Meskipun Sehat, Ternyata 7 Makanan Diet Ini Justru Menimbun Lemak di Perut

Saat diet, Anda merasa sudah cukup disiplin mengonsumsi makanan sehat. Namun anehnya, berat badan tetap tidak kunjung turun. Mungkin Anda seakan terlena dengan label “sehat dan bergizi” yang terkandung di dalam makanan diet. Meski makanan-makanan diet tersebut diklaim sehat untuk diet Anda, sebaiknya teliti terlebih dahulu. Sebab ternyata makanan diet tersebut memberikan kalori tambahan yang tak sedikit jumlahnya, yang justru malah menimbun lemak di perut Anda.

Cerdaslah dalam memilih menu untuk makanan diet. Pilah-pilih makanan menjadi salah satu cara yang wajib dilakukan untuk menurunkan atau menjaga berat badan yang ideal. Kenalilah beberapa makanan diet berikut ini, yang meskipun sehat namun justru membuat Anda makin gemuk berikut ini.

 

Roti Gandum

Roti gandum ternyata memiliki indeks glikemik yang sama tingginya dengan roti biasa. Meski roti gandum diklaim mengandung lebih banyak serat, namun di dalam roti gandum terdapat campuran ragi dalam proses pembuatan roti. Hal inilah yang membuat roti gandum tidak berpengaruh saat proses penurunan berat badan, justru malah menimbun lemak di perut.

 

Jus Buah

Jus buah ternyata tidak sesehat yang Anda kira. Sebab, mengubah bentuk buah utuh menjadi cair justru meniadakan serat yang terkandung di dalamnya. Mengonsumsi buah utuh segar jauh lebih baik untuk Anda.

 

Salad Dressing

Salad memang selalu menjadi menu andalan saat Anda berdiet. Tapi jika salad dipadukan dengan krim salad dressing, hal ini justru berpotensi mengacaukan diet Anda. Salad Dressing sebaiknya dihindari, karena umumnya dibuat dari bahan yang kurang sehat, seperti sirup jagung yang tinggi fruktosa dan tinggi kalori, lemak trans, gula dan MSG. Maka dari itu, cobalah untuk membuat salad dressing sendiri dari bahan-bahan yang sehat dan rendah kalori, atau tidak menggunakan saus sama sekali.

 

Yogurt

Yogurt memang salah satu makanan yang sehat. Namun sayangnya, yogurt olahan umumnya mengandung gula tambahan, sirup jagung, atau pemanis buatan yang justru menambah ratusan kalori ekstra pada asupan harian Anda. Jadi sebelum mengonsumsi, telitilah membaca label gizinya.

 

Baca Juga: Begini Dampak Konsumsi Gula Berlebihan Saat Diet

 

Granola Bar

Makanan diet yang satu ini selalu dijadikan sebagai menu camilan Anda saat berdiet. Namun ternyata granola bar mengandung sirup gula dan minyak dalam jumlah besar, yang dimanfaatkan sebagai perekat agar makanan ini menjadi padat kalori. Lebih baik konsumsi buah dan sayur saat diet sebagai pengganti camilan.

 

Protein shakes

Suplemen makanan diet yang populer ini memang mampu mempercepat pembentukan otot saat Anda sedang berolahraga. Cara ini juga dianggap bermanfaat untuk mengontrol kalori yang ada di dalam tubuh Anda. Namun sebenarnya banyak protein shake yang memiliki kalori sama banyaknya dengan makanan utuh, bahkan beberapa produk setara dengan asupan kalori dalam sehari. Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih bijak dalam menggunakan protein shake sebagai camilan selepas olahraga ataukah sebagai pengganti makan utama.

 

Soda Diet

Pemanis buatan dalam soda diet justru akan memicu nafsu makan Anda, dan juga dapat menghambat sel-sel otak yang membuat Anda merasa kenyang. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Texas Health Science Center di San Antonio, yang mengungkapkan mereka yang mengonsumsi minuman soda diet mengalami peningkatan lingkar pinggang 70 persen lebih besar daripada mereka yang tidak meminumnya sama sekali. Maka dari itu, lebih baik konsumsi lebih banyak air putih.

Share artikel ini:

Artikel Terkait