vote

Bahagia Setiap Saat

Richard Wagner, seorang komponis musik klasik tenar asal Jerman, pernah berkata, “Joy is not in things. It is in us.”

  • Rate Artikel ini

Richard Wagner, seorang komponis musik klasik tenar asal Jerman, pernah berkata, “Joy is not in things. It is in us.” Lalu, bagaimana caranya agar rasa sukacita bisa terus bersemi di dalam hati kita?

Kedamaian hati. Bahagia. Sukacita. Tiga hal ini sudah semakin jauh dari hidup kita yang ramai akan kesibukan yang menguras mental dan tenaga. Padahal, semuanya bisa didapat jika kita mau membuka diri. Sedikitnya waktu sering jadi alasan. Menikmati
matahari pagi? Mana sempat! Lebih baik cepat mandi. Nanti terlambat dan kena macet! Mendengar cerita anak-anak tentang pengalaman baru di sekolah? Aduh, lagi sibuk, nanti saja, ya!

Beban tanggung jawab mengalihkan perhatian kita. Hal rutin dalam hidup luput dari mata. Bunga mawar akan layu dan berkembang lagi. Matahari selalu terbit dan tenggelam. Tapi jika mau jeda sejenak dan meresapi keindahan dari peristiwa itu, kita bisa dapat anugerah sukacita lebih mendalam. Dan, kesehatan yang lebih baik.

Ketika sedang senang, kita bisa mudah meresapi makna pengalaman demi pengalaman yang dijalani. Tapi, bagaimana dengan saat sedih? Ternyata, berusaha merefleksikan hal-hal positif di tengah kedukaan justru memberi manfaat lebih besar.

Berikut 10 strategi yang bisa kita gunakan agar hidup bisa lebih dipenuhi rasa sukacita.

1 BERBAGI perasaan positif

Jangan pelit bicara pada orang rumah. Nyatakan rasa senang Anda karena bisa meluangkan waktu bersama anak. Ceritakan ke suami tentang pujian dari bos hari ini. Berbagi kenangan dan pengalaman indah dengan orang lain adalah cara efektif agar emosi positif bertahan lama, bahkan bertambah besar.

2 CIPTAKAN kenangan

Hubungkan segala hal yang kita alami dan miliki dengan pengalaman indah. Hidup akan lebih nyaman dalam lingkup kebahagiaan. Rekam semua kejadian berkesan di hari itu, lalu ingat kembali keesokan harinya. Tapi, jangan berlebihan, agar kita tidak mati rasa. Psikolog bidang Sosial dari University of Virginia, Timothy
D. Wilson, Ph.D menganjurkan, resapi bagaimana suatu peristiwa ikut membentuk pribadi dan cara pikir kita, lalu biarkan semuanya larut dalam diri. Ingin kenangan lebih lekat? Renungkan apa yang membuat pengalaman jadi spesial. Manfaat yang didapat akan makin besar,” saran Wilson.

3 PUJI diri sendiri

Akhirnya berat badan bisa turun setelah latihan setahun penuh? Sebelum menyebar kabar sukses ini pada keluarga dan teman dekat, katakan pada diri sendiri, “Aku tahu, aku bisa melakukannya. Aku memang hebat!” Jarang orang mau memuji atau berterima kasih pada diri sendiri. Padahal, hal ini sering dilakukan pada orang lain. Mengapa bisa demikian? Karena kita merasa kurang pantas memuji diri sendiri. Padahal, sah-sah saja melakukannya. Siapa lagi yang paling peduli terhadap kita selain diri sendiri?

4 DENGARKAN indera berbicara

Pejamkan mata saat sedang mengulum sepotong coklat. Hirup udara khas di tepi laut dan rentangkan tangan lebar-lebar. Dengarkan anak kecil bermain dan tertawa lepas. Yang paling simpel: Nikmati saat sedang  menggeliatkan tubuh selepas bangun pagi. Tutup salah satu indera, fokuskan diri pada jenis indera lainnya. Pengalaman positif akan terserap optimal. Hidup jadi lebih “hidup”!

5 LIHATLAH ke bawah

Selalu memandang ke atas membuat kita merasa rendah dan kecil. Padahal saat melihat ke bawah, rasa syukur akan memenuhi hati. Apa yang membuat kita lebih sering melihat ke
atas? Karena cahaya lebih menarik dilihat daripada kegelapan. Tapi, coba pikirkan, terutama saat menghadapi kejadian buruk. Apa rasanya jika yang terjadi lebih buruk? Bersyukurlah, maka hari-hari dalam hidup kita akan jadi lebih maksimal.

6 RESAPI hingga dasar hati

Terkadang, kita bisa pakai logika dan pikiran untuk tahu kita sedang bahagia. Tapi, kadang sukacita baru terasa saat logika mundur sejenak dan rasa lebih berperan. Tak perlu menghakimi, juga menilai. Anggap dunia ini milik Anda. Orang lain tak perlu ikut campur.

7 LIHAT dari kacamata anak

Ekspresi apa yang tampak di wajah anak kecil saat melihat hal baru? Mata berbinar, berkata kagum, “Waaaaahh…”. Sangat antusias! Sudah lama kita tidak melihat  dengan “kacamata” ini. Sikap itu sering dianggap berlebihan. Padahal, jika  dilakukan, bisa memancing rasa sukacita di dalam hati, kata Bryant. Bahkan, saat kita sebenarnya sedang tidak mood. Jadi, silakan seekspresif dan seceria
mungkin.

8 JANGAN biarkan lekas berlalu

Berapa kali kita berkata, waktu lewat dengan begitu cepat, sampai tidak
terasa?  Penelitian menunjukkan, semakin cepat pengalaman positif
menghilang, semakin sulit kita menikmatinya. Namun, bila kita mau menikmati setiap menit yang berjalan dengan hati bahagia, rasa itu akan terus lekat. Bahkan ketika segalanya telah usai, sisa-sisa kegembiraan itu masih tertinggal.

9 HINDARI pikiran negatif

Bahkan yang hanya datang sekelebat saja! Misalnya, kita bersorak senang
karena dapat hadiah ulang tahun dari teman. Tiba-tiba hati kecil berkata, “Ah, hadiahnya biasa-biasa saja!” Pikiran ini bisa mengganggu totalitas perasaan kita. Plus, mematahkan semangat. Jadi, saat merasa senang, fokuskan diri dan jangan hiraukan yang lain. Termasuk “bisik-bisik” yang berasal dari orang lain.

10 KATAKAN terima kasih

Setelah bisa melihat hidup dengan mata dan hati lebih terbuka, saatnya menyebarkannya. Ekspresikan rasa terima kasih pada apa pun yang
diberikan orang lain. Undangan pesta, kiriman kue dari teman, apa saja. Bahkan,
pada orang asing yang membantu kita turun dari bus. Semua membuat kita makin senang, makin menghayati, makin bersyukur. Karena hidup ini begitu indah! utarakan gagasannya.