6 Jenis Ikan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi

a040a01b1354cbfa91e6dd2a2807fb3e551d1e28.jpeg

Ikan adalah sumber makanan yang penting dikonsumsi karena mengandung omega 3 yang berperan dalam perkembangan otak anak. Namun, tahukah Anda jika tidak semua jenis ikan baik untuk dikonsumsi karena alasan terkontaminasi? Simak ulasannya berikut ini.

Orange roughy
Orange roughy adalah salah satu menu ikan yang lezat, jika berkunjung di restoran sea food Anda akan dengan mudah menemukannya. Namun, menurut Environmental Defense Fund ikan ini mengandung tingkat merkuri yang tinggi sehingga bahaya jika dikonsumsi.

Hiu
Environmental Defense Fund menyarankan untuk tidak mengonsumsi ikan hiu, karena tingkat merkuri yang tinggi dan juga populasinya yang berada di tingkat rendah akibat penangkapan yang berlebihan. Diperkirakan sekitar 36 juta ikan hiu ditangkap setiap tahunnya. Yuk, hindari punahnya ikan hiu dengan tidak mengonsumsinya.

Escolar
Escolar, atau yang sering disebut dengan tuna putih mengandung zat lemak gempylotoxin yang memberikan rasa sangat lezat pada ikan ini, namun menyebabkan gangguan usus bagi yang mengonsumsinya. Mengonsumsi 6 ons ikan ini dapat menyebabkan diare.

Kaviar
Kaviar adalah telur ikan, biasanya diambil dari ikan paddlefish atau sturgeon. Rasanya yang lezat, membuat permintaan kaviar semakin meningkat. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan tidak baik bagi tubuh karena induk ikan hidup di area yang tercemar.

American eel
Belut Amerika atau sering disebut dengan belut perak biasanya disajikan di pinggiran piring sushi. Belut ini sangat terkontaminasi oleh merkuri dan polusi lainnya yang berbahaya jika dikonsumsi.

Udang impor
Mengapa udang impor tidak baik dikonsumsi? Karena, udang impor lebih rentan untuk terkontaminasi bahan kimia dan kebersihan yang kurang dijaga sehingga bakteri E. coli mudah sekali terdeteksi pada udang impor. Itulah mengapa, lebih aman untuk mengonsumsi udang lokal.

Jika Anda adalah salah satu penggemar dari jenis ikan si atas, lebih baik segera hentikan konsumsi Anda demi kesehatan. Jangan hanya tergiur oleh rasanya yang lezat saja ya, tapi Anda juga harus memperhitungkan risiko gangguan kesehatan yang akan dialami.