Camilan Sehat Saat Berolahraga

Camilan memang diperlukan, apalagi bagi anak-anak.  Selain melengkapi nutrisi, camilan berfungsi sebagai pengganjal perut menjelang waktu makan. Melihat fungsinya, berarti camilan harus dari jenis makanan dan minuman yang melengkapi, bukan sekadar jenis makanan yang fungsinya sebagai pengganjal saat menjelang lambung perlu diisi saja.

BISKUIT gandum, pisang, dan aneka buah blender adalah tiga jenis camilan yang cocok tersedia di saat-saat berolahraga. Ketiganya tergolong tinggi serat (fiber), cukup karbohidrat, dan kaya akan mineral.

Saat akan  berolahraga maupun ketika usai melakukan kegiatan fisik, tubuh membutuhkan lebih banyak karbohidrat sebagai pengganti kalori dan garam (mineral) yang hilang sewaktu, dan setelah berolahraga. Selain itu ketiganya bukan tergolong menu yang berat, sehingga perut tidak terasa penuh. Perut yang terlalu penuh membuat tidak nyaman saat berolahraga.

 

Tinggi karbohidrat

Meskipun sama-sama mengandung karbohidrat, camilan saat berolahraga tetap harus dipilih, mana yang lebih baik. Ubi, singkong, dan jagung adalah contoh jenis makanan yang tinggi karbohidrat selain kaya akan serat juga. Pilihan ubi rebus lebih menyehatkan daripada donat atau kue-kue , karena selain tinggi kandungan karbohidrat dan seratnya, ubi juga mengandung hormon awet muda DHEA. Ubi juga dinilai lebih akrab dengan usus kita daripada terigu, gula pasir, minyak, dan mentega dalam donat.

Jagung rebus, singkong goreng, atau kolak talas lebih menyehatkan dibandingkan cake atau pie yang mengandung terlalu banyak gula, dan penuh mentega. Pilihan pisang rebus kalau bukan digoreng lebih menyehatkan daripada burger atau hotdog.

Di antara ragam bebuahan, pilihan pisang, terutama jenis pisang raja, paling tepat karena pisang raja selain tinggi karbohidrat, penuh vitamin A, juga kaya akan mineral kalium. Mengonsumsi pisang menjelang olahraga dinilai tepat sebagai cadangan sebelum kalori dan mineral tubuh terkuras. Hindari memilih asupan menu berprotein.

Aneka buah ini sebaiknya dikonsumsi dengan cara diblender, bukan dibuat jus dengan juicer. Mengapa? Karena ketika buah diolah dengan menggunakan blender, seluruh kandungan buah, termasuk kulit dan biji buah jika memang memungkinkan untuk dikonsumsi bisa ikut diolah. Kita tahu bahwa di kulit dan biji buah terkandung banyak mineral dan vitamin selain serat. Buah yang dibuat jus dengan menggunakan juicer kehilangan manfaat dari kulit dan biji buah, karena yang dikonsumsi hanya saripatinya saja.

Tentunya selain jenis makanan tinggi karbohidrat yang lebih beragam, jangan lupa tambahan ekstra minum. Berbeda dengan kondisi tubuh saat kita hanya duduk, berolahraga menghabiskan lebih banyak air tubuh yang terbuang keluar lewat keringat.

 

Kehilangan banyak elektrolit tubuh perlu diganti dengan minum larutan oralit, atau bisa memilih minuman pintar (smart drink). Sekurang-kurangnya bisa memilih camilan yang lebih asin, crackers misalnya.

 

 

 

Bukan menu berat

 

Kekeliruan yang sering terjadi adalah kebiasaan berolahraga sambil diikuti kegiatan kuliner, karena yang dipilih bukan camilan, melainkan yang setara dengan menu utama. Makan bakmi, bubur ayam, atau sejenis itu. Kelebihan porsi camilan untuk waktu lama bertolak belakang dengan tujuan mendapatkan tubuh yang lebih langsing melalui olahraga.

 

Jangan memilih jajanan berat yang lebih sebagai pengganti menu. Contohnya, semangkuk bakmi setara dengan asupan kalori menu utama. Termasuk bila setiap kali selesai berolahraga kita memilih soto mi, laksa, toge goreng, atau ketoprak sebagai santapan.

 

Lebih cocok memilih bubur kacang hijau, bubur jali, dan kelapa muda. Kacang hijau dan jali kaya mineral, sedang kelapa muda kaya mineral kalium. Kalium atau potassium dibutuhkan untuk kerja otot selain oleh jantung juga.

Pemilihan menu untuk menemani aktivitas olahraga kita memiliki pengaruh besar bagi hasil akhir olahraga kita. Karena itu, cermatilah apa yang kita makan di saat hendak atau selesai berolahraga.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait