Jangan Asal Buang Sampah, Ini Cara Memilahnya

Tahukah Ibu, setiap jenis sampah membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk terurai. Misalnya seperti sebuah plastik yang membutuhkan waktu selama 50-100 tahun untuk terurai, kaleng bekas memerlukan waktu 80-100 tahun untuk terurai, gelas kaca terurai setelah satu juta tahun, dan styrofoam bahkan tidak dapat terurai. Sementara kertas dan karton terurai dalam hitungan bulan, dan sisa-sisa makanan serta daun daunan membusuk segera dalam hitungan pekan.

Oleh karena itu, agar rumah bersih dan sehat, sampah-sampah tersebut seharusnya dipilah-pilah menurut jenisnya. Jika berbagai jenis sampah tersebut menyatu lalu menumpuk di pembuangan akhir, bahkan hingga waktu yang lama, bisa dibayangkan akan jadi seperti apa lingkungan kita nanti?

Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah, di masa kini dan masa datang. Agar rumah bersih dan sehat, memilah sampah bisa dilakukan dengan cara yang mudah, namun mampu memberikan dampak yang besar bagi keberlangsungan lingkungan. Yuk, Bu terapkan tips memilah sampah yang mudah dan sederhana berikut ini, agar rumah selalu dalam keadaan bersih dan sehat.

 

Pisahkan Sampah Organik dan Non Organik

Langkah awal dalam memilah sampah adalah dengan memisahkan antara sampah organik dengan sampah non organik. Sampah organik adalah sampah yang mudah diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, sayuran, kulit buah, daun dan ranting.

Sedangkan sebagian besar sampah non organik tidak dapat diurai oleh alam atau mikroorganisme secara keseluruhan. Sebagian lainnya ada yang bisa diuraikan secara alami, namun membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah non organik pada rumah tangga biasanya berupa botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng.

 

Pisahkan Tempat Sampah Basah dan Kering

Sampah basah dapat menimbulkan bau tidak sedap, karena sampah basah mudah membusuk. Agar rumah bersih dan sehat, pisahkan tempat sampah basah di luar rumah, dan sampah kering di dalam rumah. Buanglah sisa makanan seperti kulit buah, tusuk sate, sisa makanan di tempat sampah luar, agar tak mudah menimbulkan bau tak sedap. Sementara untuk tempat sampah dalam rumah baiknya khusus untuk benda kering dan tak menimbulkan bau.

 

Pisahkan Sampah Elektronik

Masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya yang konsumtif, termasuk dalam pemakaian barang-barang elektronik. Jangan sembarangan dalam membuang barang elektronik bekas yang sudah tak dipakai. Sebab sampah elektronik dapat mencemari lingkungan dan juga banyak mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) yang akan memberi dampak negatif bagi manusia. Sampah elektronik mengandung bahan berbahaya, mulai dari klorin, timbal, cadmium, arsenic, dan lainnya. Oleh karena itu, sampah elektronik ini harus diolah terlebih dahulu sehingga dapat meminimalisasi efek negatif dari zat-zat beracun dan berbahaya tersebut.

 

Ubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Tak hanya menjaga kondisi rumah agar selalu berih sehat, Ibu juga bisa berkontribusi menjaga lingkungan dengan mengubah sampah menjadi pupuk kompos. Tahukah Ibu, ternyata sampah dapur bisa diubah menjadi popok kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Membuat pupuk kompos sendiri di rumah sangatlah mudah. Ibu bisa mengikuti cara sederhananya seperti ini :

- Pilih sampah sisa sayuran yang masih hijau dan belum terkontaminasi bumbu atau minyak. Potong kecil-kecil sampah tersebut

- Kumpulkan sampah sisa rumah tangga dalam ember tertutup. Sebelumnya beri lubang pada ember terlebih dahulu.

- Letakan satu bantalan di bagian atas ember plastik. Bantalan ini akan berfungsi sebagai penghangat ketika proses pembuatan kompos.

- Tuang bubuk kompos yang siap pakai.

- Masukkan sampah organik hijau yang sudah dipotong kecil ke dalam ember, lalu aduk semuanya hingga rata.

- Tutup ember menggunakan bantalan yang satu lagi. Letakan di tempat yang tidak terkena air dan terik matahari.

- Buka ember setiap 3 hari dan aduk isinya. Lakukan langkah tersebut sampai sampah organik menjadi hitam dan hancur.

- Sampah organik pun akan siap digunakan untuk pupuk kompos, setelah kurang lebih didiamkan selama satu bulan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait