Sarapan Pagi Yuk Nak...

Setelah si Kecil istirahat malam selama lebih dari 10 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Pagi hari, saatnya sarapan untuk mengembalikan nutrisi sebagai bekal aktivitasnya sepanjang hari. Manfaatnya,  anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif dan cerdas.

Seperti halnya orang tua, anak juga akan menjalani hari dengan beragam aktivitas, seperti sekolah, olahraga, belajar dan bermain. Sarapan sangat diperlukan anak sebagai sumber energi sebelum memulai aktivitas. Selain memberi energi pada tubuh, sarapan juga membuat anak  lebih aktif, lebih kuat, dan kosentrasi dalam belajar.

Gizi Ideal

Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dalam menu sarapan sehat, orang tua harus membuat menu yang bervariasi dan menggunakan beragam bahan pangan. Idealnya, menu sarapan harus mengandung komposisi zat gizi yang seimbang, baik itu protein, karbohidrat, energi, lemak, vitamin, mineral, serat dan air.

Komposisi menu sarapan harus berpedoman pada pola menu seimbang, ada sumber karbohidrat seperti beras, jagung, ubi, tepung terigu dan sereal. Sumber protein, meliputi daging, ikan, telur, unggas, tahu, tempe dan susu. Sumber vitamin, mineral dan serat, umumnya banyak terkandung di dalam sayuran dan buah-buahan.

Jangan dibiasakan anak menyukai kegemaran sarapan dengan satu atau jenis bahan pangan atau masakan saja, seperti selalu sarapan dengan roti dan selai, atau bubur ayam atau nasi goreng. Pola sarapan monoton bisa menyebabkan tubuh akan kekurangan zat gizi tertentu, apalagi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena setiap bahan pangan memiliki kandungan gizi yang berbeda.

Mengkonsumsi makanan yang beragam dan berganti-ganti memungkinkan tubuh lebih tercukupi semua unsur gizi esensial.

Selain roti, mi dan nasi sebagai menu sarapan, membiasakan diri dengan sarapan menggunakan sereal yang dicampur dengan susu sangat baik untuk kesehatan. Sereal merupakan pangan kaya serat larut, terbukti baik untuk menurunkan kandungan kolesterol darah. Susu mencukupi kebutuhan protein dan kalsium tubuh sebagi zat pembangun dan membuat tulang kerangka pada anak di masa pertumbuhan.

Kombinasikan menu sarapan pagi dengan sayuran dan buah. Masukkan selalu kedua bahan ini, buah bisa dijadikan jus atau menjadi campuran makanan. Sayuran dan buah meningkatkan daya tahan tubuh karena tinggi akan vitamin dan mineral. Serat di dalam sayuran dan buah juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Tip Sehat Mengolah Menu Sarapan

Menyajikan menu sarapan pagi memang perlu perhatian khusus. Selain waktu menyiapkannya tidak lama karena ibu akan segera bekerja, menu sarapan juga harus memenuhi semua unsur gizi tubuh. Hal ini bisa disiasati dengan membuat masakan yang praktis dan mudah dibuat namun memiliki gizi yang lengkap. Seperti sereal yang dipadu dengan susu dan potongan buah-buahan mengandung komposisi gizi yang komplit. Sandwich roti dengan isi telur dan sayuran, atau nasi goreng campur daging dan sayuran cukup praktis sebagai pilihan menu sarapan.

Pilih bahan-bahan makanan yang mudah diolah dan tidak memerlukan waktu yang lama memasaknya. Mi, pasta, nasi goreng, sereal, roti adalah bahan siap saji yang tinggal mengkombinasikan dengan bahan-bahan pelengkap agar lebih bergizi. Anda juga bisa mensiasatinya dengan menyimpan stok bahan makanan siap olah di dalam kulkas, seperti sayuran yang sudah dipotong-potong, bumbu dasar yang telah dihaluskan, buah-buahan yang sudah dikupas dan mie atau pasta yang telah di rebus. Bahan siap olah ini dapat disimpan di dalam kulkas, sehingga paginya Anda tinggal mencampur atau mengolahnya sebentar tanpa memerlukan persiapan pengolahan yang lama.

Saat sarapan pagi biasanya anak masih malas untuk makan. Siasati dengan makanan yang bervariasi. Bentuk dan sajikan makanan semenarik mungkin, tambahkan pula garnis agar makanan terlihat lebih mengguhah selera. Dengan cara ini, anak akan lebih nafsu menyantap menu sarapan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait