Dapur: Dunia Ibu, Dunia Belajar Anak

1c15ec33e59316b5064c6b0d6399c79e2b3b3d15.jpeg

Dapur bukan semata-mata menjadi "daerah kekuasaan" Ibu. Banyak kenangan bisa terjalin di dapur, dan siapa sangka juga, ternyata dapur bias menjadi sarana belajar bagi anak.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat menyemarakkan kegiatan Anda dan si Kecil di dapur :

PERSIAPAN

  • Bacalah resep yang akan dimasak bersama si Kecil. Pilihlah menu masakan yang tidak terlalu rumit pembuatannya, agar ia dapat mengikuti proses memasak dengan baik. Sesuaikan pula usia anak dengan kegiatan yang boleh dilakukannya.
    Misalnya:
    1. Kegiatan mengaduk, menuang cairan, atau mengoles selai dapat dilakukan oleh anak berusia 3 tahun.
    2. Sedangkan anak-anak usia 4-5 tahun dapat membantu Anda menimbang atau mengangkat adonan dari oven dengan menggunakan sarung tangang khusus.

PENGAMANAN

  • Amankan dapur sebelum Anda mulai beraktivitas dengan si Kecil. Yang penting, jangan sampai tawa ceria si Kecil berubah menjadi isak tangis karena sesuatu di dapur melukainya. Jadi pastikan benda-benda tajam dan berbahaya terletak jauh dari jangkauan si Kecil.
  • Berikan contoh penggunaan dan dampingi si Kecil ketika memakai alat-alat dapur elektrik, seperti blender, mixer, rice cooker, maupun oven.
  • Gunakan selalau sarung tangan khusu ketika berurusan dengan benda-benda yang panas. Tumbuhkan kesadaran si Kecil sejak dini akan bahayanya bermain di dekat minyak panas, api, serta kompor dan tabung gas.
  • Ingatkan si Kecil untuk selalu mematikan oven atau alat masak lain setelah menggunakannya.
  • Jagalah kebersihan dapur selama kegiatan masak-memasak berlangsung. Pastikan si Kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum memasak dan sesudahnya, mencuci semua buah dan sayuran, serta mencuci alat memasak setelah menggunakannya.

Tips: Selesai memasak, berikan pujian pada si Kecil bahwa ia telah melakukan tugasnya dengan baik sebagai asisten koki. Selanjutnya, bagaimana kalau kita kembangkan ide-ide baru soal bagaimana membuat acara masak memasak ini jadi lebih menyenangkan?Misalnya bermain restoran. Anda adalah pemilik restoran dan koki, si Kecil adalah asisten koki, dan Ayah bias berperan jadi pengunjung restorannya. Seru kan?