Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Jiwa dan Raga

Saat ini berkebun bukan hanya untuk sekedar hobi saja, melainkan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi semua orang, sebagai upaya membantu menjaga dan melestarikan lingkungan karena semakin berkurangnya lahan hijau dan juga terkait isu pemanasan global.

Berkebun itu bisa dimana saja, bahkan hanya sekedar di lahan terbatas. Tidak harus dengan lahan yang lapang dan luas. Di pekarangan atau sekedar di teras rumah pun juga bisa dilakukan. Kegiatan berkebun akan membawa banyak manfaat bagi kesehatan, tak hanya bagi fisik, tapi juga secara psikis, yakni tubuh dan jiwa terasa lebih sehat.

Saat berkebun tentu membuat tubuh lebih banyak bergerak. Mulai dari menggali tanah, memotong rumput, memangkas tanaman, merapikan pot, menanam bunga dan tanaman, memberi pupuk, menyiram tanaman, dan lainnya. Dari kegiatan tersebut tanpa Ibu sadari ternyata tubuh sedang melakukan pembakaran kalori.

Menurut Center for Disease Control and Prevention, saat berkebun Ibu dapat membakar hingga 330 kalori dalam satu jam. Jumlah tersebut lebih dari mengangkat beban untuk waktu yang sama.

Tak hanya itu dengan aktif bergerak saat berkebun, tentu akan membuat tubuh semakin bugar dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar, sehingga Ibu juga dapat terhindar dari risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.

Seperti kata pepatah orang bijak, “men sana in korporesano”, yang artinya di dalam tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang sehat pula”. Berkebun juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran.

Apalagi bagi orang-orang yang kesehariannya selalu berkutat pada pekerjaan di dalam ruangan. Bahkan jarang bersentuhan dengan matahari, karena berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam. Akibatnya, pikiran menjadi penat dan mudah mengalami stres. 

Menurut Anna Ranieri, PhD., seorang psikolog yang menangani konsultasi karir, berkebun bukan hanya sekedar aktifitas fisik. Interaksi dengan alam juga merupakan interaksi jiwa. Tanaman mengeluarkan oksigen yang segar dan dihirup oleh tubuh, oksigen baik tersebut lah yang dapat menurunkan tingkat stres.

Christoper Lowry, asisten profesor fisiologi integratif University of Colorado, Boulder, Norwegia, juga menjelaskan bahwa ketika menggali tanah saat berkebun, seseorang dapat terkena bakteri yang disebut Mycobacterium vaccae. Ini bukanlah bakteri yang berbahaya, justru ternyata bakteri ini dapat meningkatkan pelepasan dan metabolisme serotonin di otak. Serotonin mengontrol aktivitas fisik tubuh dan suasana hati. Jadi, bakteri ini secara tidak langsung membantu mengurangi beberapa masalah depresi.

Tak hanya itu saja, berinteraksi dengan alam melalui berkebun juga dapat mendorong produksi hormon endorfin, yakni senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang. Dengan berkebun, Ibu akan merasa diri menjadi lebih baik, lebih fokus, dan meningkatkan mood serta lebih semangat dalam menjalani kegiatan apapun.

Satu lagi kenikmatan berkebun yang akan membuat Ibu bahagia, yakni saat panen. Tentu Ibu akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa bisa dan juga kepuasan tersendiri saat merasakan buah dari hasil kebun sendiri dan membagikannya kepada orang lain.

Setelah mengetahui bahwa berkebun memiliki banyak manfaat yang luar biasa. Yuk Bu, mari berkebun!

Share artikel ini:

Artikel Terkait