Pengaruh Sarapan Terhadap Prestasi & Tumbuh Kembang Anak

Setiap Ibu menginginkan agar anaknya tumbuh sehat, cerdas dan berprestasi. Untuk menunjang hal itu, banyak yang harus dilakukan secara konsisten lho Bu, salah satunya adalah membiasakan sarapan pagi yang sehat setiap hari sebelum berangkat sekolah untuk tumbuh kembang anak.

Walaupun terdengar mudah, namun pada kenyatannya, banyak anak berangkat sekolah tanpa sarapan pagi terlebih dahulu. Di Indonesia, 5 dari 10 anak sekolah tidak mengonsumsi sarapan sehat sebelum berangkat ke sekolah. Seperti yang dikutip dari Jurnal Gizi dan Pangan tahun 2012 oleh Hardiansyah, sebanyak 4 dari 10 anak yang mengonsumsi sarapan pagi tidak mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Padahal anak yang sarapan dengan gizi lengkap dan seimbang meraih prestasi akademis di sekolah empat setengah kali lebih tinggi dari anak yang sarapan dengan gizi tidak lengkap.  (Sumber: Widyanti, PA & Sidhiarta IGL. Breakfast Habit and Academic Performance Among Suburban Elementary School Children. Medicina Vol 44, Jan 2013.)

 

Baca Juga: Manfaat Sarapan Untuk Persiapan Sekolah Si Kecil

 

Dr. J. Michael Murphy, dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School melakukan studi tentang pentingnya sarapan dan tumbuh kembang anak. Ia menemukan bahwa proses tumbuh kembang anak yang rutin sarapan; lebih memerhatikan pelajaran, mendapat nilai yang lebih baik dan lebih sedikit memiliki perilaku emosional. Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Cardiff University, Inggris, bahwa di antara anak yang sarapan pagi dan tidak, terlihat hasil belajarnya jauh lebih baik di atas rata-rata hingga dua kali lipat ketimbang anak yang tidak sarapan.

Anak-anak yang sarapan pagi mendapat asupan 20 hingga 60% lebih tinggi akan zat besi, vitamin B & D, dibanding mereka yang tidak sarapan. Oleh karena itu, asupan nutrisi sangat penting didapatkan anak di pagi hari karena menu yang didapatkan dari sarapan umumnya datang dari gandum utuh (sereal & oatmeal), protein sehat (telur & susu), dan serat (buah, oatmeal) seperti diungkap Claire St. John, M.P.H., R.D.N. dari Dairy Council of California.

Terrill Bravender, Profesor Pediatrik di Duke University menjelaskan bahwa glukosa di dalam karbohidrat juga penting untuk sarapan, karena berfungsi sebagai sumber tenaga. Jika sarapan tanpa glukosa, maka otak tidak dapat berfungsi dengan baik, Namun, Ibu juga harus memperhatikan kadar glukosa dalam menu sarapan si kecil ya. Jangan sampai glukosa dalam menu sarapan menjadi bibit obesitas hingga menyebabkan penyakit diabetes.

Langkah sederhananya, Terrill menjelaskan bahwa orangtua juga harus memastikan anak makan sarapan pagi. Kedua, pastikan menu sarapan memiliki indeks glikemik yang rendah (Low GI). Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh kemudian diserap dan diubah menjadi energi. Jadi pilihlah makanan yang tidak cepat membuat kenyang dan juga cepat lapar kembali. Oatmeal hingga sereal gandum utuh bisa jadi opsi terbaik. 

Share artikel ini:

Artikel Terkait