Raw Diet, Paleo diet, apa sih itu? Yuk kenali macam diet yang tengah populer saat ini

Diet Raw Food

Diet ini pertama kali populer di Eropa. Menurut praktisi medis Dr. Tan Shot Yen, pola raw food adalah memasukkan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian mentah setiap hari. Hal ini karena sayuran mentah masih mengandung enzim aktif yang membuat vitamin, mineral, dan hormon bisa bekerja maksimal untuk kebaikan tubuh.

Dr. Tan juga menegaskan bahwa sayur dan buah segar merupakan sumber karbohidrat terbaik. Enzim yang utuh dalam makanan mentah itu pembentuk basa yang memperkaya oksigen dalam tubuh sehingga memudahkan proses regenerasi sel-sel. Oleh karenanya, gaya hidup ini banyak diterapkan untuk penyakit kanker, tumor, kista, obesitas, darah tinggi, dan lainnya.

Idealnya, raw food menyarankan kualitas organik untuk bahan makanan yang dikonsumsi. Kriteria organik ini pada umumnya adalah tidak menggunakan bibit atau benih tanaman yang berasal dari produk hasil rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO), menggunakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan maupun pembusukan sampah tanaman, tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida untuk penyiraman tanaman.

Diet DASH

DASH yang merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet ini diciptakan oleh seorang nutrisionist bernama Marla Heller. Pada awalnya dikembangkan sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan untuk mencari cara bagaimana menurunkan tekanan darah seseorang tanpa melalui proses pengobatan tertentu. Tapi ternyata, diet ini menjadi makin populer karena efektif untuk menurunkan berat badan.

Dikutip dari Dashdietorg, diet ini dinobatkan sebagai diet tersehat dan terbaik versi US News & World Report. DASH diet ini bekerja dengan dua fase. Fase pertama berlangsung selama dua minggu. Pada fase ini lebih diutamakan soal transisi konsumsi karbohidrat yang rendah, ditujukan mengatur ulang sistem metabolisme tubuh.

Pada fase kedua buah-buahan, sayur yang berkarbohidrat, serta semua konsumsi karbohidrat yang didapat dari beras, gandum, jagung, dan lain sebagainya pun mulai diperkenalkan kembali ke tubuh. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan diet dan menurunkan berat badan, serta menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol orang yang menjalankannya

Baca Juga : Rancangan Menu Diet Seafood untuk Seminggu

Diet Paleo

Diet Paleo dikenal juga dengan diet manusia purba. Alasannya, mekanisme diet ini adalah mengolah makanan dengan cara yang super sederhana. Layaknya yang dilakukan oleh manusia purba.

Menurut Loren Cordain, PhD, penulis buku ‘The Paleo Diet’. pola makan ini dapat mengurangi berbagai risiko penyakit seperti kanker, diabetes dan sakit jantung.

Makanan yang dianjurkan adalah seperti sayuran dan daging-dagingan yang organik. Dengan paleo diet, maka makanan yang dikonsumsi hanyalah yang berasal dari alam tanpa tambahan zat aditif atau zat pengawet lainnya. Bagi mereka yang ingin mengonsumsi makanan manis, maka dapat menggantinya dengan madu.

Makanan yang harus dihindari adalah berbagai makanan yang diproses, termasuk produk olahan susu seperti mentega dan keju. Gula pun termasuk daftar makanan yang dihindari.

Baca Juga : Ikan Bandeng untuk Diet

Diet Atkins

Diet Atkins dirancang oleh Dr. Robert Atkins pada tahun 1972. Diet Atkins adalah program diet rendah karbohidrat yang membatasi konsumsi karbohidrat untuk menurunkan berat badan.

Dikutip dari www.atkins.com, alasan mengapa diet ini efektif adalah, dengan mengurangi asupan karbohidrat (yang diolah tubuh menjadi gula) maka untuk memenuhi kebutuhan tenaganya, tubuh akan mulai membakar lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

Diet ini tidak hanya digunakan untuk mengatasi obesitas, tetapi juga untuk mengobati epilepsi atau diabetes. Pengurangan asupan karbohidrat dalam diet ini akan dilakukan bertahap.

Empat tipe diet di atas bisa menjadi pilihan ibu yang ingin mengatur pola makan lebih sehat ataupun menurutkan berat badan. Tapi bagaimanapun, yang terpenting bukanlah sekadar membuat perut rata dan pinggang kecil ya, bu. Jangan lupa juga untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi untuk tubuh. Selamat mencoba.

Share artikel ini:

Artikel Terkait