Benarkah Anak Terlalu Steril Mudah Sakit?

eb60ac2e012d82c174b4401e56d0ab601a2f7ad8.jpeg

Penyakit bisa dibagi menjadi dua golongan besar:infeksi bila tubuh dimasuki oleh bibit penyakit, dan kelompok lain yang bukan infeksi melainkan gangguan fungsi tubuh. Di negara sedang berkembang, penyakit infeksi lebih banyak daripada yang bukan infeksi. Terinfeksi tidaknya seseorang ditentukan oleh tiga faktor, yakni lingkungan, bibit penyakitnya, selain kondisi orang itu sendiri sebagai host. Betulkah makin steril kebiasaan seseorang, makin rentan terinfeksi, kita membahasnya di sini.

INFEKSI sendiri ada dua kelompok. Bibit penyakit yang biasa menyerang usia kanak-kanak dan infeksi yang menyerang semua umur. Maka ada penyakit khusus kelompok anak seperti cacar, dan campak, yang biasanya hanya sekali terkena seumur hidup. Infeksi oleh bibit penyakit lain bisa menyerang berulang.

 

Kalau tubuh kalah perang

Normalnya, tubuh memiliki sistem kekebalan yang senantiasa bertambah lengkap sejak anak masih dalam kandungan. Ada kekebalan yang diwariskan dari ibu, ada pula kekebalan yang dibuat oleh tubuh sehabis terserang infeksi.

Setiap kali tubuh dimasuki bibit penyakit, setiap kali pula kekebalan jenis baru dibuat untuk melawannya. Makin sering dimasuki bibit penyakit, makin bertambah jenis kekebalan tubuh dibuat. Makin kebal tubuh terhadap bibit penyakit yang pernah singgah di tubuhnya.

Kekebalan sendiri ada yang kekal untuk selamanya, ada yang bertahan beberapa tahun saja.

 

Anak yang pernah cacar air atau pernah campak kemungkinan sangat kecil untuk terserang untuk kedua kali karena kekebalan terhadap cacar air dan campak bertahan sepanjang hayat. Tidak demikian halnya dengan kekebalan terhadap flu, karena itulah orang sering berulang terserang flu.

 

Tubuh yang dimasuki bibit penyakit, mulai dari yang paling renik yaitu virus, lalu kuman, sampai parasit (cacing, malaria, jamur), tidak pasti akan jatuh sakit. Bila tubuh memenangkan peperangan melawan bibit penyakit, maka infeksi batal muncul. Pada saat batal jatuh sakit karena infeksi itu, tubuh memproduksi jenis kekebalan terhadap bibit penyakit tersebut.

 

Hanya bila tubuh kalah perang melawan bibit penyakit yang memasukinya, maka orang jatuh sakit infeksi. Tubuh kalah melawan bibit penyakit bisa dua penyebabnya. Kekebalan tubuhnya lemah atau belum terbentuk, kalau bukan sebab bibit penyakitnya kelewat ganas.

 

 

 

Infeksi alami

 

Sebetulnya setiap saat tubuh terancam oleh beraneka ragam bibit penyakit yang berada bebas di udara yang kita hirup, air yang kita minum, atau makanan yang kita telan. Termasuk yang di permukaan tanah, atau ditularkan oleh orang lain yang membawa bibit penyakit.

 

Kita tidak sadar kalau suatu saat tubuh sedang bergumul dengan suatu bibit penyakit. Yang kita tahu hanya ketika tubuh demam, nyeri tulang dan sendi, nyeri kepala, berarti awal mulai jatuh sakit infeksi. Itu berarti tubuh kalah perang melawan bibit penyakitnya.

 

Mungkin kedengarannya lebih baik hidup tidak bersih agar kebal terhadap penyakit, namun sejatinya bukan itu paradigmanya.

Kita tetap harus memilih berpola hidup bersih. Ciptakan ketahanan tubuh yang optimal dengan hidup tertib makan, berolahraga, cukup jeda serta tidur.

Tidak perlu harus sampai serba steril, cukup bersih saja. Cuci tangan, mandi, menyeka mulut, menggosok gigi, dan memilih makanan yang aman dikonsumsi.

 

Anak di negara yang serba bersih perlu mengulang imunisasi polio walau sudah remaja, karena kekebalan alami yang diperoleh dari lingkungan tidak mereka dapatkan. Sebaliknya anak-anak di negara masih berkembang, yang lingkungannya belum bersih, semua anak sudah kebal alami terhadap polio setelah usia remaja dari lingkungannya, maka imunisasi polio tidak diberikan lagi setelah usia masuk sekolah. Bukti bahwa makin steril anak, makin tidak lengkap jenis kekebalannya terhadap bibit penyakit yang beredar di alam bebas.

Menjaga kesehatan dan kebersihan harus selalu kita lakukan, dengan cara yang sewajarnya. Tidak memperdulikan tentu dampaknya akan negative, tetapi juga terlalu steril pun ternyata tidak tepat pula.***