Ingin Diet Sukses Tanpa Hambatan? Singkirkan Pola Makan Tak Sehat

Kondisinya begini. Ibu sudah berlatih di gym 2-3 minggu sekali, ikut kelas Zumba dengan rajin, tetapi berat badan tidak kunjung turun. Atau kalau pun turun, dengan laju yang pelan sekali. Jeans yang dibeli tahun lalu, yang tadinya muat, sekarang masih belum bisa dipakai.

Di mana salahnya?

Banyak orang tidak sadar, mereka punya pola makan buruk yang menghambat proses penurunan berat badan. Dan mengubah kebiasaan, seperti Ibu tahu, susahnya luar biasa. Tetapi bukan mustahil. Simak tips berikut ini untuk mengubah pola makan buruk menjadi baik, demi kesuksesan pelangsingan tubuh:

Yang pertama, lakukan perubahan kecil-kecilan dulu, jangan drastis. Misalnya,

· Awali hari dengan sarapan bergizi.

· Tidur delapan jam sehari, karena kelelahan dapat memicu Ibu makan berlebih.

· Duduk di meja saat makan, tanpa teralihkan perhatian ke hal-hal lain. Makanlah bersama pasangan atau keluarga.

· Biasakan diri untuk mulai makan ketika benar-benar lapar dan berhenti makan ketika kenyang.

· Kurangi porsi makan kira-kira 20 persen.

· Minum air putih yang banyak, dan kurangi minuman bergula.

· Cobalah memasak makanan dengan cara yang bervariasi, misalnya memanggang atau merebus, jangan menggoreng melulu.

· Gunakan kuali anti-lengket dan cooking spray, sebagai ganti minyak goreng untuk mengurangi lemak.

Langkah yang kedua adalah, lebih memperhatikan apa yang Ibu makan dan minum. Bacalah label gizi yang ditempel di produk makanan, dan perhatikan kandungan apa saja yang terdapat di dalam makanan itu. Ketika Ibu sudah mulai memperhatikan apa yang Ibu masukkan ke mulut, Ibu akan menyadari betapa pentingnya memperbaiki pola makan. Jika tidak merepotkan, ada baiknya pula Ibu membuat diary makanan, sehingga apa yang dimakan jadi lebih mudah terpantau.

Yang ketiga, buatlah rencana spesifik. Kalau sekadar “pergi ke gym lebih sering”, itu takkan membantu banyak. Rencana Ibu mesti lebih terperinci seperti “Sarapan buah tiap hari”, “Membawa bekal buah ke kantor setiap hari untuk camilan”, atau “Membeli persediaan sereal dan buah untuk sarapan”. Tapi ingat, sesuaikan rencana spesifik ini dengan gaya hidup Ibu, jangan sampai bertolak belakang.

Yang keempat, buatlah gol kecil-kecilan tiap minggu, yang nantinya berujung pada perubahan besar. Ibu ingin punya gol lebih banyak makan sayur? Maka cobalah satu jenis sayuran baru setiap minggu, hingga nanti Ibu temukan mana sayur yang paling Ibu suka. Ibu bisa juga menambahkan irisan timun ke menu makan siang, dan sebagainya. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit!

Langkah kelima, Ibu harus realistis. Jangan ngotot mendapat perubahan sesegera mungkin. Biasanya, perlu waktu sebulan untuk menciptakan kebiasaan baru. Pelan tidak apa-apa asalkan konsisten.

Yang keenam, cobalah meditasi, relaksasi, atau cara lain untuk mengatasi stres. Mengapa? Sebab banyak orang bakal tergoda kembali ke pola makan yang tak sehat manakala mereka stres. Jangan sampai Ibu seperti itu. Selamat mencoba!

Share artikel ini:

Artikel Terkait