Ide Buruk Dalam Resolusi Tahun Baru

Sebagai penanda pergantian tahun sebagian orang rutin membuat resolusi. Hal ini sebagai langkah untuk memulai hidup yang lebih baik. Mulai dari merencanakan pola makan, mengatur agenda olahraga, sampai meluangkan waktu untuk lebih sering melakukan liburan. Meski begitu tidak selamanya resolusi yang dibuat baik, kadang pemilihan ide yang kurang tepat justru membuat resolusi tampak kurang maksimal.

Beberapa ide buruk berikut ini sering tertuang dalam resolusi tahun baru.

Menandai skala timbangan

Sekilas ide ini tampak tak lazim, tetapi sebagian orang berpikir dengan menandai skala ukuran timbangan berharap lebih sungguh-sungguh untuk menjalankan program penurunan berat badan. Realitasnya hal itu tidak akan mudah terjadi jika tidak diimbangi latihan rutin. Ashley Yandle, praktisi kebugaran Amerika menyebutkan ide menandai skala timbangan hanya akan menimbulkan depresi kala target yang diinginkan tidak tercapai.

Menjadi lebih baik dalam segala hal

Memang tak ada yang salah dengan resolusi ini. Anda bisa terus memperbaiki aktivitas Anda dalam segala bidang. Namun tetap saja memberikan dampak yang kurang baik jika terlalu berambisi melakukannya. Betsy Sobiech, praktisi kebugaran Amerika menyebutkan resolusi yang paling efektif adalah lebih spesifik agar hasilnya maksimal. Sebab, jika hanya ingin lebih baik biasanya hanya terjadi dalam kurun waktu yang lebih singkat. Target yang kurang mengerucut menjadikan ide resolusi ini kurang begitu tepat.

Menikah tahun ini

Siapa sih yang tak ingin menikah dan hidup bahagia bersama pasangan? Memasukkan menikah dalam resolusi tahun baru sebenarnya bukan masalah, tetapi yang diperhatikan adalah kesiapannya. Menikah bukan hanya membuat janji hidup bersama sampai ajal yang memisahkan, tetapi perlu kematangan fisik dan fiskal. Jika dana yang digunakan ada tak masalah, namun jika sampai menggunakan segala cara itu yang perlu menjadi pertimbangan agar tidak terburu-buru menikah tahun ini. Menikah bisa dilakukan kapan saja, lebih baik lagi jika perencanaannya cukup matang sejak jauh-jauh hari.

Menyingkirkan karbohidrat dan lemak

Walau kedua makanan ini sering ditengarai sebagai penyumbang kalori terbesar dalam tubuh, namun ide menyingkirkan karbohidrat dan lemak bukanlah ide resolusi yang baik. Menurut Ashley, karbohidrat dan lemak tetaplah sumber nutrisi yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Utamanya untuk mendukung pasokan energi dalam tubuh. Jika langsung dibuang dan mengandalkan sepenuhnya pada zat gizi lain seperti protein dan vitamin, dikhawatirkan tubuh akan mengalami malnutrisi. Cara paling tepat adalah mengurangi porsinya atau menyesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.

Sudah tahu kan kenapa ide resolusi tersebut kurang tepat untuk dimasukkan? So, let’s be smart!

Share artikel ini:

Artikel Terkait