Bagaimana Menangani Growing Pains Pada Anak?

Sebagian kita mungkin sudah akrab dengan apa itu Growing Pains (GPs). Menurut pengertian yang umum, GPs adalah rasa sakit atau nyeri sementara yang dirasakan anak usia prasekolah dan muncul lagi ketika usianya berkisar 8-12 tahun.

Rasa sakit itu umumnya di sekitar kedua tungkai, paha depan, betis, dan area belakang lutut. 

Meski namanya growing pains (rasa sakit karena pertumbuhan), tapi para ahli berpendapat bukan pertumbuhan fisiknya yang menimbulkan rasa sakit. Dugaan kuatnya tertuju pada aktivitas fisik yang aktif di siang hari.

Itulah kenapa sebagian besar GPs muncul di malam hari. Bukan berarti munculnya hanya  di waktu malam, namun ini jarang terjadi. Apakah ini berbahaya? GPs memang disepakati bukan penyakit, tapi bisa membuat kualitas tidur si Kecil sangat terganggu. Bahkan jika intensitasnya tinggi, maka orangtua disarankan berkonsultasi ke dokter.

Berikut ini beberapa rasa nyeri pada anak yang disarankan untuk dikonsultasikan dengan dokter:

•Jika nyeri pada tungkai tidak reda hingga di pagi hari dan aktivitas anak sangat terganggu. 
•Jika nyerinya itu terkait dengan suatu trauma akibat benturan pada fisiknya. 
•Jika nyerinya itu disertai dengan gejala lain, misalnya   kemerahan dan bengkak di persendian, demam, pincang, kemerahan di kulit area tungkai, lemas, lelah, dan tidak nafsu makan.

Untuk anak yang sudah bisa bicara dengan jelas, mungkin kita lebih mengerti apa keluhannya, tapi yang perlu perhatian adalah jika si kecil belum bisa menjelaskan apa yang dirasakannya. Sikap dan penanganan orangtua secara umum disarankan antara lain: 
 
•Jangan tunjukkan kepanikan Anda pada anak, lebih-lebih bertanya dengan nada mendesak seperti proses interograsi. Tunjukkan ketenangan dan empati pada apa yang dirasakan.

•Jelaskan mengenai apa itu GPs dengan bahasa yang bisa dipahami anak. Akan lebih baik bila disertai pengalaman kita atau hasil bacaan kita sehingga anak mengerti.
  
•Lakukan pemijatan ringan untuk mengurangi rasa nyeri.

•Regangkan kedua tungkai anak secara pelan-pelan.

•Kompres air hangat di daerah yang nyeri atau mandi air hangat.

•Gendong, peluk, atau berilah sentuhan kasih sayang untuk mengurangi rasa nyeri dan membuat anak merasa lebih nyaman.

•Sarankan untuk beraktivitas fisik secukupnya di siang hari, jangan sampai berlebihan supaya tidak memancing datangnya GPs 

Itulah beberapa tindakan yang bisa kita lakukan untuk proses pembelajaran si kecil dalam menangani GPs. Jika paginya normal kembali, kita bisa mengajak si kecil untuk menandai (labelling) kondisi ini dan belajar menanganinya.

Kesalahan fatal yang dilakukan orangtua adalah memarahi si anak seolah-olah ini adalah akibat dari kesalahannya atau mengabaikannya seolah-olah ini tidak ada apa-apanya hanya karena si anak tidak bisa menjelaskan apa yang dialami. Bertanya, mendengarkan, dan bertindak dengan empati seringkali menjadi solusi yang sakti untuk menangani GPs ini.

Share artikel ini:

Artikel Terkait