Liburan Kreatif, Liburan Produktif

Liburan kali ini dapat kita bikin yang lebih produktif lagi. Produktif dalam arti memberikan manfaat, makna, atau hasil yang lebih banyak. Maksudnya bukan semata untuk refreshing atau spending dan expending.

Supaya lebih produktif, syaratnya tentu perlu ada kreativitas. Sumber kreativitas adalah dorongan yang kuat untuk memberikan yang lebih baik atau untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dorongan itulah yang kemudian membuat kita putar otak (kreatif).

Jika kita sudah berpikir ingin memberikan hasil liburan yang tidak sekedar so-so saja, pasti otak kita akan mulai bekerja lebih kreatif. Acuan kreativitasnya apa? Untuk yang ini, kita bisa mengacu ke kebutuhan perkembangan anak, dari mulai fisik, emosi, intelek, sosial, spiritual, mental, mengenal alam, atau yang lain.

Idealnya, anak kita perlu seimbang dalam memenuhi kebutuhan perkembangan itu. Hanya saja, keseimbangan yang sempurna itu dalam prakteknya tentu saja tidak mungkin diwujudkan dalam waktu bersamaan.

Karenanya, kita perlu membikin skala kebutuhan berdasarkan mana yang prioritas (priority), mana yang penting (important), dan mana yang mendesak (urgent). Atau juga bisa kita pilih berdasarkan masalah yang sedang dihadapi anak (problem).

Sambil liburan, kita bisa mengunjungi panti asuhan atau keluarga di kampung untuk melatih kapasitas sosial anak, misalnya begitu, jika kita melihat anak kurang mengalami gesekan dengan anak lain yang status sosialnya kontras.

Bisa juga sekaligus kita manfaatkan untuk memperkenalkan dia mengenai bagaimana orang membajak sawah, menanam padi, dan seterusnya. Walaupun ini bukan prioritas, tetapi penting agar anak tidak  mengetahui kenyataan dari televisi atau koran.

Atau misalnya lagi kita melihat si anak kurang memiliki keberanian mental. Liburan kali ini bisa kita arahkan untuk menjajal permainan atau aksi yang menginspirasi dia untuk menjadi lebih berani.

Intinya,liburan kali ini dapat diolah bukan saja membuat anak senang, tetapi juga membuat dia menjadi lebih baik atau lebih kuat, atau lebih ngerti setelah memiliki perspektif lain dari hidup ini.

Yang tak kalah pentingnya adalah melatih kemampuan anak untuk menceritakan apa yang dialaminya selama liburan, entah dengan menggunakan bahasa lisan atau tulisan. Ini bisa kita pakai untuk meningkatkan kemampuan verbalnya.

Semoga bermanfaat.

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait