5 Trik Mudah Menikmati Martabak Favorit Tanpa Rasa Bersalah

Bu, apa sih makanan favorit Ibu? Jika jawabannya martabak, maka Ibu tak sendiri. Martabak telur maupun martabak manis, memang merupakan salah satu menu favorit orang Indonesia. Dan jika sehabis makan martabak Ibu lantas merasa bersalah karena memikirkan berapa banyak kalori yang disumbangkan martabak tersebut ke dalam tubuh, Ibu juga tak sendiri. Martabak juga bisa dibilang ‘guilty pleasure’-nya orang Indonesia, apalagi biasanya martabak dinikmati sebagai camilan di malam hari.                       

Agar Ibu tahu secara pasti, simak dulu penjelasan mengenai kandungan kalori martabak berikut ini:

  1. Martabak Telur

Martabak telur terbuat dari telur bebek atau telur ayam dengan isian daging cincang, irisan bawang mengandung kalori sekitar 350Kkal, protein sebanyak 8,5g, lemak sebanyak 25g dan karbohidrat sebanyak 24g.

  1. Martabak Cokelat Kacang

Martabak manis yang diisi dengan taburan cokelat dan kacang dan siraman susu kental manis ini mengandung kalori sekitar 177Kkal setiap potongnya, 3,5g protein, 25g karbohidrat dan 7g lemak.

  1. Martabak Keju

Martabak manis yang diisi keju dan susu kental manis ini mengandung kalori sekitar 145Kkal, 4g karbohidrat, 3,5g lemak dan 4g protein.

Nah, dengan mengetahui kandungan kalori dari setiap jenis martabak, Ibu bisa melihat bahwa martabak memang jenis makanan yang tinggi kalori sehingga untuk menikmatinya tanpa rasa bersalah, Ibu perlu tahu triknya dulu.

  1. Pilih martabak telur ayam dengan jumlah telur yang sedikit

Menu martabak telur biasanya memiliki pilihan jenis telur bebek atau telur ayam dan pilihan jumlah telur yang digunakan. Telur bebek memang lebih tinggi kandungan proteinnya dibanding telur ayam, tetapi kandungan kalorinya pun lebih tinggi. Jika Ibu ingin mengurangi asupan kalori, Ibu bisa memilih martabak dengan telur ayam saja. Atau Ibu bisa menyiasatinya dengan menggunakan telur dengan jumlah sedikit saja.

  1. Makan martabak dalam porsi yang sehat

Martabak telur maupun manis tetap mengandung gizi kok, Bu. Tetapi, mengingat kandungan kalori dan lemaknya juga tinggi, apalagi untuk dinikmati di malam hari, maka kunci dari menikmati martabak tanpa merasa bersalah adalah makan dalam porsi secukupnya saja. Yaitu sekitar 30-50gr martabak untuk sekali makan, atau 2-3 potong untuk martabak telur dan 1-2 potong untuk martabak manis.

  1. Atur menu makan lainnya

Jika Ibu memang sudah merencanakan untuk makan martabak hari itu, maka atur menu lainnya sehingga asupan kalori dan lemak secara keseluruhan tidak melampaui porsi sehat yang sebaiknya disantap. Misalnya dengan mengurangi porsi nasi atau tidak makan gorengan atau menu bersantan.

  1. Makan martabak bersama-sama

Martabak memang paling tepat jika dinikmati bersama-sama. Bukan hanya karena bisa jadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga salah satu trik untuk membatasi porsi martabak yang dimakan. Karena ada banyak orang yang sama-sama menikmati martabak, tentu semakin mudah bagi Ibu untuk membatasi porsi martabak yang dimakan.

  1. Buat martabak sendiri

Jenis isian martabak adalah salah satu penyebab tingginya kandungan kalori martabak. Dengan membuat martabak sendiri Ibu dapat mengatur jenis dan jumlah isian yang digunakan sehingga martabak yang dihasilkan menjadi lebih sehat. Misalnya dengan mengurangi taburan kacang dan susu kental manis atau dengan membuat martabak asin yang diganti menjadi martabak tahu atau martabak sayur.

Ternyata dengan trik yang tepat Ibu bisa tetap menikmati martabak dan makanan favorit lainnya tanpa rasa bersalah, bukan? Apa sih menu favorit yang ibu rasa perlu menerapkan beberapa trik saat mengonsumsinya? Share di kolom komentar, yuk!

Share artikel ini:

Artikel Terkait