Hilangkan Rasa Nyeri Lewat Pijat

Padatnya jadwal harian kadang  memaksa diri untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Bahkan, saking  kerasnya beberapa orang sampai lupa bahwa dirinya juga membutuhkan asupan dan istirahat yang cukup. Jika hal itu sering terjadi berlarut-larut, tubuh biasanya akan mengalami nyeri otot dan pegal-pegal. Maka dari itu, sesekali waktu Anda perlu membuat tubuh lebih rileks agar bisa tetap bekerja dengan maksimal. Salah satu yang dapat Anda terapkan adalah pijat.

Pijat berfungsi melancarkan peredaran darah dan membuat otot-otot tubuh menjadi lebih rileks. Jenis pemijatan yang dapat Anda pilih di antaranya adalah rileksasi. Biasanya, proses pemijatan dilakukan dengan menghadirkan aroma terapi. Bukan hanya itu saja, beberapa rileksasi juga menggunakan beberapa minyak tubuh, seperti nutmeg oil dan lemon grass yang berkhasiat memberikan kesegaran baik saat pemijatan maupun sesudahnya.

Rileksasi ini memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Selian membuat badan kembali segar, rileksasi juga membantu mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuh. Bisa juga menghancurkan tumpukan lemak dan meningkatkan proses regenerasi kulit. Dengan melakukan proses rileksasi kulit menjadi lebih bersih dan sel kulit mati menjadi lebih mudah untuk terangkat. Demikian yang disampaikan oleh Mien Rogi, Diploma CIDESCO International yang sekaligus menjadi Advisor Program and Development Treatment Martha Tilaar Spa.

Kendati demikian, tidak semua rasa nyeri dapat ditangani dengan pemijatan. Sebab, rasa nyeri memiliki banyak macamnya dalam tubuh. Sebut saja, nyeri yang terjadi akibat sakit gigi, gangguan pencernaan dan sesak napas. Ada juga nyeri yang diakibatkan oleh rematik, demam dan lipatan persendian. Nyeri-nyeri ini tak dapat dihilangkan langsung dengan proses pemijatan. Tapi, diperlukan perawatan khusus dan pengobatan intensif agar dapat sembuh secara total.

Kesimpulannya, pijat atau rilekasasi hanya akan membantu mengatasi nyeri ringan yang diakibatkan oleh rasa pegal atau capai yang berlebihan. Jika rileksasi ini terkenal di kalangan orang dewasa, lantas apa boleh juga diterapkan pada anak-anak? Mien Rogi, menjawab boleh-boleh saja. Bahkan, jika perlu sejak kecil anak-anak dikenalkan dengan pijat. Hal ini akan membantu melancarkan peredaran darah dan pembentukan fungsi organ menjadi lebih lancar.

Meski begitu, perlu diperhatikan pula mana bagian yang boleh dipijat dengan lembut atau keras, agar anak tetap nyaman selama permijatan berlangsung.

Share artikel ini:

Artikel Terkait