©shutterstock

Ayo Nak, Gerakkan Tubuhmu Biar Lebih Sehat

Di jaman modern sekarang ini, bukan pemandangan yang aneh melihat anak-anak sudah biasa memegang electronic gadget. Sering melihat orangtua mengoperasikannya, membuat si kecil gampang meniru perlakuan tersebut. Apalagi, sekarang banyak sekali aplikasi yang khusus ditujukan untuk anak-anak.

Akibatnya si kecil asyik bermain sendiri dan jarang menggerakkan tubuhnya, sehingga beresiko mengidap obesitas. Ayo Bu, ajak anak untuk bergerak ya.

Cari aktivitas yang menyenangkan

Tidak harus memaksa si kecil untuk ikut gym class atau mendaftarkannya ke klub kesehatan. Cari aktivitas fisik yang disukai anak Anda, misalnya berenang atau sekedar bermain di playground. Menurut pakar kesehatan anak Eric Small, MD., kesabaran orangtua adalah kuncinya. Akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan aktivitas fisik yang cocok dan disukai si kecil. Cobalah untuk memvariasikan beberapa kegiatan olahraga sampai mendapatkan yang diminati anak.

Ikutlah bergerak

Anak-anak menyukai kegiatan dimana  orang tua bisa menghabiskan waktu bersama-sama. Menurut Patricia Nixon, PhD., pemimpin North America Society of Pediatric Exercise Medicine, Anda bisa lebih memotivasi anak untuk melakukan olahraga, dengan meluangkan waktu bermain bersama si kecil. Ikutlah permainan lempar tangkap bola, berjalan-jalan pagi di taman dekat rumah, atau bersepeda bersama. Ibu tidak perlu membeli peralatan canggih atau mendaftarkan si kecil ke kelas fitness agar anak mau berolahraga.

Batasi penggunaan TV dan gadget

American Academy of Pediatric merekomendasikan 2 jam sebagai batas maksimal anak-anak untuk berada di depan TV maupun komputer. Baik itu melakukan aktivitas menonton TV, menggunakan internet atau bermain video game. Tapi kebanyakan anak-anak menghabiskan waktu hingga 4 jam lebih di depan TV. Ajak si kecil untuk pergi ke taman atau sekedar bermain dan berlari-lari dengan anjing kesayangan. Agar anak tidak tergoda, jangan tempatkan TV di kamar anak. Letakkan di tengah ruang keluarga untuk memudahkan pengawasan oleh orangtua.

Pujilah usaha anak

Pujilah anak untuk usaha sekecil apapun, misalnya mencoba naik sepeda atau saat keluar bermain di taman. Menurut Patricia, anak yang sering dipuji akan mudah termotivasi, terutama si kecil yang kurang berbakat dalam olahraga. Mereka cenderung takut mencoba karena malu jika gagal. Anak-anak inilah yang membutuhkan dukungan dari orangtua. Jangan berikan komentar negatif, karena hanya membuat si kecil rendah diri.

Masukkan aktivitas olahraga dalam kegiatan rutin sehari-hari keluarga Anda ya. Ayo, ajak anak-anak aktif bergerak, Bu!

Share artikel ini:

Artikel Terkait