©shutterstock

5 Kebiasaan Buruk Penyumbang Pikiran Tak Sehat

Tubuh sehat merupakan idaman hampir setiap orang di dunia. Bisa jalan-jalan ke mana saja dan kapanpun sesuai yang diinginkan. Semua itu lantaran tak ada penyakit yang membebani kinerja tubuh tampak selalu sehat. Selain fisik, kesehatan tubuh kurang lengkap rasanya bila tak diimbangi dengan pikiran yang bahagia. Itulah sebabnya beberapa orang ada yang mengeluh tak sehat sementara jika dilihat dari fisiknya tak ada yang bermasalah.

Lantas, apa saja penyebab pikiran tak sehat ini? Berikut ini informasi lengkapnya.

Terlalu banyak beban pikiran
Beban hidup yang terlalu berat kadang tidak mampu ditampung oleh otak, sehingga menimbulkan beban pikiran yang besar dan berkelanjutan. Depresi akan menghantui pikiran dan membuat kinerja menjadi tidak maksimal. Jika tidak segera diatasi dalam jangka panjang juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik tubuh.

Berjalan membungkuk
Tanpa disadari berjalan sambil membungkuk alias tidak tegap juga dapat mempengaruhi pada kesehatan akal. Journal of Behaviour Therapy and Experimental Psychiatry menjelaskan berjalan membungkuk membuat koordinasi pergerakan tubuh tak berjalan seimbang. Alasan inilah yang membuat pikiran negatif dan badmood lebih sering muncul dan membuat pikiran tak sehat.

Mempermainkan orang lain
Siapa bilang hanya korban bullying yang menderita secara psikis dan mental? Seorang psikoterapis Amerika, Erin Leonard, PhD, menyebutkan bahwa tindakan menyakiti orang lain bisa mempengaruhi pikiran menjadi tidak sehat. Walau sering menampakkan raut kebahagiaan atas sikap buruk yang sudah dilakukan ke orang lain, sebenarnya ada kecemasan dan kekhawatiran pada diri si pelaku. Otak tak bisa dibohongi dalam melakukan hal positif dan negatif. Selama si pelaku tidak mengakui dan menyadarinya, otak akan terus tertekan dan membuat memori akan kejadian tersebut terus menghantui.

Malas olahraga
Kebiasaan buruk lainnya yang ternyata membuat pikiran menjadi tidak sehat adalah kurang aktif berolahraga. Penelitian yang dihimpun dalam JAMA Psychiatry dari University of College London, mengemukakan olahraga tidak hanya menyehatkan fisik tubuh tetapi turut mendukung kesehatan pikiran. Oksigen bisa bebas mengalir ke otak hingga membuat otak lebih fokus berpikir. Metabolisme juga berjalan lebih optimal dengan rutin berolahraga, kebutuhan energi dan gizi otak pun lebih mudah tersuplai. Lebih penting lagi, olahraga dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang bisa membuat pikiran lebih bahagia.

Jadi, sebisa mungkin hindari kebiasaan buruk tersebut ya. Ingat, jangan malas berolahraga!

Share artikel ini:

Artikel Terkait