Perlukah Konsumsi Suplemen Saat Sedang Berdiet?

Keputusan menurunkan berat badan akhirnya dipilih Ibu karena merasa tubuh mulai menggemuk dan khawatir akan mengganggu kesehatan. Diet pun dimulai dengan porsi makanan yang dikurangi hingga menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Hal ini tentu juga mempengaruhi berkurangnya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Di sinilah timbul pertanyaan, bolehkah suplemen dikonsumsi sebagai penggantinya?

Menurut Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Ms., suplemen bukanlah pengganti makanan dan tidak boleh dijadikan pengganti menu makanan utama. Sifatnya hanya melengkapi saja dan jangan disalahartikan untuk menggantikan zat gizi dari makanan yang sebenarnya. Jenis suplemen pun memiliki manfaat yang berbeda-beda sesuai jenisnya.

Saat diet, Ibu cenderung mengurangi atau memilah-milih makanan yang dikonsumsi. Suplemen pun diajurkan selama mengikuti aturan untuk mengonsumsinya, seperti dianjurkan dr. Olivia Aviany Ayuningthias, dari Global Assistance & Healthcare. Kebutuhannya pun berbeda-beda sesuai umur maupun keperluan, mulai dari untuk menunjang daya tahan tubuh atau sebagai penunjang zat gizi yang sulit didapat/dicerna dari makanan sesungguhnya.

Berikut suplemen yang paling sering dikonsumsi para ibu seperti yang diungkap oleh National Institute of Health (NIH) dari situs Women’s Day. Perlu diingat sebelum mempertimbangkan suplemen ini, konsultasikan dahulu kondisi kesehatan Ibu dengan dokter dan ahli gizi.

 

Vitamin B

Dari B1 hingga B12, vitamin-vitamin ini penting untuk kelancaran fungsi tubuh. Namun saat berdiet, Ibu lebih sering mengalami kekurangan vitamin B12 yang berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah, oleh karena itu Ibu memenuhinya dengan tambahan asupan suplemen vitamin B. Menurut Max Langhurst, spesialis gizi, idealnya dalam minum suplemen sebaiknya Ibu juga melengkapinya dengan asupan vitamin B utuh pada makanan, seperti ikan, kerang-kerangan, daging, telur, dan produk olahan dari susu.

 

Kalsium

Kalsium umumnya didapat dari produk susu dan sayuran hijau. Studi yang dilakukan John Pan, MD, direktur George Washington University Medical Center menemukan bahwa wanitalah yang paling sering kekurangan kalsium dari waktu ke waktu sehingga memicu risiko penyakit osteoporosis. Asupan kalsium yang baik harus dikonsultasikan kepada ahli gizi sesuai dengan umur dan aktivitas fisik Ibu.

 

Minyak Ikan

Minyak ikan sangat baik untuk menunjang asupan kebutuhan gizi sehari-hari semua orang. Kandungan omega-3 dan asam lemaknya membantu kesehatan kardiovaskular, meningkatkan fungsi otak hingga mencegah peradangan dan nyeri sendi. Jika tak mengonsumsi suplemen ini, menurut Duffy MacKay, ND ahli naturopati dari Council for Responsible Nutrition, Ibu bisa mendapat kebaikan manfaat secara langsung dari ikan salmon, sardin, makarel hingga trout.

 

Multivitamin

Dari namanya saja, sepertinya suplemen ini sudah mencakup semua vitamin yang dibutuhkan ya, bu? Menurut Centers for Disease Control & Prevention, umumnya suplemen ini mengandung vitamin A, C, D, E, K hingga beberapa mineral dalam porsi yang merata. Namun jika ada keluhan terkait malnutrisi vitamin tertentu, dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin utuh. Multivitamin cocok bagi Ibu yang masih ragu apakah konsumsi makanan utamanya sudah memenuhi kebutuhan gizi atau tidak.

 

Vitamin C

Vitamin C banyak ditemukan pada buah jeruk dan sangat bermanfaat kecantikan kulit, sehingga sering dikonsumsi oleh Ibu. Perlu diingat meskipun konsumsi vitamin C  mudah larut dalam air dan dibuang lewat urin, namun dalam mengonsumsinya juga tidak boleh berlebihan agar tidak mendatangkan komplikasi lain terkait saluran pencernaan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait