All About Potatoes

Karena kandungannya yang kaya akan karbohidrat, umbi kentang (Solanum tuberosum L.) berpotensi menjadi alternatif sumber kalori pengganti nasi. Namun, akibat terbatasnya ide kreatif untukmengolahnya,jumlah konsumsi umbi kentang di Indonesia terbilang minim. Simak yuk bagaimana mengolah kentang yang sehat dan lezat!

Sumber karbohidrat banyak ragamnya, seperti nasi, roti, mie, pasta, singkong, ubi jalar dan kentang. Meskipun tidak sepopuler nasi, kentang memiliki tekstur yang lunak dan rasa yang relative netral.Sehingga, kentang mudah diaplikasikan dengan beragam lauk pauk dalam penyajiannya.

Mengenal kentang lebih dekat

Seperti kita ketahui, beragam jenis kentang mudah ditemukan di pasaran. Setiap jenisnya memiliki karakterisitik tersendiri dan fungsi yang berbeda-beda lho. Agar tidak salah pilih, kenali yuk aneka jenis kentang yang ada:

1.     Russet: Kentang jenis ini berbentuk bulat panjang. Warna kulit kemerahan. Kentang jenis ini lebih cocok digoreng dan dijadikan hidangan panggang.

2.     Yellow flesh: Bentuknya bulat, warnanya kuning muda agak kecoklatan. Cocok diolah menjadi pure kentang dan kentang panggang.

3.     Tolangi: warna kulit dan daging kentang berwarna ungu. Cocok direbus, diolah menjadi salad dan dimasak menggunakan microwave.

4.     Round white: bentuknya bulat, warna kulit kuning  dan daging berwarna keputihan. Cocok direbus

5.     Kentang ceri (Kentang Rendang): Warna kulit kuning kecoklatan, bentuknya bulat dan ukurannya kecil. Cocok diolah menjadi rendang kentang, dibuat kentang ongklok atau isi sup.

Kandungan Nutrisi

Kentang juga kaya akan karbohidrat. Setiap 100 g kentang mengandung kalori 80 kkal, dan 19,1 g karbohidrat. Nutrisi lain yang tidak kalah pentingya adalah protein 2,0 g, lemak 0,1, kalsium 11 mg, kalsium 26,0 mg, besi 1,1 mg dan fosfor 56 mg.

Selain itu, kentang juga kaya akan vitamin, mineral, protein dan lemak. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya akan kandungan vitamin C dimana terdapat 31mg vitamin C dalam setiap 100 g kentang. Artinya, dengan mengkonsumsi 200 g kentang per hari, kecukupan harian tubuh akan vitamin C (sekitar 60 mg/hari) dapat terpenuhi.

Mengolah Kentang

Pentingnya memperhatikan cara pengolahan kentang perlu diperhatikan agar dalam penyajiannya dapat menggugah selera makan keluarga. Mengolah kentang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti di goreng, di rebus, di kukus maupun di panggang di dalam oven.

Sebaiknya jangan mengoleh kentang terlalu lama karena nantinya dapat merusak nilai gizi, terutama kandungan vitamin dan mineral esensial yang tidak tahan pada suhu tinggi.

Sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi, kentang bisa diolah menjadi frittata kentang, kentang panggang, schotel kentang, kentang goreng, pure kentang atau mashed potatoes. Disamping itu, kentang juga bisa diolah menjadi lauk seperti prekedel kentang, nugget kentang, kering kentang hingga keripik kentang. Bagi Anda yang suka membuat kue, kentang juga bisa menjadi campuran bahan cake, brownies, donat kentang, kue lumpur hingga kroket kentang.

Kemudian, selain dimasak dalam bentuk utuh,kentang juga dapat diolah menjadi tepung. Caranya,kupas kulit kentang,  iris tipis dan jemur hingga kering. Setelah itu, giling kentang hingga lembut dan ayak untukmenghasilkantekstur tepung kentang yang sempurna. Dengan diolah menjadi tepung, kentang bisa lebih mudah diaplikasikan di dalam hidangan seperti pembuatan cake, bolu, brownies, kue kering atau substitusi bahan pembuatan roti dan kue tradisional.

Tips Menyimpan dan Mengolah Kentang

Anda pernah mengupas kentang dan berubah warna ketika di simpan? Atau kulit kentang menjadi kehijauan? Jangan berkecil hati, berikut tips cara menyimpan kentang yang baik dan benar.

1.     Seperti buah apel, kentang akan berubah warna menjadi kecoklatan ketika dibiarkan terbuka di dalam suhu ruang. Hal ini disebabkan karena terjadinya reaksi browning enzimatic (aktivitas enzim peroksidase dan katalase di dalam kentang yang berekasi dengan oksigen). Untuk menonaktifkan enzim peroksidase dan katalase, rebus kentang selama 1 menit di dalam air mendidih, kemudian rendam di dalam air dingin dan kupas.

2.     Bagaimana mencegah reaksi browning pada kentang? Caranya, rendam potongan kentang dengan larutan natrium bisulfit dengan dosis 1 g/1 lt air lalu bilas dengan air bersih.

3.     Kentang yang direndam larutan garam dapat menghasilkan tekstur renyah dan menghasilkan warna kuning kecoklatan ketika digoreng. Caranya:campur 2 sendok makan garam halus dan 1 sendok makan air kapur siri dan larutkan di dalam 1 liter air. Rendam potongan kentang selama 1 jam. Bilas dan tiriskan.

4.     Kentang mentah sebaiknya disimpan dalam suhu ruang yang sejuk, kering dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan menyimpan kentang mentah di dalam kulkas, karena akan menyebabkan kentang bertunas.

5.     Dalam proses penyimpanannya, kentang berpotensi menghasilkan racun.

Kentang yang terlalu lama di simpan dan terkena sinar matahari langsung biasanya akan merubah warna kulit kentang menjadi kehijauan. Warna hijau ini merupakan indikasi adanya zat glikoalkaloid secara berlebih sehingga berpotensi menghasilkan zat racun dalam kentang.

Untuk proses konservasi, dapat lakukan dengan kentang yang telah dikupas. Sebelumnya, lakukan proses blancing terlebih dahulu. Setelah dingin, simpan di dalam wadah tertutup rapat dan simpan di dalam kulkas. Menyimpan kentang kupas di dalam kulkas akan memperpanjang daya simpan hingga 7 hari, sedangkan menyimpan di dalam freezer akan memperpanjang daya tahan kentang 2 hingga 6 bulan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait