterranean

Beruntung karena menu harian nenek moyang kita memanjakan kunir. Setiap hari tanpa sadar tubuh kita bersentuhan dengan kunir dari sayur lodeh, rendang, dan pepes teri. Kunir tidak boleh tak ada dari keranjang dapur setiap rumah tangga kita. Kalau ikan yang kita konsumsi terasa sedap dan hilang aroma amisnya, itu berkat kunir yang terserap ke dalam daging ikannya.

Menu nenek moyang sesungguhnya yang sekarang banyak dipilih orang yang ingin menjalankan hidup sehat. Menu jenis ini yang banyak memanfaatkan rempah-rempah, termasuk kunir untuk sejumlah kelebihan. Termasuk khasiat kunir sebagai penyehat tubuh kita.

Paling menonjol, kunir banyak manfaatnya untuk kesehatan saluran pencernaan. Yang sering mengeluh tidak lancar pencernaannya, terbantu dengan rutin mengonsumsi kunir. Bagi anak yang sering kembung, yang berarti saluran pencernaanya kurang begitu lancar, menambahkan kunir dalam menu hariannya, sungguh membantu. Pengidap penyakit mag atau radang lambung juga terbantu oleh sentuhan kunir.

Kunir juga disebut-sebut sebagai pereda keluhan encok. Sejumlah obat antirematik mencampurkan bahan berkhasiat kunir ke dalamnya. Bisa jadi kunir juga mengandung zat antiradang. Ada juga yang menyebutkan kunir menyerupai antimikroba atau pembunuh bibit penyakit.

Bukan saja terhadap saluran pencernaan, kunir bekerja juga sebagai antioksidan sekhasiat dengan vitamin C, vitamin E, dan betacarotene. Sering mengonsumsi kunir tentu memperoleh manfaat penting itu ketika keseharian kita makin terpapar segala anasir yang bersifat radikal bebas (free radicals).

Sejumlah masalah kulit juga terbantu oleh asupan kunir yang sering dan rutin, termasuk kasus serangan alergi. Kunir juga disebut bersifat antialergi.

 

Penambah nafsu makan

Kunir tergolong curcuma. Ada beberapa jenis kunir dan karena jenisnya kunir semakin melebar khasiatnya bagi tubuh. Salah satunya ada jenis kunir atau curcuma yang meningkatkan selera makan. Anak yang susah makannya terbantu dengan rutin memberinya kunir, selain jenis lainnya yakni temulawak.

Oleh karena hampir tanpa efek buruk, terlebih kalau kita melihat menu masakan padang, yang amat berlimpah pemakaian kunirnya, tak salah kalau kita juga menambah asupan kunir kita. Namun satu hal, jangan anggap kunir sebagai obat. Anggap saja ia sebagai peningkat kesehatan tubuh kita. Seperti halnya dengan jamu dan herbal, mereka peningkat kesehatan, dan bukan sebagai obat.

Melihat itu semua, sudah waktunya kembali ke menu nenek moyang kita. Menu yang banyak memanfaatkan segala jenis rempah, bumbu, serta aneka rimpang yang berasal dan tanah, atau yang berupa umbi. Selain ada kandungan zat berkhasiat khsusus, umbi-umbian, termasuk umbi kunir dan sekeluarganya, kaya akan mineral.

Ajarkan lidah anak semenjak kecil mengenal lebih akrab menu berkunir, rawon, lodeh, soto, serta pepes ikan yang senantiasa tidak melupakan kehadiran kunir, jauh lebih menyehatkan ketimbang menu fast food. ***