@shutterstock

Mengenal Bakteri Baik Untuk Tubuh

Bumi yang Anda tempati saat ini memiliki banyak sekali ragam makhluk hidup. Mulai dari manusai, hewan, tumbuhan, hingga bakteri. Eits, jangan salah lho, ternyata bakteri itu memiliki dua golongan yaitu bakteri baik dan bakteri jahat.

Bakteri baik atau biasa disebut prebiotik mirip dengan baketri alami yang ada dalam tubuh. Biasanya golongan ini dimanfaatkan untuk membuat yoghurt atau suplemen diet. Selain itu, ada juga beberapa jenis lainnya yang perlu Anda ketahui, seperti berikut ini.

Lactobacillus
Menurut hasil penelitian yang dilakukan di University of Maryland Medical Center, Lactobacillus bagus untuk membantu pencernaan. Asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri ini akan membantu melawan pertumbuhan bakteri berbahaya dalam usus besar sehingga kesehatan pencernaan tetap terjaga. Anda bisa mendapatkan Lactobacillus dengan mengonsumsi yoghurt.

Bifidobacterium
Sebuah penelitian dalam jurnal Applied and Enviromental Microbiology pada Februari 2011 lalu mengungkapkan bahwa Bifidobacterium dapat meredakan maag. Menurut sebuah studi pada Nutrition Journal edisi Februari 2011, bakteri ini juga bagus untuk mengatasi sembelit  pada si kecil.

Streptococcus
Prebiotik Streptococcus thermophilus adalah bakteri utama dalam proses pembuatan yoghurt, keju mozarella, dan produk susu fermentasi lainnya. Dari studi yang dilakukan oleh Europe Bioinformatics Institute, prebiotik jenis ini berfungsi untuk mengatasi kram perut, diare, mual, dan gejala masalah perut lainnya.

Bacillus coagulans
Bakteri yang satu ini bisa didapatkan lewat suplemen makanan yang biasa digunakan untuk mengobati gangguan perut. Bacillus coagulans bagus untuk meredakan diare, radang usus buntu, hingga iritasi. Selain itu, suplemen yang mengandung bakteri ini juga ampuh dalam mencegah infeksi pernapasan dan meningkatkan kekebalan tubuh, seperti yang diungkapkan oleh MedlinePlus.

Well, setelah mengenal macam-macam bakteri, sekarang saatnya mencari tahu cara menjaganya.

Diet seimbang dan makan makanan sehat
Jumlah asupan karbohidrat dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri dalam tubuh. Untuk itu, ada baiknya mulai beralih ke pola makan sehat dan diet seimbang. Lupakan junk food atau makanan berlemak lainnya. Ganti dengan sayuran, buah, ikan, dan kacang-kacangan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.

Meningkatkan asupan serat
Jika Anda kekurangan serta, maka bakteri baik dalam tubuh akan terhambat perkembangannya sehingga mempengaruhi kesehatan pencernaan. Sebaliknya, konsumsi serat yang cukup akan membuat bakteri baik tumbuh dan bisa bekerja dengan maksimal. So, jangan lupa konsumsi banyak serat ya!

Semoga informasinya bermanfaat.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait