Makanan Beku Juga Bisa Sehat

Jenis makanan dalam bentuk beku sekarang seringkali menjadi pilihan para ibu ketika berbelanja di supermarket. Agar terhindar dari penurunan gizi, bagaimana cara menyiasatinya?

Hidangan beku memiliki keunggulan dibanding jenis bahan hidangan lain, utamanya kepraktisan tinggi dengan nilai ekonomis yg baik. Praktis karena dapat segera disiapkan, dalam hitungan kurang dari 20 menit hidangan berselera akan dapat disantap. Lebih dari itu, jika kita membeli; pilihan cukup banyak dan beragam, tersedia pada harga yang tidak terlalu tinggi. Yang jelas memiliki umur yang lebih panjang dibanding bahan hidangan segar lainnya; dan tetap memberi citarasa yang diharapkan selama disimpan dengan benar.

Sebelum membahas jauh tentang hidangan atau makanan beku, perlu juga dipahami cara menanganinya. Tidak semua bahan makanan dapat dibekukan karena tiap jenis memiliki karakter yang berbeda dari kondisi segar dan beku. Juga jangan lupakan waktu kadaluwarsa dari makanan beku, jika tidak disimpan dengan baik seperti dalam lemari pendingin bersuhu tidak konstan ataupun tidak sesuai; makanan beku akan segera rusak sehingga tidak layak dikonsumsi. Ingat ini, bakteri dalam makanan beku memang tidak berdaya dalam suhu beku; tapi segera ‘bangkit’ pada suhu ruang dan siap beraksi sehingga kesehatan kitapun dapat  terganggu karenanya.

Jadi sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi ataupun membeli (termasuk membuat sendiri), pastikan Anda sudan mengenal karakter makanan ini dan mampu menanganinya secara baik dan benar.  Untuk Anda yang membeli hidangan beku dari supermarket atau toko, segera masukan atau simpan didalam lemari pendingin yang baik setibanya dirumah. Pantau selalu temperatur dan kenali tanda-tanda hidangan beku yang baik atau tidak layak dikonsumsi. Jika hendak menyiapkan, hidangan beku jangan diletakan pada suhu ruang untuk melelehkannya, simpan didalam lemari pendingin (bagian bawah) semalam; agar mikroorganisme dan bakteri jahat tidak berkembang banyak karena kelembapan yang tinggi sewaktu proses pelumeran.

Ada banyak cara menyiasati hidangan beku sewaktu dihidangkan agar tetap memberi kebaikan nutrisi seperti jenis makanan lain.

Kuncinya ada pada kreatifitas bahan tambahan lain untuk menghasilkan hidangan lezat berbahan makanan beku.

Dimulai dengan variasikan metoda pemasakan atau pemanasan: goreng, kukus dan rebus (dengan atau tanpa kemasan). Ini akan mengurangi rasa bosan pada tampilan juga selera dilidah. Karena makanan beku tidak terbatas pada jenis gorengan seperti nugget dan kentang saja lho.

Selanjutnya kombinasikan dengan jenis makanan segar seperti sayuran yang ditumis, dengan makanan beku sebagai tambahan. Misalnya pada menu cap cay kuah, tambahkan potongan baso, udang kupas, nugget dan lainnya sewaktu memasak atau dibagian akhir. Hidangan pun lebih menggugah selera juga memberi tampilan berbeda dari menu ini. Hanya mengandalkan nutrisi dari sejenis hidangan beku tidak akan mencukupi kebutuhan Anda, juga si Kecil didalam keluarga.

Sedangkan variasi lain untuk menambah kandungan nutrisi adalah mengubah tampilan dan menggunakannya sebagai bahan sop, semur ataupun dengan saus seperti asam manis, misalnya. Dengan sop berbahan kaldu daging, hidangan beku versi goreng juga rebus akan menghasilkan nutrisi bermutu, apalagi dipadu dengan sayur potong yang segar. Lalu untuk jenis lain dari hidangan beku akan cocok dengan tambahan saus juga mayones ketika disajikan.

Akhirnya, pilihan hidangan beku bisa saja membosankan jika hanya dihidangkan langsung apa adanya. Dengan beberapa tambahan seperti yang sudah dibahas, hidangan beku tidak saja tampil beda tapi akan memberi kebaikan yang ideal sehingga layak saji. Selamat mencoba!

Share artikel ini:

Artikel Terkait