Etika Sehatnya Menggunakan Kamar Kecil

BAGAIMANA kita menggunakan kamar kecil juga menunjukkan siapa kita. Karena kebersihan di kamar kecil, bisa merefleksikan prilaku kebersihan kita. Menjaga kebersihan di kamar kecil penting bagi diri kita maupun orang lain yang menggunakannya. Hal ini berlaku baik di kamar kecil rumah maupun di tempat umum.

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika menggunakan kamar kecil

1. Tidak basah. Kebiasaan rata-rata orang kita menggunakan kamar kecil sehingga menjadi basah. Basahnya kamar kecil dapat merugikan karena dapat menjadikan kamar kecil menjadi kurang bersih dan lantai menjadi licin sehingga yang menggunakannya berisiko terpeleset.

2. Jika menggunakan kamar kecil umum antrilah dengan tertib dan perhatikan kepentingan orang lain. Saat mengantri di kamar mandi selain kita harus mengantri sesuai dengan giliran, jika kita masih bisa menahannya, berilah kesempatan kepada orang lain yang sudah tidak dapat menahan keinginannya menggunakan kamar kecil.

Selain itu kebiasaan berlama-lama tanpa menghiraukan keperluan orang lain yang tengah menunggu, bukan sikap yang bijak. Perhatikan juga adakah orang lain yang sedang menunggu giliran di luar.

3. Cuci tangan sebaiknya sebelum ke kamar kecil, ini penting untuk menjaga kesehatan diri kita, terutama kesehatan organ vital pribadi. Selain itu yang penting juga cuci tangan sesudah buang air, selain untuk menjaga kesehatan pribadi juga sesama.

4. Amati sebelum dan sesudah memakai kamar kecil, apakah masih ada yang belum bersih di kloset maupun di lantainya. Untuk mencegah risiko tertular bibit penyakit yang mungkin sudah mencemari bibir kloset, upayakan untuk membersihkannya terlebih dulu dengan sebelum memakainya. Bawa tisu bersabun sebelum antre untuk melap dudukan kloset, kemudian melap dengan tisu kering sesudah dan sebelum berhajat, merupakan upaya menjaga kebersihan diri dan sesama.

5. Duduk dan bukan berjongkok di kloset. Benar. Kerusakan kloset di kamar kecil umum sering lantaran penggunanya berjongkok di atas kloset, dan bukannya duduk. Ada yang karena alasan takut kotor kalau duduk, ada juga yang karena alasan tidak biasa. Bukan tak mungkin kloset jadi rusak kalau cara pakainya dengan berjongkok di atasnya. Oleh karena itu, gunakan kloset sesuai dengan aturannya.

6. Waspada memakai air dari bak kamar kecil. Air di bak kamar kecil, termasuk gayung, atau ember yang tersedia, bisa merupakan ajang penularan aneka bibit penyakit. Khususnya bagi kaum perempuan, penularan infeksi saluran kemih bisa berlangsung di sini. Air dan gayung bisa saja sudah tercemar bibit penyakit dari pemakai kamar kecil yang mengidap penyakit infeksi, seperti keputihan, atau adanya kuman lain. Memang tidak selalu begitu mudah bibit penyakit masih tetap hidup. Sebagian bibit penyakit akan mati karena tidak mampu bertahan lama di dunia luar. Namun risiko tertular menggunakan air yang mengalir masih ada. Keputihan berisiko terjadi di kamar kecil umum.

7. Tidak sembarang memilih tisu. Ada jenis tisu khusus yang memang mudah larut dalam air, sehingga dapat langsung dibuang ke dalam kloset. Tapi sebagian besar banyak yang terbuat dari bahan yang tidak dapat larut dalam air, sehingga dapat menyebabkan kloset menjadi mampet. Sembarang tisu yang dibuang ke liang kloset itulah yang membuat rata-rata kloset umum jadi mampet. Oleh karena itu, jangan membuang sampah apa saja ke liang kloset, apalagi pembalut wanita.

Beberapa kamar kecil di tempat umum, tidak tersedia air untuk membasuh, sehingga sehabis buang air hanya disediakan tisu. Tidak terbiasa memakainya, tentu akan risih, dan merasa tidak bersih. Jangan sembarang membuang bekas tisu. Masukkan ke tong sampah di kamar kecil.

Selain itu jangan lupa untuk menyiram kloset sehabis digunakan, agar orang setelah kita dapat menggunakan kamar kecilnya dengan nyaman.


8. Buanglah selalu bekas pembalut wanita ke tong sampah. Bungkus dulu dengan tisu sebelum membuangnya, agar tidak tampak darah haidnya.

Biasakan selalu cuci tangan, cuci tangan dan cuci tangan
Demi menjaga potensi penularan penyakit infeksi lewat tangan, biasakan membasuh tangan setiap kali sebelum dan sehabis dari kamar kecil. Kita menyadari bahwa segala sesuatu yang berada di kamar kecil, terutama kamar kecil umum, tidak bebas dari pencemaran segala jenis bibit penyakit. Termasuk aneka virus. Mulai dari gayung, bak, daun pintu, pegangan pintu sampai wastafel serta kran air tidak bebas dari ancaman pencemaran bibit penyakit. Semua berisiko sudah tercemar bibit penyakit dari orang yang mengidap suatu penyakit. Maka sebisa mungkin batasi untuk menyentuh bagian-bagian yang banyak disentuh orang lain, terutama pegangan pintu kamar kecil, kran air, serta kloset sendiri.

Cara sehat membasuh tangan bukan sekadar basah saja. Tidak juga sekadar bersabun saja. Karena perlu sistematis menyabuni seluruh permukaan tangan dan jemarinya agar tidak ada bagian yang terluput dari sabun juga tak luput bilas dengan air mengalir (kran). Dengan cara demikian seluruh bibit penyakit yang mungkin sudah telanjur melekat pada tangan dapat terhanyutkan.

Keringkan tangan dengan sempurna sehabis dari kamar kecil sebelum keluar, sehingga di luar kamar kecil tidak membasahi apa yang kemudian kita pegang dan sentuh. Sebaiknya tidak pula membiasakan memasukkan jemari ke liang hidung dan mulut sehabis dari kamar kecil, Bagaimana pun jemari tangan masih berpotensi menularkan bibit penyakit yang mungkin sudah terbawa di sana. Termasuk potensi menularkan virus flu burung dan flu babi.

Karena di kamar kecil umum tidak selalu tersedia pembersih seperti tisu atau sabun, biasakanlah membekali diri dengan tisu dan sabun, sebelum berpergian demi menjaga kebersihan diri dan kesehatan, terlebih jika membawa anak balita***

Share artikel ini:

Artikel Terkait