Benarkah Donat Merusak Pola Makan Sehat?

Tidak sedikit orang yang menjadikan makanan yang satu ini sebagai makanan utama, khususnya di waktu sarapan. Meskipun banyak pendapat mengatakan bahwa donat tidak baik untuk pola makan sehat, namun ia selalu menjadi santapan favorit. Duh!

Menurut ahli gizi, Rita Ramayulis, DCN, MKes, donat hanya mengandung makronutrien seperti karbohidrat, kalori, dan protein. Menurut ahli gizi, Rita Ramayulis, DCN, MKes, jumlah kalori, rata-rata sebuah donat mengandung lebih dari 200 kalori. Jika ditambahkan topping, maka jumlahnya bisa melebihi 300 kalori atau sama dengan 1/6 kebutuhan kalori harian.

Bahayakah hal tersebut? Pada dasarnya, rata-rata kebutuhan kalori seseorang dengan usia 20-30 tahun adalah 2.000 dan 2.300 kalori. Kebutuhan gula berkisar 400 hingga 460 kalori dari seluruh asupan makanan. Konversinya sekitar 4 sdm gula, tutur Rita. Pola makan sehat pun tentu menjadi tidak baik.

Baca Juga : Agar Anak Tak Mengalami Obesitas Saat Dewasa

Otomatis jika memakan lebih dari satu donat dengan variasi topping, sudah memenuhi hampir seluruh kebutuhan asupan kalori harian dan mengganggu keseimbangan pola makan sehat. Gula dan karbohidrat yang menumpuk di dalam tubuh pun akan bertransformasi menjadi lemak. Selain berat badan naik, risiko obesitas, kolesterol dan jantung pun juga muncul.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Las Palmas de Gran Canaria dan University of Granada juga menemukan bahwa konsumsi donat berlebihan dapat memperbesar lingkar pinggang dan berakibat perut menjadi buncit.

Solusi makan donat yang dianjurkan ahli gizi Rita adalah cukup makan satu donat dengan topping buah-buahan, kacang-kacangan atau biji-bijian. Donat yang dipanggang ketimbang digoreng jauh lebih baik karena memangkas 75 kalori dari proses penggorengan. Setelah memakannya, minum air putih atau konsumsi buah segar untuk menetralisir donat tersebut.

Share artikel ini:

Artikel Terkait