Balita Juga Perlu Olahraga

Aktivitas fisik sejak dini tidak hanya menjadikan anak tumbuh sehat dan kuat, tapi juga bisa mencegah obesitas. Dorong balita Anda untuk aktif bergerak setiap hari.

Secara alamiah, balita memang aktif bergerak tapi bukan berarti Anda bisa santai dan lepas tangan dalam memerhatikan kebutuhan si kecil terhadap olahraga. Menurut penelitian, anak-anak cenderung menjadi kurang aktif dengan bertambahnya usia. “Ini ada hubungannya dengan pelajaran sekolah yang semakin padat. Pada akhirnya, anak lebih banyak menggunakan otak, sementara aktivitas fisiknya berkurang,” kata Dr. Nora Sutarina SpOK dari Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI. Itulah sebabnya, penting mengenalkan olahraga sejak dini sehingga aktivitas yang sehat ini bisa menjadi kebiasaan yang bertahan seumur hidup.

Banyak manfaat olahraga bagi balita, di antaranya:

  1. Memaksimalisasi keterampilan motorik dasar. Menginjak usia 4-5 tahun, anak-anak sudah menguasai kecakapan motorik dasar, seperti berjalan, berlari, dan melompat, meski belum sempurna. Sehubungan dengan itu, balita butuh berolahraga demi memaksimalkan keterampilan motorik dasar tersebut.
  2. Tumbuh kembang yang sehat. Olahraga memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan berolahraga secara teratur, kebugaran jantung dan paru-paru anak akan terjaga, postur dan keseimbangan tubuh menjadi bagus, dan otot maupun tulangnya menjadi kuat.
  3. Mencegah obesitas. Bukan hanya makanan yang sarat gula dan lemak, faktor lain seperti panjangnya jam sekolah, kurangnya fasilitas penunjang seperti taman bermain di area perumahan, asik menonton TV, bermain dengan komputer dan Playstation, bisa memicu kegemukan karena aktivitas fisik yang rendah. Olahraga yang rutin bisa mencegah anak mengalami obesitas.

Apakah jenis olahraga yang tepat?
Pada dasarnya, balita belum perlu melakukan jenis olahraga yang rumit dan penuh aturan. “Usia balita umumnya belum bisa mematuhi instruksi. Mereka cenderung senang bergerak sendiri,” begitu kata Dr. Nora. Karena itu, olahraga harus dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan sehingga anak bersedia terlibat. Jika dirangkum, sebenarnya ada tiga jenis olahraga yang baik dilakukan balita agar kemampuan motorik dasarnya maksimal.

A. Yang pertama adalah kebugaran jantung-paru meliputi lari, lompat, dan renang. Di akhir pekan, coba urungkan niat mengajak anak ke mal. Sebaiknya bawa anak berekreasi yang lebih sehat, seperti berenang. Atau, bermainlah bersama anak, misalnya kejar-kejaran, si buta, lempar-tangkap bola atau balon, lompat tali, atau lompat karet.

B. Jenis kedua adalah olahraga untuk fleksibilitas tubuh sehingga anak bisa membungkuk atau meregangkan otot dengan baik. Ini bisa diperoleh lewat senam atau tari. Jika anak perempuan Anda tertarik menari, Anda bisa memasukkannya ke sekolah balet. Anda juga bisa menciptakan permainan kecil di rumah. Misalnya, mencari harta karun. Selain menyembunyikan, Anda juga bisa menaruh ‘harta’ yang dihalangi benteng dari kursi dan kardus. Selain merangsang anak untuk bergerak, permainan ini juga melatih kecerdasan dalam memecahkan masalah.

C. Terakhir adalah olahraga yang berguna untuk menguatkan tulang dan otot, seperti memanjat. Biarkan anak belajar memanjat tangga, di rumah atau di taman bermain (tentunya di bawah pengawasan Anda).

Selain kegiatan yang menunjang optimalisasi kemampuan motorik dasar serta kognitif, anak juga perlu belajar bersosialiasi. Dorong anak agar mau aktif bermain di luar rumah bersama anak-anak tetangga. Jika tidak ada kawan sebaya di sekitar rumah, Anda bisa mendaftarkan anak untuk ikut les (renang, balet, atau olahraga lain), tentunya selama anak bersedia.

Aman Berolahraga
Lebih dari sekadar menyenangkan, olahraga juga harus tetap aman agar keselamatan anak terjaga. Berikut adalah tip dari Dr. Nora agar anak aman selama berolahraga.

>> PENGGUNAAN PELINDUNG
Misalnya, helm sepeda atau ban renang. Sekalipun si kecil menggunakan sepeda roda tiga atau sepeda roda dua dengan tambahan training wheel, atau berenang di kolam renang khusus anak, alat-alat pelindung ini tetap wajib digunakan untuk menjaga keselamatannya.

>> PENGAWASAN
Anda tak boleh lengah saat mengawasi anak yang sedang aktif bergerak untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan tanpa sepengetahuan Anda.

>> TABIR SURYA
Paparan sinar matahari bagus untuk pertumbuhan tulang. Tapi, ekspos yang berlebihan terhadap sinar UV bisa memicu kanker kulit. Lakukan tindak pencegahan dengan mengoleskan tabir surya ketika anak berolahraga di luar ruangan.

>> KONSULTASI DOKTER
Hal ini penting, khususnya bagi anak yang mengalami gangguan kesehatan, seperti asma, alergi, atau diabetes. Tanyakan kepada dokter mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta jenis olahraga yang cocok bagi anak Anda.

Share artikel ini:

Artikel Terkait