Inilah Akibat Jika Jarang Sarapan Pagi

Sarapan adalah makanan terpenting dalam kebutuhan sehari-hari, karena sarapan baik untuk memberikan nutrisi dan energi pasca 'berpuasa' saat tidur delapan jam lebih. Sarapan berfungsi untuk menjaga energi dalam beraktivitas seharian.

Terkadang akibat bangun kesiangan, sarapan pun kerap dilewatkan ataupun hanya makan seadanya tanpa memerhatikan asupan nutrisinya yang baik. Ada beberapa hal yang harus diwaspadai jika sering melewatkan sarapan pagi. Apa sajakah itu? Para ahli kesehatan pun memaparkannya berikut ini.

 

Menurunnya Kemampuan Kognitif

Studi yang dilakukan Centers for Disease Control terhadap program sarapan sekolah menemukan bahwa anak yang tidak sarapan akan lebih sulit menerima pelajaran, menurunnya kemampuan ingatan hingga memecahkan masalah. Sedangkan mereka yang sarapan mendapatkan nilai yang lebih bagus karena memahami pelajaran dan mengingat lebih baik. Hal ini pun ternyata berlaku bagi orang dewasa saat bekerja di kantor, dengan atau tanpa sarapan.

 

Mood Buruk

Efek langsung dari melewatkan sarapan adalah gula darah menurun. Insulin dalam tubuh pun bekerja keras menghasilkan energi meskipun tubuh dalam keadaan ‘kosong’. Akibatnya akan langsung berkaitan dengan suasana hati dan reaksi otak. Hal ini diperkuat oleh studi dari BBC News World Edition tahun 2002 yang menemukan 26% orang memiliki suasana hati yang lebih baik setelah rutin sarapan.

 

Baca Juga: Kunci Gula Darah Normal dari Sarapan

 

Kegemukan

Sebagian orang menganggap melewatkan sarapan bisa mengurangi asupan kalori, namun pada kenyataannya justru menumpuk rasa lapar dan membuat makan siang lebih banyak. Studi yang dilakukan Diabetes Care Amerika kepada lebih dari 3.000 pria dan wanita, menemukan mereka yang melewatkan sarapan memiliki risiko obesitas dan tekanan darah tinggi. Keseimbangan gula darah dan insulin pun terganggu dan sehingga membuat tubuh selalu lapar.

 

Diabetes

Riset dari Harvard University School of Public Health yang meneliti kebiasaan makan dari 46,289 wanita selama 6 tahun menemukan bahwa wanita yang melewatkan sarapan memiliki 20% risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang rutin sarapan tiap hari. Risiko tersebut pun meningkat menjadi 54% bagi wanita bekerja yang tidak sarapan.

 

Gangguan Jantung

Leah Cahill dari Harvard School of Public Health menemukan risiko gangguan jantung meningkat karena tubuh dipaksa ‘berpuasa’ melebih kemampuan normal. Hal ini akan mengganggu tekanan darah, insulin, hingga kolesterol yang akhirnya mengganggu kesehatan jantung karena tubuh berusaha keras beradaptasi tanpa makanan lebih lama.

Share artikel ini:

Artikel Terkait