Agar Anak Aman Saat Olahraga

Olahraga wajib dilakukan sejak anak masih kecil. Bahkan bila dimulai semasih bayi, kebiasaan berolahraga membangun sosok yang sehat. Lebih dari itu, berolahraga membangun jantung yang sehat (cardio friendly) ketika kebanyakan generasi sekarang terancam penyakit jantung pada usia lebih muda. Bagaimana melindungi anak agar aman selama berolahraga, kita bicarakan di sini.

PILIHAN berolahraga boleh apa saja, intinya lebih penting bagaimana agar badan bergerak. Jadi sebetulnya, badan diajak bergerak untuk melatih jantung dan paru, selain membangun otot, tulang, dan persendian yang kokoh.

 

Kewaspadaan safety first

Sekolah dan orangtua perlu membentuk sikap waspada pada anak terhadap kejadian kecelakaan. Sikap safety first perlu dibiasakan pada anak dalam kehidupan sehari-hari. Misal, melatih anak berhadapan dengan benda tajam, dan barang pecah belah, menyeberang jalan, menghadapi lantai licin, bahan berbahaya di rumah, serta ancaman gigitan serangga dan binatang buas. Ancaman yang sama bisa terjadi saat berolahraga, maka saat melakukan olahraga anak perlu dibiasakan untuk selalu mengutamakan keamanan dirinya dan orang lain yang berada di sekitarnya ketika ia berolahraga.

Kecelakaan saat berolahraga bisa meliputi pada banyak tempat, dan keadaan. Anak sendiri perlu dipersiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan tercedera. Resiko terjatuh, terpeleset, tersandung, terinjak beling atau paku, dan segala yang mengancam bolamata, bisa terjadi selama berolahraga. Bahkan ketika sekadar bermain saja sekalipun.

Tentu paling aman jika olahraga dilakukan pada tempatnya, apalagi dengan memilih  tempat berolahraga yang memenuhi standar, termasuk aspek keamanannya. Lantai tempat berolahraga tidak boleh licin, atau menjadi licin saat basah. Juga lapangan berumput harus bebas dari benda tajam seperti beling, paku, atau ranting berduri.

Pastikan di bawah pohon tempat anak berolahraga bebas ancaman, misalnya ada dahan ranting, buah, atau kayu yang berpotensi meniban anak yang berada di bawahnya. Buah dari pohon kelapa, atau bahkan pelepah daun kelapa saja pun membahayakan bila menimpa kepala anak. Termasuk pagar tempat bermain bukan terpasang kawat berduri. Bebaskan anak dari bahaya yang terantisipasi seperti itu.

Selain itu anak perlu dibiasakan untuk mengenakan dan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan olahraga yang ia lakukan. Misalnya, kenakan pakaian renang ketika hendak berenang berikut pelampung yang baik jika anak memang belum mahir berenang, atau menggunakan helm sepeda ketika pergi bersepeda.

 

Kondisi anak sendiri

Jangan lupa menyiapkan anak menjelang berolahraga, kalau tidak ingin terjadi yang tak diharapkan. Jatuh pingsan bisa terjadi karena kelelahan, perut belum terisi, atau keringat berlebihan. Kalau sedang sakit, sebaiknya tidak berolahraga, atau jika masih lemah sehabis dirawat di rumah sakit, atau anak sendiri mengidap gangguan atau penyakit tertentu. Ayan, misalnya.

Bagi anak normal, perlu mengisi perut secukupnya selain cukup minum sebelum berolahraga. Sarapan menjadi penting kalau ingin kegiatan berolahraga tidak sampai bermasalah. Anak diberi tahu untuk perlu pula memerhatikan bila tiba-tiba ada keluhan sesak napas, penglihatan gelap berkunang-kunang selama atau sehabis berolahraga, agar segera menghentikan kegiatannya.

 

Teknik berolahraga

Setiap kegiatan berolahraga tentu ada tekniknya sehingga tidak merugikan badan. Pemanasan, peregangan, dan bagaimana kegiatan olahraga dilakukan sehingga tidak menimbulkan cedera, atau celaka. Teknik berlari, melompat, dan mempergunakan alat olahraga yang tepat dan benar, perlu dilatih.

Masalah acap timbul bila berolahraga bukan di tempat yang tepat, selain teknik berolahraga belum sepenuhnya anak kuasai. Bahaya tenggelam saat berenang, tergelincir di bibir kolam bila bergurau, atau ancaman lain yang sudah terantisipasikan. Selain membentuk kesadaran anak akan pentingnya keamanan diri sendiri dan orang di sekitarnya, adalah tugas guru, orangtua, dan pihak sekolah, atau pelatih yang menciptakan kegiatan berolahraga menjadi serba aman.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait