Mengenal Jenis Limbah dan Cara Daur Ulangnya yang Tepat

Tahukah Ibu, di dalam sampah terdapat berbagai material yang sulit untuk diurai bahkan membutuhkan waktu hingga berpuluh atau beratus tahun ke depan. Oleh karena itu, kini sampah sudah menjadi sebuah permasalahan yang begitu kompleks dan besar, hingga muncul berbagai permasalahan lingkungan seperti pemanasan global hingga skala lokal seperti banjir.

Sudah saatnya kita peduli demi keberlangsungan lingkungan di masa depan. Salah satu cara untuk peduli dengan lingkungan adalah dengan melakukan daur ulang sampah. Namun sebelum itu, sebaiknya Ibu kenali terlebih dahulu jenis-jenis limbah yang ada di lingkungan agar bisa dengan tepat dalam mendaur ulangnya.

Berdasarkan sifatnya, limbah terbagi menjadi dua, yakni limbak organik dan limbah anorganik.

Limbah Organik

Limbah organik adalah limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses alamiah, yakni dengan mengendap ke dalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya. Limbah organik mudah membusuk dan biasanya berasal dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri.

Limbah organik dibagi menjadi dua, yaitu limbah organik basah, seperti  kulit buah dan sisa sayuran, dan limbah organik kering, seperti kayu, ranting pohon, dedaunan kering, dan lain lain.

 

Limbah Anorganik

Sedangkan limbah anorganik adalah limbah yang tidak bisa diuraikan oleh proses alamiah dan tidak dapat membusuk. Limbah anorganik ada yang bisa diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Contoh limbah anorganik adalah plastik,styrofoam, barang elektronik, dan limbah rumah tangga seperti botol plastik, botol kaca, tas plastik, kaleng dan aluminium. Air limbah industri juga termasuk dalam jenis limbah anorganik. Jika dibiarkan terus menumpuk semakin banyak, limbah anorganik ini akan menjadi polutan pada tanah.

 

Cara Mendaur Ulang

Limbah organik maupun limbah anorganik dapat kita daur ulang. Daur ulang merupakan upaya untuk mengolah barang atau benda yang sudah tidak dipakai agar dapat dipakai kembali.

Limbah organik seperti sisa-sisa dedaunan dan kayu serut, bisa dimanfaatkan baik secara langsung, contohnya untuk makanan ternak. Bisa juga secara tidak langsung melalui proses daur ulang, seperti pengomposan dan biogas.

Sedangkan, limbah anorganik seperti plastik, logam, gelas, kaca dan kertas dapat kita proses menjadi sebuah benda yang memiliki nilai guna, seperti menjadi barang kerajinan, mainan yang bagus, atau hiasan rumah tangga yang cantik.

Share artikel ini:

Artikel Terkait