Ingin Rutin Lari Pagi? Baca Dulu 5 Mitos Lari Ini

Rutin melakukan lari pagi memiliki banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, namun ada banyak mitos seputar lari yang sering dilakukan padahal tidak benar. Nah, agar aktivitas lari pagi menjadi optimal manfaatnya dan kita terhindar dari cedera, yuk Bu baca dulu 5 mitos seputar lari berikut ini.

 

  1. Peregangan sebelum lari harus dilakukan

Melakukan peregangan statis (static stretch) dimana kita melakukan pose peregangan untuk beberapa saat sebaiknya bukan dilakukan sebelum lari, tetapi justru setelah lari. Yang sebaiknya dilakukan sebelum lari adalah melakukan gerakan pemanasan seperti jumping jack, high knees, heel flicks, leg swings dan sebagainya. Jogging juga bisa dilakukan sebagai pemanasan untuk menaikkan detak jantung.

Gambar 1. Salah satu gerakan pemanasa sebelum lari

 

 

  1. Lari semakin baik jika dilakukan setiap hari

Jika hanya sekadar jogging santai, Ibu masih bisa melakukannya cukup sering. Tetapi lari setiap hari sebenarnya dapat mengakibatkan cedera dan tubuh menjadi terlalu letih. Bagi pelari pemula atau yang berlari untuk kesehatan, hasil yang lebih optimal justru bisa didapat dengan berlari setidaknya 20 menit sehari sebanyak 2-3 kali saja dalam seminggu. Ibu bisa menyiasatinya dengan melakukan kombinasi antara lari dan olahraga lain seperti berenang, sepeda atau mengikuti kelas olahraga. Jangan lupa untuk beristirahat setidaknya 1 hari dalam seminggu sehingga otot-otot mendapat kesempatan untuk kembali normal. Selain itu, jangan memaksa berolahraga jika merasa tubuh sedang tidak fit.

 

  1. Saat lari jangan berhenti untuk berjalan

Jeff Galloway, seorang pelatih marathon legendaris yang menciptakan metode Run-Walk-Run memasukkan istirahat sambil berjalan ke dalam sesi lari. Dalam sesi ini seseorang akan selang-seling antara lari dan jalan dalam jangka waktu tertentu. Cara ini dapat membantu pemula mulai berlari dengan lebih mudah, mengurangi risiko cedera, mengembalikan energi untuk berlari lebih lama. Jika Ibu baru mulai rutin lari pagi, Ibu dapat mencoba metode seperti ini.

 

  1. Olahraga lari berbahaya bagi lutut

Mungkin Ibu sering mendengar bahwa malakukan olahraga lari dapat meningkatkan risiko lutut mengalami cedera. Mitos ini muncul karena banyak anggapan bahwa ketika lari, kaki akan mnedapat tekanan berlebih, padahal sebenarnya dengan rutin lari, tulang dan ligamen menjadi semakin kuat dan padat. Yang harus selalu diperhatikan adalah berat badan, kondisi lutut sebelum rutin berlari dan teknik yang tepat serta penting untuk melakukan pemanasan sebelum dan pendinginan setelah berlari.

 

 

  1. Saat lari sebaiknya minum minuman untuk olahraga

Saat lari pagi, atau olahraga apapun, kita harus selalu ingat untuk minum agar tidak mengalama dehidrasi. Kini banyak pilihan minuman olahraga yang ditawarkan di pasaran, tetapi bukan berarti Ibu harus mengonsumsi minuman olahraga setiap kali berlari. Jika olahraga yang Ibu lakukan kurang dari 1 jam, minum air putih sudah cukup untuk menggantikan cairan yang hilang. Minuman untuk olahraga dibutuhkan untuk mengganti elektrolit dalam tubuh yang hilang jika Ibu berolahraga lebih dari 1 jam.

Share artikel ini:

Artikel Terkait