Hindari Stres di Kantor Saat Hamil

Stres bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja,termasuk selama sedang hamil. Jika kita bekerja di kantor selama masa kehamilan,tentu ada permasalahan tersendiri, bagaimana menghindari stres adalah salah satunya.

STRES berpotensi mengganggu kehamilan kalau dibiarkan berkepanjangan. Di lingkungan rumah sendiri sajastres bisa muncul, apalagi di lingkungan kantoran. Stres fisik maupun mental sama-sama perlu dihindari kalau tak ingin berakibat buruk pada kehamilan.

Beban fisik selama hamil

Selama kehamilan, seorang ibu perlu mengurangi beban fisik harian. Tidak mengangkat barang berat, atau mendorong beban berat, tidak pula sering turun-naik tangga, dan sebaiknyatidak berdiri terlalu lama. Dengan bekerja di kantor, ibu bisa mengalami kondisi kelebihan beban fisik, dan itu perlu dihindari.

Kondisi fisik lain, seperti keluhan varices muncul kalau wanita hamil berdiri terlalu lama. Kehamilan itusendiri bisa mengundang varices juga. Sedang pada kehamilan yang cukup besar mungkin saja muncul nyeri pinggang (sciatic) kalau posisi duduk tidak benar, selain itu juga selalu ada risiko terjatuh.

Untuk mengendurkan kondisi kelebihan beban fisik, perlu diselingi jeda lebih sering ketika sedang bekerja. Mungkin setiap 2 jam sekali perlu mengubah posisi tubuh, dengan selingan bangkit dari duduk, dan berjalan-jalan barang sejenak.

Yang juga tidak menyehatkan adalah udara dalam ruangan kantor (sick building syndrome) bila ventilasi kurang kurang baik, kadar oksigen rendah, dan udara dibanjiri aneka gelombang elektromagnetik dari peralatan elektronik kantor, termasuk mesin fotokopi. Jika memungkinkan, sempatkan berbaring sejenak di waktu istirahat.Bagi yang mengidap varices tungkai, menyelonjorkan kedua tungkai agak tinggi bisa mengurangi keluhan pegal dan letih pada tungkai. Kalau menguasai latihan relaksasi, lakukanlah juga.

Beban mental

Di kantor, seperti halnya dalam kehidupan, kita menghadapi sejumlah stresor yang tidak sama pada setiap orang. Tekanan, konflik, frustrasi, dan krisis sebagai stresor bisa datang bersamaan, atau gabungan beberapa dari empat stresor itu.

Tidak semua orang akan jatuh stres kalau memikul stresor itu. Bukan besar dan lamanya stresor yang bikin orang jatuh stres, melainkan seberapa kokoh ketahanan jiwanya. Orang yang jatuh stres menghibahkan penderitaan jiwanya ke dalam keluhan badan. Sering mual, inginmuntah, jantung berdebar, nyeri kepala, berkeringat dingin, dan rasa gelisah merupakan beberapa bentuk keluhannya. Sekecil apa pun kondisi stres berpengaruh buruk terhadap anak yang sedang dikandung, selain juga memperburuk bila ada morning sickness, maka harus dikendurkan.

Ketika stres mental menyerang, debar jantung lebih kencang dari biasa. Ulangi menghela napas dalam 10-15 kali selama duduk tenang di kantor.

 

Hormon stres (corticotropin releasing hormone) membanjir dalam darah sehingga tensi darah bisa ikut naik, selain berkeringat dingin, dan badan jadi letih.

Yang rentan mengalami stres sebaiknya menolak bekerja lembur. Lembur dan kerja malam hari meningkatkan stresor juga. Ibu hamil perlu menyusun skala prioritas tugas agar bobot kerja tidak menumpuk. Beban kerja menumpuk berpotensi menambah beban jiwa. Membiasakan meditasi saat jam istirahat bisa bantu mengendurkan stres juga.

Share artikel ini:

Artikel Terkait