Yuk, 'Tabung' Kalsium Anak dengan Susu

Tahukah Ibu, kekuatan tulang sangat dipengaruhi oleh kecukupan kalsium di usia anak? Pembentukan fondasi tulang hanya terjadi sekali seumur hidup, yakni pada 12 tahun awal hidup manusia. Sebab itu, para orang tua yang fokus dengan kesehatan anak, jangan sampai lengah menjaga asupan kalsium si kecil.

Pada masa pembentukan fondasi tulang, pasokan kalsium tak boleh kurang. Jika kurang, fondasi tulang jadi tak sempurna: tipis dan berisiko keropos. Jika terlanjur begitu, tulang jadi mudah patah karena massa-nya yang kurang padat. karenanya, konsumsi susu sebagai minuman sehat berkalsium tinggi, amat disarankan bagi buah hati Ibu.

Selain berperan penting dalam pembentukan tulang, kalsium juga berperan dalam pembentukan gigi. Kualitas gigi bukan hanya ditentukan oleh benihnya yang unggul, lho, tapi seberapa cukup kalsium dalam tubuh. Seperti tulang, gigi yang kekurangan kalsium rentan keropos dan lekas rusak. Kekurangan kalsium juga akan menghambat sejumlah kerja organ tubuh seperti otot dan jantung.

Baca Juga : Mengenal Kalsium, Si Nutrisi untuk Tulang

Meski masa kanak-kanak jadi periode emas dalam pembentukan tulang dan gigi, tapi konsumsi kalsium tak boleh berhenti di situ. Tulang dan gigi masih membutuhkan kalsium untuk menjaga kekokohannya sampai lanjut usia.

Dalam takaran minimal, tulang membutuhkan pasokan kalsium sepanjang hayat. Jika kondisi tulang sudah menipis, asupan kalsium yang lebih tinggi diperlukan agar tulang tidak semakin keropos atau berisiko patah (pathological fracture). Jika tulang sudah terlanjur sakit, susu berkalsium tinggi bisa menjadi obat.

Nah, untuk memastikan kesehatan tulang dan gigi buah hati Ibu, jangan sepelekan asupan kalsiumnya sejak dini. Susu sebaiknya dikonsumsi sejak kecil dan susu tinggi kalsium sebaiknya dikonsumsi sejak usia remaja. Ibu hamil dan menyusui juga perlu minum susu untuk memberi asupan bagi anak yang dikandung atau dilahirkannya, selain untuk dirinya sendiri.

Yuk, jaga kesehatan anak dengan ‘menabung’ kalsium sejak dini. Pembentukan fondasi tulang cuma sekali seumur hidup, lho.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait