Bolehkah Aku Menginap?

Pada dasarnya anak usia 6-12 tahun sudah mulai mengenal apa yang benar, apa yang baik, dan apa yang bermanfaat. Ini semua ia dapatkan dari pelajaran di sekolah atau dari meng-copy orangtua dan keluarga. Meskipun sudah mulai mengerti aturan dan norma, namun kemampuannya belum tinggi atau masih belum konsisten. Karena itu, mereka masih belum bisa dilepas secara total dan tetap butuh pengawasan, baik langsung atau tidak langsung.

Nah, biasanya setiap musim liburan tiba, anak kita mempunyai agenda sendiri dengan temannya, nenek-kakeknya atau juga sudah kita siapkan agenda liburan yang beda. Hal-hal mendasar apa saja yang perlu mulai kita komunikasikan dengan si dia? Dari sekian hal yang penting itu, cobalah Anda mengacu pada rumus 5K di bawah ini:

K 1 = Kesehatan. Tujuan mereka berlibur adalah untuk menyehatkan jiwa dan raganya. Jika faktor kesehatan diabaikan, tujuan liburan itu pasti tidak didapat. Kalau dia sakit, mana mungkin nikmatnya liburan bisa dirasakan? Karena itu, sangatlah penting untuk mengkomunikasikan beberapa hal yang terkait dengan kesehatan. Misalnya saja makan tepat waktu, menjelaskan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan, mempersiapkan suplemen, waktu tidur yang sehat, dan lain-lain.

K2 = Kemandirian. Untuk memudahkan dia dalam menangkap instruksi, yang mudah dihafal. Misalnya, sehabis bangun tidur apa yang perlu dilakukan, contohnya, membersihkan tempat tidur sendiri dan lain-lain. Kenapa? Kalau terlalu abstrak dan normatif (misalnya, jadilah anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan semisalnya), mungkin si Kakak belum bisa menerjemahkan seutuhnya. Remaja saja masih banyak yang belum bisa. Tentu saja semua ini harus kita sesuaikan dengan keadaan.

K3 = Kesopanan. Tentu kita sudah mengajarkan berbagai bentuk kesopanan dari kecil. Mempraktekkan dengan menggunakan pertanyaan atau penggambaran prilaku. Inipun perlu kita sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Perlu juga mulai diperkenalkan lebih tegas etika pergaulan. Misalnya, kepada orang yang lebih tua harus bagaimana, sesama harus bagaimana, dan kepada yang lebih bawah bagaimana.

K4 = Kehati-hatian. Peralatan teknologi yang canggih, mainan elektronik yang sensitif, adalah beberapa hal yang perlu kita komunikasikan. Kita perlu melatih anak-anak untuk berpikir reflektif. Maksudnya adalah jangan sampai ceroboh.

K5= Komunikasi. Ajarilah si dia bertanya kepada temannya atau orang dewasa di sekitarnya untuk hal-hal yang dia tidak tahu atau ragu. Kita pun, bila tidak mendampinginya langsung, perlu menyempatkan diri berkomunikasi dengan si anak langsung dan dengan orang dewasa di sekitarnya.

Melepaskan anak berlibur bersama orang lain atau di rumah orang lain, memang menantang. Satu sisi itu bisa meningkatkan kemampuan sosial anak, menambah pengetahuannya tentang kehidupan, dan lain-lain. Tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kita tetap butuh dialog dengan anak, dan melihat apakah anak sudah siap atau belum. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait