P3K Luka Bakar, Jangan Sembarang Ikut Mitos

Ketika melakukan aktivitas sehari-hari, tak sengaja kulit Ibu dan keluarga mengalami luka bakar. Barangkali terkena wajan panas, knalpot kendaraan, atau benda panas lainnya. Jangan terburu-buru mengoleskan odol ya, karena itu mitos yang keliru.

Membubuhi pasta gigi pada luka bakar justru berisiko membuat infeksi kulit. Luka bakar apalagi jenis yang terbuka adalah pintu masuk bibit penyakit. Jika dioleskan odol atau benda lain yang belum tentu steril, bibit penyakit bisa dengan mudah menyusup ke dalam kulit dan menyebabkan infeksi. Jika sudah begitu, kesehatan tubuh bisa terganggu.

Lalu, bagaimana cara terbaik menanganinya? Proses pembakaran dalam jaringan bisa dihentikan dengan cara mendinginkan bagian jaringan yang terbakar. Jadi apa pun jenis dan keparahan luka bakar Ibu, bukan odol obatnya, tapi mengompresnya dengan es.

Baca Juga : Saat Luka Anak Infeksi

Nah, untuk menjaga luka tetap steril, jangan lupa menutup luka bakar dengan kain kassa. Luka bakar tidak boleh tercemar air mandi, air dapur, air cuci tangan, dan air apa pun dari luar. Cemaran air akan menumbuhkan infeksi pada luka bakar. Hadirnya infeksi, akan menghambat proses penyembuhan luka.

Khusus untuk luka bakar lepuh, yang ditandai dengan munculnya gelembung air, diperlukan perlindungan ekstra. Jangan memecahkan gelembung. Biarkan gelembung air pecah dengan sendirinya. Kulit muda yang terbentuk juga perlu dilindungi, karena masih rentan tergesek atau tercemar kuman.

Setelah dipastikan tidak terjadi infeksi pada luka bakarnya, pemberian obat yang merangsang pertumbuhan jaringan (kulit, selaput lendir) diperlukan. Dengan begitu luka bakar lekas sembuh dengan terbentuknya lapisan kulit baru.

Baca Juga : Waspada Cedera di Kepala
 

Tak semua luka bakar bisa dirawat di rumah

Luka bakar memiliki beberapa stadium. Paling ringan jika hanya membuat lapisan kulit luar merah meradang. Paling berat jika otot dan tulang di bawah kulit sampai gosong.

Ibu bisa juga merawat sendiri luka bakar kecil dengan stadium rendah, asalkan sterilitas luka bakar terjamin. Tapi, untuk luka bakar tingkat berat, pasien harus dirawat di rumah sakit. Sekedar catatan, penyembuhan luka bakar akibat cairan kimiawi membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding luka bakar akibat panas. Sementara luka listrik dan petir lebih berbahaya ketimbang luka bakar kimiawi.

Perawatan luka bakar menentukan nasib luka bakarnya. Apabila tidak tepat ditangani sejak awal, mungkin menyisakan kecacatan pada bekas luka. Selain kecacatan parut pada kulit, mungkin juga tumbuh keloid, atau tekstur kulit yang tumbuh tidak normal. Nah, bagi yang berbakat keloid, perlu memberi tahu dokter agar diberi suntikan pencegahnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait