Klasifikasi Olahraga Menurut Usia Anak

Anak kecil memang seolah-olah memiliki energi yang berlebih. Sebentar terlihat di sisi Anda, 1 menit kemudian sudah berkejar-kejaran dengan temannya di halaman. Senangnya melihat anak yang begitu lincah dan gembira.

Namun sayang, kecanggihan teknologi dan aneka hiburan monitor membuat anak kita seringkali lebih tertarik untuk duduk diam di depan  televisi, seru main game di komputer atau asik memainkan jemarinya di monitor layar sentuh iPad .

Jika sudah melihat hal tersebut, seyogyanya jangan membiarkan anak-anak Anda menghabiskan terlalu banyak waktunya memainkan hobinya yang kurang menyehatkan tersebut hanya karena mereka duduk manis, Bu! Jika Anda menginginkan pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal baginya, maka berikan stimulasi di samping nutrisi yang dibutuhkannya.

Seorang dokter spesialis olahraga, dr. Ade Tobing, SpKO mengatakan bahwa salah satu stimulasi yang dapat diberikan pada si kecil adalah latihan jasmani atau olahraga. Dengan latihan jasmani yang cukup, maka akan membuat si kecil menjadi aktif. Dengan berolahraga secara teratur, akan membuat kualitas hidup anak menjadi lebih baik hingga kelak ia dewasa, karena akan lebih sehat.

Ir. Mifta Novikasari, Nutrisionist dari PT. Nestle menambahkan, aktivitas fisik juga akan meningkatkan metabolisme di dalam tubuh, sehingga akan membuat penyerapan zat-zat gizi juga lebih optimal.

Menanggapi hal ini, Dr. Ade kemudian merekomendasikan setiap anak harus melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap harinya sesuai dengan usia dan kemampuan si kecil. Agar tak salah dalam memilihkan olahraga yang tepat sesuai dengan usia, berikut ini beberapa contoh olahraga yang bisa dilakukan:

Untuk usia 2- 5 tahun
Di usia ini, anak sudah dapat melakukan kegiatan motorik sederhana, seperti melompat, melempar, dan berlari. Jadi, kita dapat memberikan stimulasi kegiatan seperti naik turun tangga, melempar bola, bergulir sambil memegang bola.

Untuk usia 6-9 tahun
Pada usia ini, anak sudah mampu menendang atau memasukkan bola sesuai dengan arah yang diinginkannya karena motoriknya sudah semakin baik dan anak sudah mengetahui arah sasaran dengan baik.

Untuk usia > 10 tahun
Anak sudah mampu mengkombinasikan antara motorik dan kognitifnya, sehingga pada usia ini anak sudah dapat diterangkan mengenai aturan-aturan dalam setiap cabang olahraga yang diikuti.

Sebenarnya, semua jenis olahraga baik untuk anak. Namun, olahraga renang dinilai paling baik oleh Dr. Ade karena dapat melibatkan motorik seluruh anggota tubuh si kecil.

Share artikel ini:

Artikel Terkait