@shutterstock

Agar Tak Mudah Keracunan Jamur

Rasanya yang lezat menjadikan jamur sebagai salah satu primadona yang banyak ditemui di aneka hidangan. Ada beberapa yang sering diolah menjadi sajian sedap seperti shiitake, jamur kancing, dan Portobello. Jamur juga bernutrisi tinggi dan rendah kolesterol, dalam seporsi jamur didapatkan 17,9-26,5 mikrogram selenium, 23 mikrogram folat, 7 mg B3, 290 mg potasium, dan kurang dari 1 gram lemak.

Tapi ada juga beberapa jenis jamur beracun yang mengancam kesehatan, bahkan mematikan. Kenali jenis-jenisnya agar terhindar dari keracunan ya.

Cara Mengetahui Jamur Beracun

Kecuali Anda adalah ahli dalam bidang jamur, tidak bisa mengatakan secara pasti apakah jamur tersebut beracun atau tidak hanya dengan melihatnya. Akan tetapi, lokasi tumbuh jamur dapat dijadikan indikasi jamur yang berbahaya. Jamur yang tumbuh di tanah biasanya lebih berbahaya daripada yang tumbuh di atas pohon, sedangkan jamur di hutan lebih beracun daripada yang ada di rumput.

Jack-o’-lantern (Omphalatus illudens)

Warnanya yang oranye terang seperti jeruk akan menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. Biasanya jamur ini tumbuh di dasar pohon yang terkubur. Jika memakannya, gejala keracunan akan muncul dalam 30 menit dan mereda dalam waktu 24 jam. Tanda-tandanya meliputi keluarnya air mata, keringat, dan air liur secara berlebihan, sulit bernafas, penurunan tekanan darah, mual, muntah, dan diare.

Jamur Morel Palsu (Gyromita montanum)

Jamur ini biasa tumbuh di daratan Amerika Serikat saat musim panas dan gugur. Morel yang sebenarnya berbentuk seperti sarang lebah dan dapat dimakan, sedangkan yang palsu berbentuk kusut, seperti jaringan otak. Gejala yang dapat timbul adalah mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, kram otot, dan kelelahan yang terjadi 6-48 jam setelah memakannya.

Death Caps (Amanita sp.)

Jamur ini termasuk yang paling beracun karena dapat menyebabkan kematian. Puncaknya lebar, yaitu lengket di tangan, bisa berwarna kekuningan, kecoklatan, keputihan, maupun kehijauan. Habitatnya berada di bawah pohon pinus atau oak. Gejala yang ditimbulkan adalah muntah, diare, dan kram. Setelah beberapa hari gejala akan hilang akan tetapi organ-organ internalnya sudah rusak parah dan dapat menyebabkan kematian 6-18 hari setelah konsumsi.

Destroying Angel (Cortinarius sp.)

Jamur ini mendapatkan nama tersebut karena warnanya putih bersih dan beracun. Bentuknya mirip dengan jamur kancing dan tumbuh di hutan, dekat semak, akar pohon, atau di rumput. Tanda yang dapat terjadi adalah diare, mual pada 5-12 jam setelah konsumsi. Kemudian menghilang dan kembali memburuk setelah 2 hari karena menderita gagal hati, ginjal, dan kematian.

Lebih baik hindari memakan jamur yang dipetik sendiri di alam agar tidak mengalami keracunan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait