Manfaat Obat Kumur

Obat kumur memang dibutuhkan, tapi tidak pada setiap keadaan. Hanya dibutuhkan apabila rongga mulut tidak bersih, sedang meradang, atau terinfeksi.

Bagi orang kota, obat kumur seolah kebutuhan rutin. Tidak seperti di masyarakat daerah pedesaan, kamar mandi orang kota umumnya dilengkapi obar kumur. Betulkah kita selalu membutuhkannya?

Faktanya adalah kita tidak memerlukan obat kumur kalau rongga mulut kita terjaga kebersihannya. Lebih dari sekadar bersih, rongga mulut juga perlu sehat dan terjaga higienisnya. Rongga mulut yang tidak bersih, selain berbau tak sedap akan memberikan habitat untuk kuman tumbuh.

Asal bibit penyakit
Rongga mulut orang normal tidak sepenuhnya bersih tanpa kuman. Berbagai jenis bibit penyakit termasuk virus ada di situ, namun umumnya bersifat jinak dan tidak mengganggu. Hanya saja bila kondisi tubuh sedang menurun, bibit penyakit di rongga mulut bisa berubah sifat menjadi ganas. Pada saat itulah rongga mulut memiliki kemungkinan terinfeksi.

Rongga mulut meradang bila terkena makanan dan minuman yang terlalu panas sehingga akan tumbuh sariawan. Kalau sariawan tumbuh, artinya terdapat lapisan selaput lendir rongga mulut yang berubah menjadi tak utuh. Kalau lapisan itu tak utuh, bibit penyakit di rongga mulut siap menerjang dan memperburuk keadaan.

Kuman di rongga mulut jenis yang jahat umumnya datang dari luar, di antaranya melalui proses berciuman. Saat dua orang berciuman, bibit penyakit di rongga mulut orang yang pertama akan menular ke orang lainnya. Maka dapat dipastikan berciuman bisa memindahkan berbagai jenis bibit penyakit, dari mulai yang jinak hingga yang ganas.

Infeksi rongga mulut menimbulkan bau tak sedap, selaput lendir mulut meradang, gusi membengkak, dan tumbuhnya seriawan. Luka selaput lendir mulut oleh kejadian tergigit sendiri pun tak jarang terjadi. Sariawan muncul bila luka tergigit tidak diredam, dan akan terinfeksi bila kebersihan rongga mulut diabaikan. Perlu diperhatikan bahwa kalau sariawan tak kunjung sembuh dan tumbuhnya di tempat yang sama, kemungkinan herpes penyebabnya. Sariawan herpes lebih sukar untuk disembuhkan.

Bibit penyakit juga bersarang di gigi yang keropos, bolong dan terinfeksi; oleh karena itu memelihara gigi yang dibiarkan rusak tidak dianjurkan. Perawatan gigi geligi menjadi syarat penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut.

Sumber bibit penyakit di rongga mulut juga berasal dari amandel. Bila kelenjar tonsil yang berada di pangkal rongga mulut bermasalah, ia berpotensi menjadi sarang kuman. Kelenjar amandel ini akan digerogoti, lalu membesar, dan bila dibiarkan akan menutupi pintu rongga mulut.

Jangan lupa, kunjungan ke dokter gigi tidak sepenuhnya aman dari kuman. Tidak semua peralatan dokter gigi suci hama sehingga menjadi ajang penular bibit penyakit. Bukan saja infeksi rongga mulut, termasuk juga infeksi virus hepatitis, HIV, dan bibit penyakit lainnya. Oleh karena itu, berkumur dengan obat setiap kali selesai berobat gigi sangat pentingnya.

Indikasi berkumur
Berkumur dengan obat diperlukan bagi mereka yang memiliki kondisi-kondisi tersebut di atas, yakni bila ada cedera selaput lendir rongga mulut, ada seriawan, amandel, gigi rusak dan bolong, infeksi gusi dan semua keadaan rongga mulut yang meradang yang membutuhkan obat kumur. Sedangkan orang sehat normal cukup berkumur dengan air setiap kali habis selesai bersantap, terutama bila mengkonsumsi yang manis-manis dan berkarbohidrat, karena dua hal tersebut yang berpotensi membuat gigi berlubang.

Berbeda halnya bila rongga mulut, gigi geligi, dan amandel sedang bermasalah. Tujuan berkumur dengan obat adalah agar keadaan rongga mulut tidak bertambah buruk. Obat kumur berisikan bahan yang mematikan bibit penyakit,. Selain untuk membunuh bibit penyakit, berkumur dengan obat berarti mempercepat penyembuhan sekiranya sedang ada gangguan rongga mulut sebelumnya.

Teknik berkumur
Berkumur ada caranya:

  • Jangan lekas-lekas membuang obat kumurnya.
  • Biarkan obat kumur tertahan di rongga mulut cukup lama.
  • Beri kesempatan obatnya membunuh dan meniadakan bibit penyakit yang bersarang. Bahkan kalau sarang bibit penyakitnya di bolong gigi, di amandel yang rusak, perlu berkumur dengan lebih keras, agar obatnya memasuki bagian rongga mulut yang paling dalam.

Hanya bila berkumur dengan intens, bibit penyakit yang bersarang di rongga mulut akan terbasmi. Berkumur yang cepat, dan segera dibuang, tidak memberi kesempatan membunuh seluruh bibit penyakit di rongga mulut.

Kelemahan obat kumur adalah terdapat beberapa jenis yang bisa menyisakan warna (staining) pada permukaan gigi. Selain itu kuman jinak yang bersahabat di rongga mulut ikut terbasmi juga. Maka lebih baik merawat rongga mulut supaya tidak sampai bermasalah dengan cara menjaga kebersihannya. Menggosok gigi perlu dilakukan dengan benar, kecukupan vitamin dan mineral juga perlu dijaga agar lapisan rongga mulut utuh, tak lapuk dan tak mudah lecet. Jangan mengkonsumsi menu yang merangsang, termasuk tidak langsung menyantap minuman atau makanan yang terlalu panas.***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait