Rumah Lebih Bersih Dengan Memilah Sampah

76d2be12650536fc5100df2b67c0c814e7d0d555.jpeg

Bau sampah begitu menyengat dari samping rumah. Belum lagi, tumpukan sampah dapur yang belum sempat dibuang menambah aroma tak sedap yang menerobos seisi rumah. Jika sudah begini, rumah idaman yang segar dan harum pun seolah jauh dari harapan. Sampah memang menjadi problem yang tak bisa dipandang sebelah mata. Bila tak rajin membersihkannya, sampah-sampah ini akan menyebarkan bibit penyakit yang bisa menginfeksi siapapun yang ada dalam rumah.

 

Supaya sampah di rumah tidak sampai menumpuk dan menimbulkan bau menyengat, terapkan tips memilah sampah yang tepat berikut ini.

 

Sediakan sampah berbeda

Biasanya sampah yang mudah busuk seperti bekas sayuran dan sisa makanan mudah sekali menyebabkan bau. Pisahkan sampah-sampah ini dengan keranjang sampah yang berbeda. Ada sampah yang khusus untuk benda kering dan ada juga sampah untuk benda basah. Selain itu, jangan biasakan membuang sampah basah di tempat sampah yang ada dalam rumah, seperti kulit buah, tusuk sate, agar tak mudah menimbulkan bau tak sedap. Buanglah sisa makanan di tempat sampah luar, sementara untuk tempat sampah dalam rumah baiknya khusus untuk benda kering dan tak menimbulkan bau.

 

Masukkan kantong plastik

Bila Anda langganan dengan jasa kebersihan atau memanfaatkan fasilitas kebersihan yang disediakan pemerintah, maka bijaklah dalam membuang sampah. Masukkan ke dalam kantong plastik dan ikat yang erat agar tak sampai tercecer di jalan. Pisahkan sampah organik dan yang bukan, agar petugas bisa langsung cepat memprosesnya dan tak menyebabkan bau di sekitar rumah maupun lingkungan Anda.

 

Pisahkan jenis sampah

Mungkin suatu waktu petugas kebersihan tak mengambil kantong sampah yang sudah terkumpul di depan rumah. Mungkin hal ini karena jumlah sampah di pusat pembuangan sudah penuh. Biar tak terjadi menjadi ketergantungan, Anda dapat mengelola sendiri di rumah. Pisahkan sampah organik seperti sampah dapur dan sisa makan, masukkan dalam tanah agar lebih mudah diuraikan oleh mikroba.

 

Bisa juga Anda jadikan kompos dengan menggunakan keranjang tertutup yang didiamkan selama seminggu. Sedangkan untuk sampah anorganik seperti kertas, kardus, botol plastik dapat Anda kumpulkan untuk didaur ulang. Selain bisa mengurangi tumpukan sampah rumah tangga, Anda pun bisa berkontribusi menjaga lingkungan tetap alami dan bebas dari pencemaran. Kompos yang sudah Anda buat juga bisa menjadi pupuk alami untuk budidaya tanaman di pekarangan rumah.