Mau Olahraga Saat Puasa? Pastikan Ibu Sudah Memperhatikan Hal Ini!

Begitu banyak orang yang sengaja mengurangi atau bahkan menghentikan aktivitas olahraga di bulan puasa karena takut akan membuat letih atau semakin lapar dan haus. Padahal, jika dilakukan dengan cara yang tepat, olahraga saat puasa memiliki banyak manfaat, lho. Beberapa manfaat olahraga saat puasa adalah memperlancar metabolisme tubuh, mengusir rasa lesu, mengoptimalkan produksi hormon dan juga menjaga berat badan.

 

Nah, seperti yang disebut di atas, mengingat kondisi tubuh sedang tidak seperti biasanya, tentu olahraga saat puasa perlu dilakukan secara tepat. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Ibu melakukan olahraga saat puasa.

 

  • Pilih jenis olahraga yang sesuai

Saat sedang berpuasa, pilihlah olahraga dengan itensitas ringan sampai sedang seperti yoga, pilates, berjalan, jogging atau bersepeda santai. Jika memang ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi, sebaiknya lakukan setelah berbuka saat tubuh sudah mendapat asupan energi lagi.

 

  • Waktu untuk berolahraga

Kapan waktu yang tepat untuk olahraga saat puasa? Umumnya, para ahli menyarankan olahraga dilakukan 30 menit sampai 1 jam sebelum berbuka, atau 1 jam setelah berbuka. Karena, meski pada sore hari biasanya tubuh sudah terasa lemas, tetapi Anda tak perlu menunggu lama untuk bisa mengonsumsi makanan dan minuman untuk mengembalikan energi yang hilang. Pilihan lainnya adalah melakukan olahraga intensitas ringan di pagi hari karena saat ini tubuh masih memiliki berenergi dari asupan yang didapat saat makan sahur. Tubuh setiap orang tentu berbeda, karenanya kenali tubuh Ibu dalam memilih waktu olahraga yang paling tepat untuk Ibu dan jangan memaksakan diri.

 

  • Penuhi asupan gizi yang diperlukan tubuh

Saat berpuasa otomatis waktu makan kita akan berubah. Tetapi, usahakan untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh sehingga Ibu tetap sehat dan dapat mendukung aktivitas olahraga yang ingin Ibu lakukan. Salah satu strategi untuk mengurangi rasa lapar dan mempertahankan energi saat berolahraga kala puasa adalah dengan mengonsumsi karbohidrat tinggi saat berbuka agar cadangan glikogen otot menjadi maksimal. Lalu, jangan lupa untuk mengonsumsi protein dan lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat proses pencernaan.

 

  • Pastikan minum yang cukup

Saat tak berpuasa saja dehidrasi dapat terjadi jika tubuh Ibu tak mendapat asupan cairan yang cukup ketika berolahraga. Karena itu, jika hendak berolahraga saat puasa, Ibu perlu benar-benar memastikan bahwa asupan cairan yang didapat setelah berbuka dan saat sahur cukup, yaitu 1,5 – 2 Liter air mineral dalam sehari. Hal ini pula yang menjadikan waktu olahraga benar-benar harus diperhatikan. Jika hendak berolahraga di pagi hari, pilih olahraga intensitas rendah yang tak banyak mengeluarkan keringat sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi dan lakukan olahraga yang lebih berat menjelang atau sesudah berbuka.

 

Satu hal lagi, jangan lupa untuk memperhatikan sinyal yang diberikan tubuh saat Ibu berolahraga, ya. Jika Ibu tiba-tiba merasa berkunang-kunang, kemungkinan gula darah Ibu turun. Dan jika Ibu cukup lama tidak buang air kecil lalu urin berwana kuning pekat serta bibir dan lidah kering, ini merupakan tanda awal dari dehidrasi. Sebaiknya Ibu segera hentikan aktivitas olahraga jika ini terjadi. Yuk, pastikan tubuh tetap bugar dan sehat selama berpuasa.

Share artikel ini:

Artikel Terkait