Cermat Mengolah Makanan Instan

Sebagian besar ibu rumah tangga merangkap sebagai wanita karir yang sibuk bekerja. Kerbatasan waktu sering menjadi kendala dalam menyiapkan masakan untuk keluarga. Solusi mudahnya adalah dengan memilih makanan instan sebagai jalan keluar. Praktis, tahan lama, mudah disimpan dan gampang diolah. Lantas bagaimana dengan kandungan nutrisinya?

Coba kita melongok isi kulkas atau lemari dapur kita.  Pasti terdapat sosis, nugget, sayuran beku, kentang beku, sarden, kornet kalengan, sereal instan bahkan mungkin makanan kemasan siap saji yang tinggal kita panaskan. Praktis memang, namun perlu kita cermati agar hidangan yang tersaji tidak hanya praktis dan lezat, namun juga sehat dan bergizi.

Selalu Periksa Tanggal Kedaluwarsa

Jangan lupa untuk selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa sebelum membeli dan mengkonsumsi makanan instan, baik yang setengah jadi maupun siap santap. Hal ini penting karena bahaya keracunan akibat kontaminasi mikroba bisa mengancam kesehatan.

Periksa Kelayakan Kemasan

Kemasan makanan berfungsi melindungi produk dari kontaminasi mikroba dan mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama distribusi atau penyimpanan. Cek keutuhan kemasan, contohnya, makanan instan dalam kaleng, apakah kondisi kaleng  masih utuh, tidak penyok, berkarat atau kembung. Jika makanan dikemas dalam wadah plastik atau aluminium foil, teliti apakah kemasan memiliki logo food grade yang aman untuk kesehatan. Kondisi kemasan yang baik ditandaidengan bentuk kemasan yang utuh, tidak robek atau terkoyak. 

Cek Label BPPOM dan DEPKES

Makanan instan yang dijual dipasaran harus lolos uji kesehatan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPPOM) sera mendapat izin edar dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia (DEPKES RI). Makanan yang memiliki label BPPOM dan ijin dari DEPKES RI menandakan makanan lolos sarat uji mutu kesehatan dan kelayakan kandungan nutrisi.

Teliti Mutunya

Mutu makanan instan bisa dilihat dari sisi warna, aroma, rasa, dan teksturnya. Makanan instan yang baik memiliki warna yang sesuai dengan bahan dasarnya. Seperti sayuran beku, harus tetap berwarna hijau segar. Kemudian, rasa juga tidak boleh memiliki indikasi rasa yang menyimpang karena hal hal tersebut menandakan kualitas makanan yang sudah tidak baik diakibatkan jamur atau tercemar bakteri pembusuk.

Selanjutnya kita dapat meneliti kualitas makanan instan dengan mencium aromanya. Aroma yang baik adalah yang segar dan khas, sesuai dengan karakteristik makanannya. Jika muncul aroma tengik, asam atau tercium bau busuk, ini menandakan makanan sudah rusak. Selain itu, tekstur makanan  juga haus dicermati. Misalnya makanan berbentuk bubuk harus berupa butiran halus, tidak bergumpal. Makanan berbentuk biji harus utuh, tidak ada bekas termakan kutu. Makanan yang kental, seperti saus tidak boleh terlihat ada lapisan terpisah atau endapan. Karena perubahan tekstur pada makanan menandakan kualitas makanan yang sudah menurun.

Simpan Pada Tempatnya

Makanan instan harus disimpan sesuai dengan jenis bahannya. Seperti sayuran beku, daging atau ice cream harus disimpan dalam freezer. Yoghurt, susu kemasan siap minum dan jus sebaiknya disimpan dalam kulkas. Sereal, mi instan atau spaghetti sebagiknya disimpan dalam tempat yang tertutup rapat, sejuk dan kering. Menyimpan makanan instan di tempat yang sesuai menjadikan makanan tahan lama dan dapat mempertahankan kualitas gizi dengan baik.

Cermati Kandungan Gizi

Periksa kandungan gizi dalam kemasan makanan instan. Memeriksa kandungan gizi menjadikan kita tau apakah makanan sesuai kebutuhan keluarga atau tidak.Hal ini penting agar kita terhindar dari ganguan kesehatan. Misalnya, untuk penderita hipertensi, obesitas atau diabetes, tentu harus membeli makanan yang rendah garam, gula, lemak dan karbohidrat. Berbeda dengan memilih produk makanan instan untuk anak. Pilih yang bergizi lengkap, kaya protein dan kalsium yang baik untuk pertumbuhannya.

Variasikan Bahan

Seringkali makanan instan  hanya mengandung salah satu kandungan gizi yang dominan. Seperti mi instan, dominan mengandung karbohidrat. Perlu diolah menjadi masakan dengan tambahan sumber protein, vitamin, mineral dan serat agar tercipta hidangan dengan komposisi gizi seimbang.

Untuk itu, sebaiknya konsumsi makanan instan yang didampingi dengan bahan makanan lain yang akan melengkapi kebutuhan gizi bagi tubuh.

Olah Sesuai Petunjuk Kemasan

Produk makanan instan biasanya menyertakan petunjuk cara pengolahan dan saran penyajian. Ikuti sesuai petunjuk agar tidak terjadi kesalahan dan kegagalan saat mengolah makanan instan.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait