Memasak Sudah Menjadi Pilihan Hidup Saya

Berawal Dari Cinta

Memasak memang bukan hal asing bagi Putri. Suasana dapur seakan telah menjadi bagian dirinya sejak kecil karena sang Ibu sering mengajaknya memasak untuk katering miliknya. Rasa bahagia yang dirasakan setiap kali mengolah aneka bahan menjadi suatu makanan, membuat Putri semakin mencintai kegiatan dapur ini. Ia tidak pernah berhenti mencoba, baik berkreasi sendiri ataupun bersama sang Ibu.

Kecintaannya pada kegiatan yang tak hanya mengandalkan pengetahuan tentang bahan makanan ini semakin meyakinkan Putri kemana ia menentukan langkah saat dewasa nanti, “Dari SMA saya sudah tahu saya mau apa, cuma satu, memasak.”

Berani Menentukan Pilihan

Meyakinkan orangtua dan keluarga besar tentang jurusan memasak yang ingin diambilnya saat kuliah nanti bukanlah perkara mudah bagi Putri. “Keluarga dan teman-teman memang banyak yang bilang, buat apa sih sekolah masak? Masak itu buat hobi aja. Bahkan ayah saya pun juga sempat melarang. Menurut beliau lebih baik saya mengambil jurusan yang lain daripada memasak, apalagi sampai harus ke luar negeri,” akunya. Belum lagi pandangan banyak orang bahwa memasak itu kegiatan naluriah sebagai wanita, bukan untuk ditekuni, apalagi sampai mengambil sekolah khusus.

Menurut Putri, “Memasak bukan hanya tentang kewajiban seorang wanita di dalam keluarga. Dengan keyakinan dan usaha, seseorang bisa berhasil dalam bidang apapun. Saya sudah membuktikannya, bahkan dengan hal sekecil memasak saya bisa berprestasi dan menjadi besar.”

Putri tidak menyerah dan semakin yakin dengan pilihannya, “Saya ingin membuktikan memasak tuh juga oke kok!” Bukan sekedar suka, Putri paham benar apa yang menjadi kekuatannya dan dimana ia harus mengasahnya, “Saya merasa lebih menyukai saat membuat kue dan cake. Jadi ya tentu lebih baik jika saya mendalami bidang tersebut.”

Berbekal dukungan dari sang Ibu, Putri mantab untuk mengambil jurusan Pastry and Baking di Singapore Hotel and Tourism Education Centre (SHATEC). “Yang pasti, saya melakukannya bukan karena suatu keharusan. Ini pilihan saya. I just do what I love.”

Do What I Love and Be The Best

Membantu usaha katering sang Ibu yang kemudian berkembang menjadi restoran telah dijalani Putri dengan senang hati. Menjadi chef di hotel yang kebanyakan digeluti oleh para chef pria, juga telah dilaluinya. “Bekerja sebagai chef di hotel bukan hal yang mudah, khususnya bagi seorang perempuan. Jumlah masakan yang banyak, peralatan yang berukuran serba besar dan berat, lebih membutuhkan tenaga pria,” kenangnya. Berdiri selama 10-14 jam di dapur dan mengalami cedera punggung pun pernah dialami Putri saat bekerja di The Fullerton Hotel, Singapore.

Kini, Putri sedang menikmati perannya sebagai Cooking and Baking Instructor dan Chef Sahabat Nestlé. “Dimanapun, saya selalu senang memasak. Selain prosesnya yang menyenangkan, ketika memasak dengan hati, hasil masakan yang disajikan tentu tidak hanya enak namun juga membuat saya dan orang yang menikmatinya merasa bahagia,” ujar Putri.

Banyaknya acara memasak yang disiarkan di televisi saat ini memang memotivasi banyak orang, tidak terkecuali anak-anak, untuk bercita-cita menjadi chef. Tentu bukan perkara mudah untuk tetap bertahan di tengah persaingan, namun Putri tak perlu khawatir. “Seorang chef harus bisa terus menciptakan masakan baru dan tidak meninggalkan citarasa yang khas. Setidaknya, itulah yang terus saya lakukan,” tandasnya.

Pencapaian dan Mimpi

Perjalanannya di dunia chef telah membawa wanita kelahiran 1984 yang lebih suka disebut food creative dibandingkan chef ini ke dalam berbagai pretasi yang berhasil diraihnya. Bangga dan senang ketika berhasil mendapat penghargaan Most Talented Pastry Art from The Fullerton Hotel, Singapore dan dipercaya untuk menyajikan makanan dalam setiap event yang diselenggarakan oleh merk fashion berkelas dunia, “Bukan sekedar masak enak, bahkan data diri lengkap kami pun harus melalui persetujuan para penanggungjawab mereka di Perancis!”

Masih banyak mimpi yang ingin dicapai Putri, “Mempunyai TV show tentang memasak, meluncurkan usaha makanan siap saji bebas pengawet dari bahan organik adalah keinginan yang saya wujudkan dalam waktu dekat ini.”

Share artikel ini:

Artikel Terkait