ARSIP


      1. Jangan Ragu Belajar Memasak
      1. Infused Water, Cara Baru Menikmati Buah Segar
      1. Mengenal Ragam Bumbu Masakan Eropa
      2. Bumbu Buatan, Saus & Kecap dalam Masakan Asia
      3. Mengenal Bumbu Masakan Asia
      4. Berkenalan dengan Bumbu Dapur Khas Indonesia
      5. Bumbu dari Umbi Semu dan Akar Rimpang
      6. Bumbu dari Biji dan Batang
      7. Bumbu Daun Pelezat Masakan
      8. Bekal Dari Rumah Lebih Baik
      9. Ganti Saja Bahan Masakannya!
      1. Nutrisi Esensial untuk Si Kecil yang Aktif
      1. Tanda Kasih Bunda dalam Kotak Makan Siang
      1. Menyiapkan Hidangan Buka Puasa Sehat dan Praktis
      1. Susu dalam Seni Kuliner Membuat Hidangan Lebih Nikmat, Lezat dan Bergizi
      2. Menyiasati Anak Tidak Suka Minum Susu
      3. Cara Tepat Menyimpan Susu
      1. Cara Tepat Mencuci Buah dan Sayuran
      1. Warna-warni Sayur-mayur Dan Kandungannya
      2. Cermat Mengolah Makanan Instan
      3. Yuk Ajari Asisten Rumah Tangga Menjadi Pakar Kuliner di Rumah
      4. Konsep Menu Seimbang
      5. Utak-Atik Daging Sapi
      6. Viariasi Olahan Daging
      7. All About Potatoes
      8. Rancang Menu bersama Sahabat Nestlé
      1. Makanan Beku Juga Bisa Sehat
      2. Menilik Manfaat Beras Merah
      1. Mau Langsing? Harus Cermat Memilih Karbohidrat
      1. Sarapan Pagi Yuk Nak...
      2. Hidangan Tradisional Kaya Kalsium
      1. Tips Memasak Dengan Bahan Dasar Susu & Krim
      1. Rahasia Kelezatan Masakan Nusantara
      2. Menata Dapur Ideal Rumah Tangga
      1. Pare Sayuran Pahit yang Kaya Nutrisi
      2. Memasak sebagai Relaksasi
      3. Tips Praktis Menyiapkan Santap Sahur Bersama Keluarga
      4. Membuat `Bento` Lucu Agar Si Kecil Makan Lebih Semangat
      5. Mengontrol Manisnya Hidangan Berbuka
      1. Cara Cepat Sajikan Hidangan Sayur
      2. Tip Mengolah Labu Siam
      3. Tips Mengolah Buah Sirsak
      1. Tips-Tips Bijak Mengkonsumsi Seafood
      2. Tips Mengolah Seafood
      1. Masak dengan rebus: sehat dan nikmat
      1. Penggunaan Minyak Zaitun Dalam Hidangan
      1. Mengolah Strawberry & Blueberry Menjadi Hidangan Lezat & Sehat
      2. Tips Menyimpan Kentang
      1. Menyimpan bahan hidangan dengan baik
      2. Pentingnya Membuat Rencana Menu dan Bagaimana Cara Mempersiapkannya
      3. Tips Agar Makanan Selalu Renyah
      4. Tips Membuat Hidangan Yang Menggugah Rasa Lapar Anak
      5. Tips Membuat Makanan Cepat Saji: Nugget
      6. Tips Membuat Makanan Cepat Saji yang Bernutrisi untuk Anak: berbagai Olahan Kentang
      7. Tips Membuat Makanan Cepat Saji Yang Bernutrisi Untuk Anak : SOSIS
      8. Tips membuat makanan cepat saji yang bernutrisi: Burger
      9. Menghasilkan Hidangan Ideal Sesuai Selera yang Praktis
      10. Mengawetkan Makanan Secara Alami dan Sehat
      11. Tips Membuat Hidangan Praktis, Sehat dan Sederhana Bagi Si Kecil
      12. Tips Mengurangi Penggunaan Minyak Pada Masakan
      1. Tips Mengurangi Penggunaan Minyak Pada Masakan
      2. Pentingnya Membuat Rencana Menu dan Bagaimana Cara Mempersiapkannya
      1. Cara Sehat Mengolah Daging
      1. Tips Agar Dapat Makan Lebih Banyak Sayur
      1. Tips Membuat Makanan Cepat Saji: Nugget
      2. Tips membuat makanan cepat saji yang bernutrisi: Burger
      3. Mengawetkan Makanan Secara Alami dan Sehat
      4. Menghasilkan Hidangan Ideal Sesuai Selera yang Praktis
      1. Tips Mengolah Makanan Sehat dan Lezat
      2. Tip Mengolah Makanan Sehat & Lezat
      1. Kiat Membuat Hidangan Sehat dan Lezat
      1. Merebus Telur
      2. Tips masak
      3. Masak dengan Bahan yang Beda
      1. Tips Makanan Sehat Selama Berpuasa
      2. Memotong Asparagus
      3. Melunakkan Buah Berry
      4. Memasak Telur dengan Microwave
      1. Menyegarkan Tomat
      1. Merebus Sayuran
      2. Menyeduh Teh Hijau Anda
      1. Tips Mengolah Daging

ARTIKEL SEJENIS


    1. Tips Menyimpan Kentang
    2. Seberapa Boleh Anak Minum Kopi?
    3. Sahur Tidak Makan Nasi?
    4. Perlukah Suplemen untuk Anak Prasekolah?
    5. Menyegarkan Otak Supaya Tetap Fresh

Promosi

Manfaat Lemak Bagi Anak

Ditulis oleh Dr. Handrawan Nadesul

Mendengar kata "lemak" kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai sumber penyakit yang menakutkan. Makin banyak orang terserang jantung dan stroke, yang diasosiasikan dengan lemak lah penyebabnya. Namun apakah lemak sedemikian harus ditakuti dan dijauhi? Seberapa penting lemak bagi tubuh kita dan kapan lemak menjadi berbahaya?

Tubuh kita membutuhkan lemak, sebagaimana halnya juga membutuhkan karbohidrat dan protein. Zat lemak bagian dari nutrisi utama dalam menu harian manusia. Artinya, memang harus senantiasa hadir dalam menu di meja makan rumah, kalau tidak ingin sampai menderita kekurangan gizi.

Arti lemak bagi tubuh

Seperti setiap hari kita mengkonsumsi nasi, ubi, sagu, atau jagung, tubuh tidak boleh kehilangan asupan lemak juga. Dan sebagian besar lemak harus datang dari apa yang kita konsumsi, karena yang tubuh produksi sebagian adalah jenis lemak kolesterol.

Lemak yang berasal dari makanan hadir dalam bentuk gliserol dan asam lemak (fatty acid). Oleh pencernaan, lemak diolah sesuai dengan kemampuan tubuh untuk menyerapnya, dan menjadi bahan yang siap dipakai. Untuk itu selain butuh enzim pemecah lemak dalam pencernaan, metabolisme lemak tubuh juga memerlukan empedu.

Ada lebih dari sepuluh fungsi lemak bagi tubuh yang perlu kita cermati. Fungsi utama tentu sebagai sumber tenaga. Kandungan kalori lemak paling tinggi di antara dua sumber nutrisi utama yaitu protein dan karbohidrat. Kalau yang dua ini satu gramnya hanya menghasilkan 4 kilokalori, maka berat lemak yang sama menyumbangkan 9 kilokalori atau dua kali lebih banyak.

Itu berarti sepotong gajih hewan yang kita konsumsi, kalau dihitung hampir sama nilai kalorinya dengan sepiring nasi. Dua potong pisang goreng kalau diperas minyak gorengnya bisa sesendok makan atau setara dengan setengah piring nasi.

Fungsi lemak lainnya, sebagai pembentuk membran dan struktur sel-sel tubuh sekaligus pengantar sejumlah zat serta penyerap vitamin yang larut dalam lemak, yakni vitamin A,D,E, dan K. Itu sebabnya mereka yang menu hariannya miskin lemak, berisiko kekurangan keempat jenis vitamin itu. Berdiet yang ditafsirkan secara keliru, sehingga orang sama sekali tidak mengkonsumsi lemak, sering mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan gizi yang sebetulnya tidak perlu. Begitu pula bila terjadi pada tubuh anak yang tengah bertumbuh.

Lemak juga sebagai alat transpor berbagai zat dalam metabolisme tubuh, di samping sebagai bahan pembuat hormon tubuh, khususnya hormon seks. Kekurangan lemak berisiko menipisnya produksi hormon seks tubuh. Bagi anak juga hormon pertumbuhannya.

Adanya lapisan lemak di bawah kulit sebagai gajih lebih dari sekadar bantalan penyangga tubuh, melainkan juga pengatur suhu tubuh (insulator), sehingga tubuh mampu menyesuaikan dengan suhu yang kelewat panas atau kelewat dingin. Untuk tujuan yang sama, lemak juga membungkus organ-organ tubuh supaya tahan terhadap goncangan.

Bagi tubuh wanita, adanya bantalan lemak berfungsi juga sebagai peraut sosok kecantikan. Karena kehadiran lemak di bawah kulit tubuh maka tubuh terlihat kontur dan kesintalannya. Terhadap kulit, rambut, dan kuku, lemak menyumbangkan perannya dengan menyehatkan ketiganya.

Bukti bahwa menu berlemak juga bukan makanan terlarang, terlebih bagi anak, oleh karena lemak memberikan sejumlah jenis asam lemak esensial (essential fatty acids). Jenis asam lemak ini harus ada dalam makanan yang kita konsumsi lantaran tubuh tak bisa memproduksinya sendiri. Kekurangan asam lemak esensial sekecil apa pun menjadikan tubuh tidak sehat. Ambil contoh asam lemak esensial linoleat dan linolenat, yang kini ditambahkan dalam produk susu misalnya.

Menghambat pertumbuhan

Anak yang bertumbuh dalam kondisi kekurangan asupan lemak dalam menu hariannya tidak akan optimal pertumbuhannya. Bukan hanya itu, kulit pun jadi kering, fungsi metabolisme tubuh secara keseluruhan terganggu dan anak kekurangan energi untuk beraktivitas, layaknya orang yang kehabisan tenaga, lekas lelah, dan lunglai.

Lemak juga disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk gajih. Lemak cadangan ini diperlukan sewaktu tubuh sedang kekurangan pasokan makan, berpuasa, atau porsi makan yang kurang dari yang dibutuhkan tubuh untuk waktu lama. Namun apabila anak sudah kekurangan asupan lemak sejak awal, gajih sebagai cadangan energi di bawah kulit tubuhnya memang tidak ada dari semula. Maka dalam kondisi kekurangan makan, kalori diambil dari otot-otot tubuhnya yang kian lama akan kian menipis, dan tubuhnya kerempeng tinggal tulang. Seperti itu gambaran anak yang kurang gizi berat.

Bahaya bila berlebihan

Kesalahan paling umum yang kerap terjadi ihwal menu berlemak, oleh karena mengkonsumsi menu tinggi kalori ini secara berlebihan. Pada satu sisi tubuh membutuhkan asupan lemak, dan tidak boleh sampai kekurangan, pada sisi lain tidak boleh berlebihan pula.

Kelebihan porsi lemak dalam menu harian tercermin pada kenaikan berat badan yang lekas meningkat. Kita melihat jenis menu sekarang cenderung boros lemak, di samping kaya akan gula. Lemak itu sendiri banyak diperoleh dari minyak goreng, mentega, susu, keju, lemak hewan, dan santan.

Namun di antara jenis lemak yang kita konsumsi sebetulnya tidak semuanya tergolong jahat dan membahayakan apabila kita tidak berlebihan mengkonsumsinya. Ambil contoh minyak zaitun (olive oil) yang tergolong lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid), juga minyak bunga matahari, minyak jagung, safflower, dan lemak buah durian dan alpukat.

Jenis lemak yang tak jenuh ini menyehatkan dibanding lemak jenuh (saturated fatty acid) yang terdapat dalam minyak goreng dan kerabatnya itu. Lemak jenuh tetap dibutuhkan, namun porsinya harus jauh lebih sedikit daripada lemak tak jenuh.

Dalam lemak juga terkandung jenis lemak kolesterol. Sebenarnya dalam menu harian, 90% mengandung lemak gliserol dan hanya 10% kolesterol, seperti diperoleh dari telur dan jeroan. Hanya makanan yang bersumber dari hewan yang mengandung kolesterol, yang bila berlebihan tidak menyehatkan. Sumber makanan nabati tak mengandung kolesterol, tetapi lemak saja.

Jadi, selama berat badan anak selalu terjaga dalam batas berat badan idealnya, berarti asupan makan anak sudah tepat porsinya. Namun tepat porsi saja tidak cukup, karena perlu mengamati apakah keanekaragaman zat gizinya sudah lengkap berjumlah 45 jenis setiap kali makan? Sebagian dari 45 jenis zat gizi itu perlu ditempati oleh jenis menu berlemak, supaya anak bertumbuh optimal dan sehat tanpa perlu kekurangan asam lemak barang satu jenis pun.***