Menjaga Kesehatan dengan Mencegah Rumah Lembap Saat Musim Hujan

7141371dcb5263c79cb9f8cddc5c6ca22bb71978.jpeg

Musim hujan telah tiba. Pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini biasanya membuat tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan. Pasalnya, tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda daripada sebelumnya. Karena itu, Ibu perlu menjaga tingkat kelembapan udara di rumah sebagai cara menjaga kesehatan keluarga.

Ada dua kondisi kelembapan udara di rumah yang bisa mengganggu kesehatan. Pertama, tingkat kelembapan yang tinggi. Tingkat kelembapan yang relatif tinggi mengandung berkembang biaknya jamur dan bakteri yang menjadi sumber berbagai masalah kesehatan kita. Jamur tersebut bisa memicu masalah pernapasan seperti asma, alergi, dan batuk.

Kedua, kelembapan udara yang rendah. Situasi ini bisa membuat Ibu mengalami udara kering dan juga mungkin merasakan dingin yang tidak menyenangkan selama musim dingin. Udara kering juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang terkait seperti kulit kering, bibir pecah-pecah, dan lain-lain. Ketika Anda bernafas dalam udara dingin dan sangat kering, anda juga mungkin mengalami kesulitan bernafas atau mendapatkan sakit tenggorokan selama pagi dan malam hari di saat musim angin.

Baca Juga : Sudah Sehatkah Rumah Anda?


Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Ibu untuk menjaga tingkat kelembapan di rumah tetap sehat.

1. Cek sirkulasi udara
Dengan memasang exhaust fan atau menambah jumlah dan luas jendela di rumah, Ibu dapat mencegah dan tingkat kelembapan rumah tinggi. Atur pula waktu membuka dan menutup jendela agar terjadi sirkulasi udara di rumah Ibu.

2. Periksa atap rumah
Jaga atap rumah supaya tidak bocor. Pastikan juga saluran air hujan di atap rumah Ibu tidak tersumbat daun kering atau kotoran lainnya yang dapat menyebabkan air hujan tumpah atau merendam rongga atap.

3. Periksa pipa saluran air
Pipa air yang bocor seringkali diabaikan. Padahal bocor yang kecil dan lambat tetapi dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kerusakan bahan bangunan di sekitarnya dan rumah menjadi terasa lembap. Jadi jika anda merasa lembab pada rumah anda, sebaiknya coba periksa pipa saluran air.

4. Pastikan lantai dan dinding kedap air

Kondisi lantai dan dinding yang tidak kedap bisa saja terasa basah akibat rembesan air atau lembab dari tanah meskipun di cuaca panas. Air dari luar atau dari dalam tanah bisa mengalir melalui celah lantai dan dinding yang tidak kedap (karena berporous) terutama rumah di daerah yang lebih rendah dari permukaan air. Hal ini akan menjadi masalah ketika musim penghujan tiba dan ketika permukaan tanah sudah jenuh air sehingga rembesan air akan kerap terjadi. Solusinya memang agak rumit yaitu merombak kembali permukaan lantai rumah agar lebih tinggi dibandingkan permukaan air, atau dengan cara melapiskan dinding dan lantai agar lebih kedap air untuk mencegah lembab melalui celah yang ada.

5. Memasukkan sinar matahari ke dalam rumah

Sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah melalui bukaan jendela yang cukup, atau dengan membuat atap atau dinding kaca. Sinar matahari dapat membantu mengeringkan area basah dan juga menyehatkan keluarga anda. Oleh karena itu, sediakan sinar matahari ke dalam rumah anda dalam jumlah yang cukup.