Bermain dan Bergerak Itu Menyehatkan

Jangan sampai anak kehilangan masa bermainnya, karena dalam bermain anak juga belajar. Anak mengeksplorasi lingkungannya, alamnya, dan sosialnya. Namun bermain pun perlu ditata agar memberikan manfaat.

KEKELIRUAN pertama sebagian besar di antara kita, adalah mengambil masa bermain anak. Anak dilibatkan dalam kegiatan yang belum waktunya mereka kerjakan. Duduk belajar dan menghapal lebih lama dari waktu bermain. Sedang waktu istirahat malah dipakai nonton televisi. Dengan harapan anak tak kesana-kemari atau keluar rumah. Agar tak sulit diawasi anak disuruh duduk manis di depan layar televisi; sambil diberi makan maupun belajar. Hal ini mengakibatkan  walaupun anak belajar, namun keterampilan bersosialisasi dan berkomunikasinya terhambat. 

Rata-rata berat badan anak Australia kini melebihi generasi sebelumnya lantaran lebih banyak duduk di depan televisi. Maka pemerintah Australia melarang anak di bawah 2 tahun nonton TV, dan anak balita hanya boleh nonton 2 jam dalam sehari.

Anak yang lebih banyak duduk dan nonton televisi selain dapat mengakibatkan kegemukan juga mengganggu proses berbahasa dan latihan gerak (motorik) pun menjadi terhambat. Dan tentunya mempengaruhi kesehatan pada saat dewasa nanti.

Sejak awal, bayi sudah dilatih melakukan gerakan apa saja sehingga membangun sistem motorik yang kuat. Kondisi terbangunnya otot-otot tubuh yang jumlahnya ratusan buah itulah yang menjadikan tubuhnya lebih tangguh dan kokoh. Apabila lengan, tangan, tungkai serta kaki yang terlatih senantiasa bergerak, dan diajar melakukan bentuk-bentuk gerakan tertentu, maka kemudian akan terbangun sistem motorik yang memadai. Bukan semata membangun tenaga, melainkan juga keterampillan, serta kecekatan melakukan sebuah pola gerakan.

Namun tentu tidak bisa begitu saja mengajak anak melakukan aneka macam gerakan kalau tidak dikemas dengan kegiatan bermain. Maka bentuk permainan ikut menentukan apakah anak menjadi lebih giat mengembangkan kemampuan motoriknya, atau tidak.

Kegiatan bermain awalnya tentu sebagai bentuk kesenangan, kegembiraan, dan awal anak bersosialisasi dengan teman bermainnya. Bermain bila dikembangkan  juga membangun sikap sportif.

Manfaat bermain akan membangun sistem motorik yang kokoh, selain membentuk postur serta sosok yang tegap ateletis, juga membangun kemampuan keseimbangan tubuh yang utuh. Dalam membangun sistem motorik yang kokoh dan tangguh, alat permainan bukan yang terpenting, namun bermainnya itu sendiri.

Cukup bergerak, akan memperlancar metabolisme (mesin) tubuh yang penting untuk pertumbuhan otot dan tulang. Tidurpun jadi nyenyak; ini perlu karena  puncak produksi hormon pertumbuhan terjadi saat tidur pulas. Bergerak aktif yang membakar energi membuat anak merasa lapar.

Maka hendaknya buatkan jadwal anak tiada hari tanpa bermain dan bergerak. Kodrat anak memang selalu bergerak. Tidak perlu terlalu melindungi anak bergerak. Lebih baik membiarkan mereka bebas bergerak. Hanya apabila anak terancam berisiko membahayakan dirinya, tugas orang tua dan untuk mencegahnya. Anak juga perlu belajar dari jatuhnya untuk menguasai medan bermainnya. ***

 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait